WhatsApp Scam Alert Segera Hadir, Fitur Baru untuk Lindungi Pengguna dari Penipuan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: LightRocket via Gett/SOPA Images

Foto: LightRocket via Gett/SOPA Images

Jakarta, Jemarionline.com – WhatsApp terus memperkuat sistem keamanan untuk melindungi penggunanya dari ancaman penipuan digital. Aplikasi pesan instan milik Meta tersebut kini mengembangkan fitur baru bernama WhatsApp Scam Alert yang bertujuan membantu pengguna mengenali pesan mencurigakan sebelum mereka menjadi korban penipuan.

Kemunculan fitur ini menjadi respons terhadap meningkatnya kasus penipuan online yang memanfaatkan aplikasi perpesanan. Pelaku kini menggunakan berbagai cara untuk mengelabui korban, mulai dari menyamar sebagai petugas bank hingga menawarkan hadiah palsu dan investasi fiktif.

Melalui Scam Alert, WhatsApp ingin memberikan perlindungan tambahan agar pengguna dapat mengenali ancaman lebih awal dan mengambil keputusan yang lebih aman saat menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal.

WhatsApp Tingkatkan Keamanan Pengguna

Dalam beberapa tahun terakhir, WhatsApp menghadapi berbagai tantangan terkait keamanan digital. Popularitas aplikasi yang mencapai miliaran pengguna membuat platform ini sering menjadi sasaran pelaku kejahatan siber.

Meta terus memperbarui sistem keamanan agar pengguna dapat berkomunikasi dengan lebih aman. Perusahaan menghadirkan berbagai fitur perlindungan seperti verifikasi dua langkah, enkripsi end-to-end, penguncian chat, hingga perlindungan perangkat.

Kini WhatsApp menambahkan Scam Alert sebagai lapisan keamanan baru yang secara khusus berfokus pada pencegahan penipuan.

Langkah tersebut menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menjaga keamanan pengguna di tengah meningkatnya aktivitas kejahatan digital.

Apa Itu WhatsApp Scam Alert?

WhatsApp menghadirkan Scam Alert sebagai fitur keamanan yang membantu pengguna mengenali pesan mencurigakan dari nomor yang tidak dikenal.

Sistem ini bekerja dengan menganalisis pola tertentu yang sering digunakan pelaku penipuan. Ketika sistem menemukan aktivitas yang mencurigakan, aplikasi akan memberikan peringatan kepada pengguna sebelum mereka melakukan interaksi lebih lanjut.

Dengan cara tersebut, pengguna memiliki kesempatan untuk meninjau kembali pesan yang diterima sebelum membalas, membuka tautan, atau memberikan informasi pribadi.

Fitur ini tidak bertujuan menggantikan kewaspadaan pengguna, tetapi membantu memberikan informasi tambahan agar pengguna dapat mengambil keputusan yang lebih aman.

Cara Kerja Scam Alert

WhatsApp menjalankan Scam Alert secara otomatis di dalam aplikasi.

Baca Juga :  Waspada Kabel USB Berbahaya, Ancaman Keamanan Digital yang Semakin Perlu Diperhatikan pada 2026

Sistem akan memantau pola komunikasi yang sering muncul dalam berbagai modus penipuan. Ketika algoritma menemukan indikasi aktivitas yang mencurigakan, aplikasi langsung mengirimkan peringatan kepada pengguna.

WhatsApp tidak meminta pengguna mengaktifkan fitur ini secara manual. Sistem bekerja di latar belakang dan memberikan perlindungan tanpa mengganggu aktivitas komunikasi sehari-hari.

Peringatan tersebut membantu pengguna mengenali potensi risiko sebelum mereka melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri.

Melalui pendekatan ini, WhatsApp berusaha mencegah penipuan sejak tahap awal komunikasi.

Modus Penipuan Terus Berkembang

Perkembangan teknologi membuat modus penipuan digital semakin beragam.

Pelaku tidak lagi hanya mengirim tautan berbahaya. Mereka kini memanfaatkan teknik manipulasi psikologis yang lebih canggih untuk memengaruhi korban.

Sebagian pelaku berpura-pura menjadi petugas bank dan meminta data pribadi. Sebagian lainnya menawarkan pekerjaan dengan gaji tinggi, investasi yang menjanjikan keuntungan besar, atau hadiah yang sebenarnya tidak pernah ada.

Dalam beberapa kasus, pelaku bahkan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk membuat pesan yang terlihat lebih meyakinkan.

Kondisi tersebut membuat banyak pengguna kesulitan membedakan komunikasi asli dan pesan penipuan.

Karena itu, WhatsApp menilai perlunya sistem tambahan yang dapat membantu pengguna mengenali risiko lebih cepat.

Meta Terus Tambah Lapisan Perlindungan

Meta tidak hanya mengembangkan Scam Alert.

Perusahaan juga menghadirkan berbagai fitur keamanan lain untuk memperkuat perlindungan pengguna di seluruh ekosistem aplikasinya.

WhatsApp kini mampu mendeteksi aktivitas login yang tidak biasa. Sistem juga dapat memberi tahu pengguna ketika seseorang mencoba menghubungkan akun mereka ke perangkat lain.

Selain itu, Meta terus meningkatkan teknologi deteksi akun palsu dan aktivitas mencurigakan di berbagai platform yang dimilikinya.

Perusahaan berharap kombinasi teknologi keamanan dan edukasi pengguna dapat mengurangi jumlah korban penipuan digital.

WhatsApp Hapus Jutaan Akun Penipu

WhatsApp secara rutin mengambil tindakan terhadap akun yang melanggar aturan platform.

Perusahaan menonaktifkan jutaan akun yang menjalankan aktivitas penipuan terorganisir di berbagai negara. Banyak akun tersebut menawarkan investasi palsu, pekerjaan fiktif, hingga berbagai bentuk penipuan berkedok hadiah.

Baca Juga :  Waspada Penipuan Lewat Telepon, Kenali Ciri-Ciri Vishing Agar Tidak Jadi Korban

Tim keamanan WhatsApp juga terus memantau aktivitas jaringan penipuan yang mencoba memanfaatkan platform untuk menjangkau korban baru.

Langkah tersebut membantu menjaga keamanan ekosistem WhatsApp sekaligus mengurangi penyebaran aktivitas kriminal di platform.

Meski demikian, perusahaan mengakui bahwa pelaku terus mencari cara baru untuk menghindari sistem deteksi.

Pengguna Tetap Harus Waspada

Kehadiran Scam Alert tidak berarti pengguna dapat mengabaikan kewaspadaan pribadi.

WhatsApp tetap mengimbau pengguna untuk berhati-hati ketika menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal.

Pengguna sebaiknya tidak memberikan kode OTP, PIN, kata sandi, maupun data perbankan kepada siapa pun melalui pesan.

Selain itu, pengguna perlu memverifikasi identitas pengirim sebelum mengikuti instruksi yang terkesan mendesak atau tidak biasa.

Jika menerima pesan yang mencurigakan, pengguna dapat memanfaatkan fitur blokir dan laporkan yang tersedia di aplikasi.

Kombinasi antara teknologi keamanan dan kesadaran pengguna menjadi cara paling efektif untuk mengurangi risiko penipuan digital.

Kapan Scam Alert Diluncurkan?

Saat ini WhatsApp masih menguji Scam Alert dalam versi beta Android.

Perusahaan terus menyempurnakan sistem sebelum merilisnya kepada seluruh pengguna secara global. Tim pengembang ingin memastikan fitur tersebut mampu memberikan perlindungan yang akurat tanpa mengganggu pengalaman pengguna.

Meta masih merahasiakan jadwal peluncuran resmi. Namun berbagai laporan menunjukkan perusahaan terus mempercepat pengembangan fitur ini mengingat tingginya ancaman penipuan online.

Jika proses pengujian berjalan lancar, WhatsApp kemungkinan akan menghadirkan Scam Alert dalam pembaruan aplikasi pada masa mendatang.

Scam Alert Bisa Kurangi Korban Penipuan

Banyak pengamat teknologi menilai Scam Alert berpotensi memberikan dampak positif yang signifikan.

Fitur ini dapat membantu pengguna mengenali ancaman lebih cepat, terutama bagi mereka yang belum memahami berbagai modus penipuan digital.

Semakin cepat pengguna menerima peringatan, semakin kecil kemungkinan mereka menjadi korban.

Meski tidak dapat menghilangkan seluruh ancaman penipuan, Scam Alert dapat menjadi alat penting dalam meningkatkan keamanan komunikasi digital. (man)

Berita Terkait

Huawei Nova 16s Series Rilis di RI Bawa Kamera 200 MP
Apple Resmi Pensiunkan MacBook 12 Inci dan iPad 6 dari Layanan Servis
Cara Mengirim Video Berukuran Besar Lewat WhatsApp dengan Mudah
Vivo X300 Ultra Kantongi Sertifikasi Resmi Komdigi dan Segera Masuk Pasar Indonesia
Telkomsel Buka Program Inkubasi NextDev Ke-12 Inovasi AI
Penyebab Tagihan Listrik Melonjak Meski Pemakaian Minim dan Solusinya
Hindari Jebakan Skimmer di Gerai ATM, Regulator Beberkan Trik Amankan PIN
Microsoft Ungkap Hacker Kian Mahir Pakai AI Kalahkan Polisi Siber
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Huawei Nova 16s Series Rilis di RI Bawa Kamera 200 MP

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:12 WIB

Apple Resmi Pensiunkan MacBook 12 Inci dan iPad 6 dari Layanan Servis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:51 WIB

Cara Mengirim Video Berukuran Besar Lewat WhatsApp dengan Mudah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Vivo X300 Ultra Kantongi Sertifikasi Resmi Komdigi dan Segera Masuk Pasar Indonesia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Telkomsel Buka Program Inkubasi NextDev Ke-12 Inovasi AI

Berita Terbaru

Deretan Huawei Nova 16s Series dengan kamera 200 MP resmi hadir di Indonesia mengusung baterai 7.000 mAh.(poto: AI).

Teknologi

Huawei Nova 16s Series Rilis di RI Bawa Kamera 200 MP

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:07 WIB

Ilustarsi Seorang warga sedang bertransaksi membeli emas Antam di outlet Pegadaian, Kamis (22/10/2026).(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:20 WIB

Petugas Mantri BRI menjelaskan tabel simulasi angsuran KUR kepada pelaku usaha mikro di warung kelontong.(ilustrasi poto: AI).

Ekonomi

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:14 WIB

Emas batangan Antam kemasan CertiCard pecahan 1 gram bersanding dengan kalkulator di atas meja kayu.(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:09 WIB