Universitas Indonesia Kembangkan Robot Medis untuk Operasi Jantung Berbasis AI

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Robot medis AI berkolaborasi dengan dokter dalam operasi jantung, menampilkan inovasi teknologi medis canggih.

Robot medis AI berkolaborasi dengan dokter dalam operasi jantung, menampilkan inovasi teknologi medis canggih.

Jemarionline – Tim peneliti Universitas Indonesia (UI) mengumumkan pengembangan robot medis canggih berbasis AI untuk membantu operasi jantung. Robot ini dirancang untuk meningkatkan presisi prosedur, meminimalkan risiko komplikasi, dan mempercepat pemulihan pasien.

Dr. Alya Nugroho, Kepala Tim Peneliti, menjelaskan bahwa robot ini menggunakan algoritma kecerdasan buatan real-time untuk mendeteksi pola detak jantung dan menyesuaikan gerakan instrumen secara otomatis.

Fitur Unggulan Robot Medis

Beberapa kemampuan utama robot medis ini meliputi:

  • Gerakan instrumen bedah presisi mikronik

  • Analisis data vital pasien secara real-time

  • Integrasi dengan sistem pencitraan 3D untuk panduan operasi

Baca Juga :  Tren Minum Lemon + Minyak Zaitun Viral, Penderita GERD Wajib Hati-hati!

Robot ini juga dapat dikontrol oleh ahli bedah dari jarak jauh, memungkinkan kolaborasi internasional dalam prosedur kritis.

Manfaat dan Penerimaan Medis

Percobaan awal di laboratorium menunjukkan penurunan risiko kesalahan hingga 30% dibandingkan prosedur manual. Rumah sakit mitra UI menyatakan antusiasme tinggi untuk uji klinis.

Baca Juga :  Daftar Lengkap Game Terbaru 2026 yang Wajib Dinantikan Para Gamers

Ahli bedah menekankan potensi robot ini dalam meningkatkan keselamatan pasien dan mempercepat proses pembelajaran dokter muda.

Langkah Selanjutnya

Tim UI berencana melakukan uji klinis terbatas pada kuartal kedua 2026. Setelah berhasil, robot medis ini akan dipasarkan secara nasional dan menjadi model untuk pengembangan robot medis di Asia Tenggara

Berita Terkait

Insinyur Rusia Kembangkan Teknologi Baru Penangkal Rudal Pencari Panas
Kapsul Orion Artemis II Berhasil Mendarat di Samudra Pasifik, Seluruh Astronaut Selamat
Microsoft: Copilot AI Hanya untuk Hiburan, Jangan Andalkan untuk Keputusan Penting
Google Didesak Hapus Konten “AI Slop” di YouTube Kids
Google Tuduh Korea Utara Serang Software Axios
Teknologi Pengganti Smartphone Mulai Hadir di Pasaran
Saab Tantang Dominasi F-35 di Kanada Lewat Produksi Gripen Lokal
Google Izinkan Mengganti Alamat Gmail Tanpa Akun Baru
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 01:00 WIB

Insinyur Rusia Kembangkan Teknologi Baru Penangkal Rudal Pencari Panas

Minggu, 12 April 2026 - 02:00 WIB

Kapsul Orion Artemis II Berhasil Mendarat di Samudra Pasifik, Seluruh Astronaut Selamat

Rabu, 8 April 2026 - 12:00 WIB

Microsoft: Copilot AI Hanya untuk Hiburan, Jangan Andalkan untuk Keputusan Penting

Senin, 6 April 2026 - 08:00 WIB

Google Didesak Hapus Konten “AI Slop” di YouTube Kids

Sabtu, 4 April 2026 - 07:00 WIB

Google Tuduh Korea Utara Serang Software Axios

Berita Terbaru

Kanada Ingin Kurangi Ketergantungan pada Amerika Serikat (AI)

Internasional

Kanada Ingin Kurangi Ketergantungan pada Amerika Serikat

Senin, 13 Apr 2026 - 10:00 WIB