Edukasi Nyeri Punggung Bawah: RS M Djamil Imbau Warga Tak Sepelekan Sakit Pinggang

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Sakit (RS) Dr. M. Djamil Padang menggelar program edukasi nyeri punggung bawah untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.(poto: padangkita.com).

Rumah Sakit (RS) Dr. M. Djamil Padang menggelar program edukasi nyeri punggung bawah untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.(poto: padangkita.com).

Padang, jemarionline.com – Rumah Sakit (RS) Dr. M. Djamil Padang menggelar program edukasi nyeri punggung bawah untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Kegiatan interaktif yang berlangsung di Poliklinik Neuro ini menyambut momen Bulan Kesadaran Nyeri atau Pain Awareness Month.

Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan bersinergi langsung dengan Departemen Neurologi dalam menggagas acara edukatif tersebut. Penyelenggara menghadirkan pakar neurologi Dr. dr. Restu Susanti, Sp.N, sebagai narasumber utama untuk membedah masalah kesehatan ini.

Dokter Restu mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh keluhan nyeri pada area pinggang dan sekitarnya. Pengabaian terhadap kondisi medis ini berpotensi besar menurunkan kualitas hidup serta mengganggu produktivitas harian penderita.

Secara medis, Low Back Pain (LBP) merupakan sensasi pegal atau tidak nyaman di antara rusuk bawah dan lipatan bokong. Rasa sakit tersebut kerap menjalar hingga ke bagian tungkai maupun telapak kaki pasien.

Pakar Ungkap Penyebab Utama Nyeri Punggung Bawah

Restu menjelaskan bahwa LBP bukanlah satu penyakit tunggal, melainkan gejala dari berbagai kondisi medis penyerat. Gangguan pada otot, ligamen, sendi tulang belakang, bantalan tulang, hingga saraf dapat memicu timbulnya rasa nyeri.

Baca Juga :  Kemenkes Ingatkan Bahaya Kurang Minum Air Putih, Picu Gangguan Ginjal hingga Kelelahan

Aktivitas fisik berat, postur tubuh yang keliru, dan kebiasaan harian tidak sehat menjadi faktor pemicu utama. Selain itu, dokter membagi keluhan ini menjadi dua kategori, yakni nyeri akut dan nyeri kronis.

Nyeri akut berlangsung singkat akibat cedera tertentu, sedangkan nyeri kronis bertahan lama dan membutuhkan evaluasi mendalam. Penanganan medis yang tepat sangat bergantung pada pemahaman pasien mengenai lokasi serta sifat rasa sakit.

Masyarakat harus mampu membedakan titik nyeri di punggung, pinggang bawah, maupun pinggul secara cermat. Perbedaan lokasi rasa sakit tersebut mengindikasikan sumber masalah organ tubuh yang berbeda pula.

Metode Biopsikososial Jadi Kunci Penanganan Efektif Pasien

Tim medis RS M. Djamil menerapkan pendekatan biopsikososial untuk mengobati pasien secara menyeluruh dan komprehensif. Metode modern ini memadukan analisis aspek biologis tubuh, kondisi psikologis, serta dukungan lingkungan sosial pasien.

Baca Juga :  Cara Mengurangi Stres Kerja Secara Efektif

Faktor psikologis seperti tingkat stres dan kecemasan terbukti memengaruhi tingkat keparahan rasa nyeri penderita. Oleh sebab itu, dokter tidak hanya mengobati fisik, tetapi juga memperhatikan suasana hati pasien.

Tim dokter mengawali proses diagnosis melalui penggalian riwayat keluhan pasien dan pemeriksaan fisik terukur. Dokter hanya memberikan rujukan pemeriksaan rontgen atau MRI sesuai kebutuhan serta indikasi klinis pasien.

Penggunaan obat pereda nyeri wajib berada di bawah pengawasan ketat dokter agar aman dan efektif. Pasien harus mendampingi pengobatan medis dengan modifikasi gaya hidup sehat saat beraktivitas di rumah.

Masyarakat perlu mewaspadai tanda bahaya berupa kelemahan anggota gerak yang membutuhkan penanganan medis secepatnya. Dukungan moral dari keluarga dan rekan kerja turut mempercepat proses pemulihan kesehatan pasien LBP.(ar)

Berita Terkait

7 Kebiasaan Mudah yang Bikin Rambut Tampak Lebih Tebal
AirPods Bisa Ganggu Alat Pacu Jantung? Dokter Jelaskan Fakta dan Risikonya
5 Herbal untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami, Mudah Ditemukan
Gejala Sinusitis: Mengira Flu Biasa? Hidung Tersumbat Bisa Jadi Tanda Sinus
Bahaya Kekurangan Gizi Mikro pada Anak yang Sering Tak Disadari
Mulai Juni 2026, Pasien BPJS Wajib Kontrol Sesuai Jadwal atau Tak Dilayani
RSUD Soedjono Selong Mulai Vaksinasi MR, Pegawai Jadi Sasaran Awal
70 Juta Warga RI Diperkirakan Idap Penyakit Hati, Banyak yang Tak Menyadarinya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 11:04 WIB

Edukasi Nyeri Punggung Bawah: RS M Djamil Imbau Warga Tak Sepelekan Sakit Pinggang

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:00 WIB

7 Kebiasaan Mudah yang Bikin Rambut Tampak Lebih Tebal

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:00 WIB

AirPods Bisa Ganggu Alat Pacu Jantung? Dokter Jelaskan Fakta dan Risikonya

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:00 WIB

5 Herbal untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami, Mudah Ditemukan

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:00 WIB

Gejala Sinusitis: Mengira Flu Biasa? Hidung Tersumbat Bisa Jadi Tanda Sinus

Berita Terbaru

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming saat meninjau lokasi pascabencana di Sumatera Utara pada 4 September 2026.(poto: kompas.com).

Hukum

Sidang Sengketa Syarat Gibran Digelar MK Malam Ini

Senin, 21 Sep 2026 - 08:14 WIB

Kasus Febrie Adriansyah bantah kepemilikan emas 74 kg saat pelimpahan tahap dua di Kejari Jakarta Selatan.(poto: kompas.com).

Nasional

Bantah Miliki Emas 74 Kg, Febrie Adriansyah Angkat Bicara

Senin, 21 Sep 2026 - 07:51 WIB