SUNGAI PENUH, Jemarionline.com – Warga Kota Sungai Penuh yang berencana membeli atau menjual koleksi emas perlu memantau pergerakan harga terbaru hari ini. Aset berharga ini terus menjadi instrumen investasi favorit masyarakat lokal untuk menjaga nilai kekayaan sekaligus melengkapi penampilan.
Pergerakan nilai jual emas batangan maupun perhiasan di wilayah Sungai Penuh mencatatkan penyesuaian terbaru pada Sabtu, 7 November 2026. Penyesuaian ini mencakup berbagai pilihan kadar murni hingga kadar sedang yang beredar di pasaran lokal.
Rincian Harga Emas Batangan Antam dan Kadar 24 Karat
Bagi investor yang membidik emas cetakan resmi, pecahan 1 gram emas batangan Antam di Sungai Penuh kini menyentuh angka Rp2.596.000. Sementara itu, untuk pecahan 5 gram Antam dipatok pada kisaran Rp12.749.000.
Masyarakat yang mengincar emas murni non-cetakan juga bisa mencermati patokan per gramnya. Pasaran emas 24 karat di toko-toko lokal Sungai Penuh saat ini berada di level Rp2.379.610 per gram.
Khusus pembeli lokal yang terbiasa menggunakan satuan tradisional, perdagangan emas 1 mayam bertengger di kisaran Rp7.924.101. Satuan mayam yang setara dengan 3,33 gram ini masih menjadi acuan utama transaksi mahar maupun simpanan di daerah setempat.
Patokan Perhiasan, Emas Putih, dan Tren Pasar
Para pencinta aksesoris perhiasan seperti cincin, gelang, serta kalung emas 24 karat dapat membelinya dengan acuan Rp2.379.610 per gram. Angka yang sama juga berlaku untuk transaksi emas putih per gram di wilayah ini.
Toko emas di Sungai Penuh menyediakan beragam variasi kadar emas yang menyesuaikan anggaran masyarakat. Kadar 22 karat atau kode 916 kini berada di angka Rp2.179.723 per gram.
Untuk opsi perhiasan yang lebih terjangkau, pedagang menawarkan emas kadar 70 persen pada harga Rp1.784.708 per gram. Sementara itu, emas kadar 60 persen dibanderol Rp1.392.072 per gram dan kadar 50 persen menyentuh Rp1.189.805 per gram.
Grafik perdagangan sepekan terakhir menunjukkan grafik kenaikan tipis sekitar 0,12 persen pada pasar emas Sungai Penuh. Pengamat ekonomi lokal mencatat bahwa dinamika ini bergerak searah dengan pergerakan emas global, nilai tukar rupiah, dan tingginya permintaan pasar domestik.(ar)









