WhatsApp Punya Fitur Khusus Lawan Spyware, Begini Cara Mengaktifkannya

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pexels/Anton

Foto: Pexels/Anton

Jakarta, Jemarionline.com – WhatsApp menghadirkan fitur keamanan tambahan yang membantu pengguna melindungi percakapan dari ancaman spyware dan penyalahgunaan data. Fitur tersebut bernama Advanced Chat Privacy atau Privasi Chat Tingkat Lanjut yang dirancang untuk meningkatkan perlindungan pada percakapan pribadi maupun grup.

Meta mengembangkan fitur ini sebagai lapisan keamanan tambahan di luar sistem enkripsi end-to-end yang sudah digunakan WhatsApp. Dengan fitur tersebut, pengguna dapat membatasi berbagai tindakan yang berpotensi membahayakan privasi percakapan.

Karena itu, fitur ini menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko pencurian data melalui perangkat lunak mata-mata atau spyware.

Apa Itu Spyware?

Spyware merupakan perangkat lunak berbahaya yang dapat memantau aktivitas pengguna tanpa izin. Program ini dapat mencuri data pribadi, membaca pesan, merekam aktivitas layar, hingga mengambil informasi sensitif dari perangkat korban.

Dalam beberapa kasus, spyware bahkan mampu mengakses percakapan secara real-time apabila berhasil menginfeksi perangkat pengguna. Karena itu, perlindungan tambahan menjadi semakin penting bagi pengguna aplikasi pesan instan.

Baca Juga :  Cara Login WhatsApp Web di HP, Buka 2 Akun WA Berbeda Sekaligus

Cara Mengaktifkan Fitur Privasi Chat Tingkat Lanjut

WhatsApp menyediakan fitur tersebut langsung di dalam aplikasi.

Untuk mengaktifkannya, pengguna dapat mengikuti langkah berikut:

  1. Buka aplikasi WhatsApp.
  2. Pilih chat pribadi atau grup yang ingin dilindungi.
  3. Ketuk nama kontak atau nama grup di bagian atas.
  4. Cari menu Advanced Chat Privacy.
  5. Aktifkan fitur tersebut.

Setelah pengguna mengaktifkan fitur ini, WhatsApp akan menerapkan perlindungan tambahan pada percakapan yang dipilih.

Fungsi Utama Fitur Ini

Advanced Chat Privacy membantu pengguna menjaga kerahasiaan percakapan dengan membatasi sejumlah aktivitas tertentu.

Fitur ini dapat mencegah ekspor chat, membatasi penggunaan pesan untuk fitur AI tertentu, serta menambah lapisan perlindungan terhadap upaya pengumpulan data dari luar percakapan.

Selain itu, fitur ini juga membantu pengguna yang sering membahas informasi sensitif dalam grup atau percakapan pribadi.

Karena itu, WhatsApp menyarankan pengguna mengaktifkan fitur tersebut pada chat yang berisi data penting.

Baca Juga :  Kuota Internet Hangus: Masalah Teknis atau Strategi Bisnis Operator?

Enkripsi Tetap Menjadi Pertahanan Utama

WhatsApp tetap mengandalkan teknologi end-to-end encryption sebagai sistem keamanan utama.

Teknologi tersebut memastikan hanya pengirim dan penerima yang dapat membaca isi pesan. Bahkan WhatsApp sendiri tidak dapat mengakses isi percakapan pengguna.

Namun, enkripsi tidak selalu mampu melindungi pengguna apabila perangkat sudah terinfeksi spyware. Karena itu, WhatsApp menambahkan fitur keamanan baru untuk memperkuat perlindungan privasi.

Pengguna Perlu Tetap Waspada

Selain mengaktifkan fitur keamanan, pengguna juga perlu menerapkan langkah perlindungan lainnya.

Pengguna sebaiknya tidak mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi, rutin memperbarui sistem operasi, serta mengaktifkan verifikasi dua langkah pada akun WhatsApp.

Selain itu, pengguna juga perlu memeriksa perangkat yang terhubung melalui menu Linked Devices secara berkala untuk memastikan tidak ada akses mencurigakan.

Karena itu, kombinasi antara fitur keamanan WhatsApp dan kebiasaan digital yang aman menjadi cara terbaik untuk melindungi data pribadi.

Berita Terkait

Huawei Nova 16s Series Rilis di RI Bawa Kamera 200 MP
Apple Resmi Pensiunkan MacBook 12 Inci dan iPad 6 dari Layanan Servis
Cara Mengirim Video Berukuran Besar Lewat WhatsApp dengan Mudah
Vivo X300 Ultra Kantongi Sertifikasi Resmi Komdigi dan Segera Masuk Pasar Indonesia
Telkomsel Buka Program Inkubasi NextDev Ke-12 Inovasi AI
Penyebab Tagihan Listrik Melonjak Meski Pemakaian Minim dan Solusinya
Hindari Jebakan Skimmer di Gerai ATM, Regulator Beberkan Trik Amankan PIN
Microsoft Ungkap Hacker Kian Mahir Pakai AI Kalahkan Polisi Siber
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Huawei Nova 16s Series Rilis di RI Bawa Kamera 200 MP

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:12 WIB

Apple Resmi Pensiunkan MacBook 12 Inci dan iPad 6 dari Layanan Servis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:51 WIB

Cara Mengirim Video Berukuran Besar Lewat WhatsApp dengan Mudah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Vivo X300 Ultra Kantongi Sertifikasi Resmi Komdigi dan Segera Masuk Pasar Indonesia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Telkomsel Buka Program Inkubasi NextDev Ke-12 Inovasi AI

Berita Terbaru

Deretan Huawei Nova 16s Series dengan kamera 200 MP resmi hadir di Indonesia mengusung baterai 7.000 mAh.(poto: AI).

Teknologi

Huawei Nova 16s Series Rilis di RI Bawa Kamera 200 MP

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:07 WIB

Ilustarsi Seorang warga sedang bertransaksi membeli emas Antam di outlet Pegadaian, Kamis (22/10/2026).(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:20 WIB

Petugas Mantri BRI menjelaskan tabel simulasi angsuran KUR kepada pelaku usaha mikro di warung kelontong.(ilustrasi poto: AI).

Ekonomi

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:14 WIB

Emas batangan Antam kemasan CertiCard pecahan 1 gram bersanding dengan kalkulator di atas meja kayu.(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:09 WIB