BYD Bangun 6.682 Stasiun Flash Charging di China, Target 20.000 Unit Dikejar

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Stasiun pengisian daya ultra cepat BYD. ( poto : ANTARA )

Stasiun pengisian daya ultra cepat BYD. ( poto : ANTARA )

Jakarta, jemarionline.com – Jaringan flash charger BYD terus berkembang pesat seiring ekspansi besar yang dilakukan BYD di China.

Hingga pertengahan Juni 2026, perusahaan telah membangun 6.682 stasiun pengisian cepat yang tersebar di 321 kota.

Capaian ini menjadi bagian dari strategi besar pengembangan infrastruktur kendaraan listrik berbasis kecepatan tinggi.

BYD melaporkan bahwa jaringan tersebut mampu mengisi baterai kendaraan dari 10 persen hingga 97 persen hanya dalam waktu sekitar sembilan menit.

Sistem ini menggunakan daya pengisian DC hingga 1.500 kW per konektor, yang menjadikannya salah satu teknologi pengisian tercepat di industri kendaraan listrik saat ini.

Dimulai dari Visi “Flash Charging China”

BYD memulai proyek besar ini pada 5 Maret 2026 melalui program bertajuk “Flash Charging China”. Perusahaan langsung menargetkan pembangunan jaringan pengisian ultra-cepat yang mencakup seluruh wilayah China.

Dalam rencana jangka panjangnya, BYD menargetkan pembangunan 20.000 stasiun pengisian cepat hingga akhir 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.000 unit akan ditempatkan di jaringan jalan tol untuk mendukung perjalanan jarak jauh kendaraan listrik.

Ekspansi awal berjalan sangat agresif. Hanya dalam 27 hari sejak peluncuran program, BYD sudah mengoperasikan 5.000 stasiun pengisian cepat yang menjangkau 297 kota di China.

Baca Juga :  Biaya Ganti Baterai Innova Zenix Hybrid Ternyata Segini, Bikin Kaget Pemilik Mobil

Namun, pertumbuhan kemudian melambat secara bertahap. Pada 5 Mei 2026, jumlah stasiun naik menjadi 5.715 unit setelah ekspansi di wilayah Mongolia Dalam. Selanjutnya pada 17 Mei, total meningkat menjadi 5.979 unit.

Dalam periode satu bulan terakhir hingga 17 Juni, BYD kembali menambah 703 stasiun baru sehingga total mencapai 6.682 unit secara nasional.

Meski pertumbuhan terlihat signifikan, BYD baru mencapai sekitar 33,4 persen dari target 20.000 stasiun hingga akhir 2026. Artinya, perusahaan masih harus membangun 13.318 unit tambahan dalam waktu tersisa di tahun ini.

Tekanan ekspansi tersebut menjadi tantangan besar bagi BYD, terutama untuk menjaga konsistensi pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah China.

Selain fokus di pasar domestik, BYD juga memperluas jaringan pengisian cepat ke luar negeri. Perusahaan menargetkan pembangunan 6.000 stasiun di luar China, termasuk sekitar 3.000 unit di Eropa.

Langkah ini memperkuat posisi BYD dalam persaingan global kendaraan listrik dan infrastruktur pendukungnya.

Pada 9 Juni 2026, BYD meresmikan stasiun pengisian 1.500 kW pertama di Jerman. Perusahaan juga telah memasang fasilitas serupa di Inggris sebagai bagian dari ekspansi awal di Eropa.

Baca Juga :  Harga Mobil Bekas Toyota Avanza 2007 Jelang Lebaran, Mulai Rp 60 Jutaan

Teknologi untuk Generasi Kendaraan Baru

Jaringan flash charging ini di rancang untuk kendaraan yang menggunakan Blade Battery generasi kedua. Teknologi ini mendukung pengisian daya ultra-cepat tanpa mengorbankan aspek keamanan baterai.

Beberapa model kendaraan yang sudah mendukung teknologi ini mencakup Yangwang U7, Denza N9, Fang Cheng Bao Ti3, Fang Cheng Bao Ti7, BYD Seal 07, BYD Great Tang, BYD Sealion 06, BYD Song Ultra EV, Denza Z9 GT, Yangwang U8L, BYD Han EV, hingga BYD Yuan Plus.

Denza dan Yangwang menjadi bagian penting dari ekosistem kendaraan listrik premium yang mendorong adopsi teknologi pengisian cepat tersebut.

Analisis dari CITIC Securities memperkirakan kendaraan yang mendukung teknologi pengisian ultra-cepat dapat terjual 20.000 hingga 30.000 unit per bulan. Kontribusinya di prediksi mencapai sekitar 30 persen dari total penjualan tahunan BYD.

Data China EV DataTracker mencatat BYD menjual 376.990 kendaraan secara global pada Mei 2026. Angka tersebut menunjukkan tingginya permintaan pasar terhadap produk kendaraan listrik perusahaan.(ar)

Berita Terkait

Tesla Rilis FSD Supervised V14 di Australia, Lebih Cerdas
Harga Mobil Murah Juni 2026, Agya hingga Brio Satya Masih Jadi Favorit
Road Falcon vs Morbidelli C252V: Duel Cruiser 250 cc BMI, Ini Perbedaannya
Penjualan Mobil China di Indonesia Tembus 63.274 Unit, Tumbuh 72 Persen hingga Mei 2026
BYD M6 DM PHEV Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp298 Juta
Mercedes-AMG Perbarui SUV GLE dan GLS dengan Mesin V8 Baru
Suzuki Grand Vitara Tawarkan Value for Money, Tak Cuma Irit BBM
Harga Mobil Bekas Mitsubishi Xpander 2021 Turun, GLS CVT Kini Mulai Rp160 Jutaan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:00 WIB

BYD Bangun 6.682 Stasiun Flash Charging di China, Target 20.000 Unit Dikejar

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00 WIB

Tesla Rilis FSD Supervised V14 di Australia, Lebih Cerdas

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:00 WIB

Harga Mobil Murah Juni 2026, Agya hingga Brio Satya Masih Jadi Favorit

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:00 WIB

Road Falcon vs Morbidelli C252V: Duel Cruiser 250 cc BMI, Ini Perbedaannya

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:00 WIB

Penjualan Mobil China di Indonesia Tembus 63.274 Unit, Tumbuh 72 Persen hingga Mei 2026

Berita Terbaru

Teknologi Full Self Driving yang dikembangkan Tesla( ilustrasi poto : ANTARA )

OTOMOTIF

Tesla Rilis FSD Supervised V14 di Australia, Lebih Cerdas

Jumat, 19 Jun 2026 - 22:00 WIB