Pabrik Mobnas di Subang Ditargetkan Produksi 300 Ribu Mobil per Tahun

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil Maung bikinan Pindad. Foto: Dok. PT Pindad

Mobil Maung bikinan Pindad. Foto: Dok. PT Pindad

Jakarta, Jemarionline.com – Proyek mobil nasional atau mobnas kembali menunjukkan perkembangan signifikan. Pemerintah bersama PT Pindad terus mematangkan pembangunan kawasan industri otomotif terintegrasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Saat seluruh fasilitas beroperasi penuh, pabrik mobnas tersebut ditargetkan mampu memproduksi hingga 300 ribu kendaraan per tahun.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat industri otomotif nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Selain itu, proyek ini juga diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi di tingkat global.

Direktur Utama PT Pindad, Sigit Santosa, memaparkan perkembangan proyek tersebut saat menerima kunjungan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di kawasan pembangunan mobnas di Subang. Ia menjelaskan bahwa pengembangan kawasan industri akan berlangsung secara bertahap hingga beberapa tahun ke depan.

Kapasitas Awal 50 Ribu Unit pada 2028

PT Pindad tidak langsung mengoperasikan pabrik dengan kapasitas penuh. Sebaliknya, perusahaan akan menjalankan proyek secara bertahap agar seluruh fasilitas produksi dapat berkembang sesuai kebutuhan industri.

Pada tahap awal, kawasan industri tersebut menargetkan kapasitas produksi sekitar 50 ribu kendaraan per tahun pada 2028. Setelah itu, perusahaan akan terus memperluas fasilitas dan meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap.

Melalui strategi tersebut, pengelola proyek berharap dapat membangun fondasi industri yang kuat sebelum memasuki fase produksi skala besar.

Selain itu, pendekatan bertahap juga memberi ruang untuk pengembangan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan rantai pasok dalam negeri.

Kawasan Industri Berdiri di Lahan Ratusan Hektare

Proyek mobil nasional akan berdiri di kawasan yang cukup luas di Kabupaten Subang.

Baca Juga :  Windrose Kirim Truk Listrik ke AS, Siap Tantang Tesla

PT Pindad merancang kawasan tersebut sebagai ekosistem industri otomotif terintegrasi yang tidak hanya berfungsi sebagai lokasi perakitan kendaraan. Perusahaan juga akan membangun pusat penelitian dan pengembangan, fasilitas pengujian kendaraan, area perkantoran, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Menurut rencana, kawasan pengembangan mencapai sekitar 539 hektare. Namun, pada tahap awal pembangunan, perusahaan akan memfokuskan pekerjaan di area sekitar 60 hektare terlebih dahulu.

Karena itu, proyek ini tidak hanya menghadirkan pabrik kendaraan, tetapi juga menciptakan kawasan industri otomotif yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Pemerintah Ingin Bangun Industri Otomotif Nasional

Pemerintah menilai industri otomotif memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Karena itu, proyek mobil nasional tidak hanya berfokus pada produksi kendaraan. Pemerintah juga ingin membangun industri pendukung yang mampu menghasilkan komponen lokal dengan tingkat kandungan dalam negeri yang lebih tinggi.

Selain meningkatkan nilai tambah industri manufaktur, proyek tersebut juga berpotensi menciptakan ribuan lapangan kerja baru.

Di sisi lain, pemerintah berharap keberadaan mobil nasional dapat memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia di pasar regional maupun global.

Pindad Siapkan SDM dan Teknologi

PT Pindad menyatakan telah mempersiapkan sumber daya manusia untuk mendukung proyek mobil nasional.

Menurut Sigit Santosa, perusahaan telah melakukan investasi SDM sejak beberapa tahun terakhir. Langkah tersebut mencakup pengembangan tenaga perencana, pelaksana proyek, hingga tenaga ahli yang akan mengelola operasional industri pada masa mendatang.

Selain itu, perusahaan juga terus mempersiapkan berbagai kebutuhan teknologi yang diperlukan dalam pengembangan kendaraan nasional.

Baca Juga :  Mengenal Cara Kerja Sistem Hybrid Wuling Eksion, Bisa Pilih 4 Mode Energi

Karena itu, proyek ini tidak hanya menitikberatkan pembangunan fisik pabrik, tetapi juga penguatan kapasitas sumber daya manusia yang akan menjadi tulang punggung industri otomotif nasional.

Belajar dari Sejarah Mobil Nasional

Indonesia sebenarnya telah beberapa kali mencoba menghadirkan mobil nasional.

Beberapa proyek seperti Timor, Maleo, Bimantara, hingga Esemka pernah muncul dengan harapan besar. Namun berbagai tantangan membuat proyek-proyek tersebut tidak berkembang sesuai harapan.

Karena itu, pemerintah dan PT Pindad ingin memastikan proyek kali ini memiliki fondasi yang lebih kuat.

Mereka tidak hanya menyiapkan produk kendaraan, tetapi juga membangun ekosistem industri secara menyeluruh agar proyek dapat berjalan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Subang Jadi Kawasan Strategis Industri Otomotif

Pemilihan Subang bukan tanpa alasan.

Wilayah tersebut saat ini berkembang menjadi salah satu pusat industri otomotif baru di Indonesia. Sejumlah produsen kendaraan internasional juga telah membangun fasilitas produksi di kawasan tersebut.

Selain memiliki akses logistik yang baik, Subang juga didukung infrastruktur yang terus berkembang, termasuk pelabuhan dan kawasan industri modern.

Karena itu, lokasi tersebut dinilai mampu mendukung pengembangan industri otomotif nasional dalam skala besar.

Potensi Dampak Ekonomi yang Besar

Jika proyek berjalan sesuai rencana, dampaknya tidak hanya dirasakan sektor otomotif.

Pembangunan kawasan industri berpotensi meningkatkan investasi, memperluas kesempatan kerja, dan menggerakkan sektor ekonomi pendukung lainnya.

Selain itu, peningkatan penggunaan komponen lokal dapat membantu memperkuat industri manufaktur dalam negeri.

Dengan demikian, proyek mobil nasional tidak hanya berorientasi pada produksi kendaraan, tetapi juga menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat struktur ekonomi nasional.

Berita Terkait

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan
Adu SUV PHEV 7 Penumpang, DFSK E5 Plus atau Wuling Eksion PHEV?
Kecelakaan beruntun Tol JORR dipicu rem mendadak pagi ini
Mitsubishi Siap Luncurkan Mobil Hybrid Pertama di Indonesia
Motor Bebek Honda 2026 untuk Pekerja, Irit BBM dan Tangguh
VinFast Tawarkan Sewa Baterai Motor Listrik Mulai Rp84 Ribu per Bulan
Renault Kwid Rp 80 Jutaan, Mobil Eropa Seirit LCGC
SUV Baru Nissan Meluncur, Harga Rp199 Jutaan BBM 19,4 Km/L
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:00 WIB

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:00 WIB

Adu SUV PHEV 7 Penumpang, DFSK E5 Plus atau Wuling Eksion PHEV?

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:03 WIB

Kecelakaan beruntun Tol JORR dipicu rem mendadak pagi ini

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:00 WIB

Mitsubishi Siap Luncurkan Mobil Hybrid Pertama di Indonesia

Senin, 13 Juli 2026 - 12:00 WIB

Motor Bebek Honda 2026 untuk Pekerja, Irit BBM dan Tangguh

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB

Teknologi

Apple TV 2026: Jadwal Rilis, Rumor, dan Spesifikasi Terbaru

Senin, 27 Jul 2026 - 07:00 WIB