Spyware Morpheus Serang Android, Bisa Bajak WhatsApp Diam-diam

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spyware Morpheus Serang Android, Bisa Bajak WhatsApp Diam-diam Foto: Getty Images/mohd izzuan

Spyware Morpheus Serang Android, Bisa Bajak WhatsApp Diam-diam Foto: Getty Images/mohd izzuan

Jakarta, Jemarionline.com – Ancaman siber kembali meningkat dan kini menyasar pengguna Android. Spyware bernama Morpheus muncul dengan kemampuan memantau aktivitas layar hingga mengambil alih akun WhatsApp tanpa sepengetahuan pemilik perangkat.

Pakar keamanan siber mengingatkan bahwa malware ini tidak bekerja secara acak. Pelaku merancang serangan dengan pendekatan yang lebih terarah.

Seorang pakar dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menyebut Morpheus memiliki fungsi khusus.

“Morpheus adalah spyware Android yang biasa dipakai untuk pengawasan,” ujarnya.

Pelaku Memancing Korban untuk Instal Aplikasi

Pelaku tidak mengirim virus secara langsung. Mereka lebih dulu menciptakan kondisi tertentu agar korban merasa perlu memasang aplikasi.

Dalam beberapa kasus, korban tiba-tiba kehilangan koneksi data. Setelah itu, korban menerima pesan yang menyarankan perbaikan jaringan atau pembaruan sistem.

Pesan tersebut mengarahkan korban ke file APK yang tampak seperti aplikasi resmi. Padahal, file itu membawa spyware.

Teknik ini dikenal sebagai social engineering. Pelaku memanfaatkan kepercayaan dan kepanikan korban untuk menjalankan aksinya.

Celah Android Jadi Pintu Masuk

Sistem Android memberi kebebasan untuk menginstal aplikasi dari berbagai sumber. Fitur ini memudahkan pengguna, tetapi juga membuka peluang serangan.

Baca Juga :  OJK: Data Nasabah dan Dana Hilang di Bank 9 Jambi Masih Dalam Audit

Pengguna yang mengaktifkan opsi “install dari sumber tidak dikenal” menghadapi risiko lebih besar. Morpheus memanfaatkan kondisi ini untuk masuk ke perangkat.

Begitu pengguna memasang file berbahaya, spyware langsung aktif.

Morpheus Mengambil Kendali Lewat Accessibility

Setelah masuk, malware ini langsung meminta izin akses tertentu. Salah satu yang paling penting adalah Accessibility Permission.

Izin ini memungkinkan aplikasi membantu pengguna dengan kebutuhan khusus. Namun, Morpheus justru memanfaatkannya untuk mengontrol perangkat.

Dengan akses tersebut, spyware bisa:

  • Melihat aktivitas layar
  • Membaca isi aplikasi
  • Mengendalikan interaksi pengguna

Kontrol ini memberi pelaku akses luas terhadap data korban.

WhatsApp Jadi Target Utama

Morpheus menargetkan WhatsApp karena aplikasi ini menyimpan banyak informasi pribadi.

Spyware bisa menautkan perangkat baru ke akun korban. Proses ini berjalan tanpa notifikasi yang jelas.

Selain itu, pelaku bisa menampilkan halaman login palsu untuk mencuri kode verifikasi.

Setelah berhasil masuk, pelaku dapat membaca pesan, melihat kontak, hingga memanfaatkan akun korban untuk tujuan lain.

Serangan Tidak Bersifat Massal

Pelaku tidak menyerang semua pengguna. Mereka memilih target tertentu yang dianggap penting.

Baca Juga :  Tren Baru Gen Z Tinggalkan Smartphone, Kini Beralih ke Gadget Sederhana

Biasanya, target mencakup:

  • Jurnalis
  • Aktivis
  • Pejabat
  • Individu dengan akses data sensitif

Strategi ini membuat serangan lebih sulit terdeteksi karena tidak terjadi secara luas.

Teknik Sederhana, Dampak Besar

Morpheus tidak memakai metode canggih seperti spyware kelas atas. Malware ini tidak menggunakan serangan tanpa klik.

Sebaliknya, pelaku mengandalkan interaksi pengguna. Mereka mendorong korban untuk menginstal aplikasi secara sukarela.

Pendekatan ini terbukti efektif karena banyak pengguna tidak menyadari risikonya.

Cara Mencegah Serangan

Pengguna bisa melindungi perangkat dengan beberapa langkah sederhana:

  • Instal aplikasi hanya dari Google Play Store
  • Abaikan link atau file APK dari sumber tidak dikenal
  • Matikan opsi instal aplikasi dari luar sistem
  • Aktifkan verifikasi dua langkah di WhatsApp
  • Periksa perangkat tertaut secara rutin

Langkah ini membantu mengurangi risiko secara signifikan.

Peran Pengguna Sangat Penting

Serangan seperti Morpheus tidak hanya bergantung pada celah sistem. Perilaku pengguna juga menentukan keberhasilan serangan.

Pengguna yang waspada cenderung lebih aman. Sebaliknya, keputusan yang terburu-buru bisa membuka akses bagi pelaku.

Karena itu, kesadaran digital menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan perangkat.

Berita Terkait

Samsung Siapkan Revolusi Kamera Galaxy S27 Ultra: Benarkah Satu Lensa Bakal Lenyap?
Perbandingan Spesifikasi Vivo S50T dan Vivo S50 Terbaru 2026, Mana Lebih Unggul?
Samsung Galaxy S26 Series Hadirkan Integrasi Multi-AI, Fokus Tingkatkan Produktivitas Pengguna
ChatGPT Images 2.0 Resmi Dirilis, India Jadi Pasar Terbesar Pengguna AI Gambar OpenAI
Harga Samsung Galaxy S25 Naik Maret 2026, Ini Rincian Lengkapnya
Harga iPhone 17 Series April 2026 Berubah, Sejumlah Varian Alami Penyesuaian
Samsung A37 vs A57, Jangan Salah Pilih Ini Bedanya
Samsung Galaxy S26 Series Andalkan AI Canggih, Multitasking Makin Mudah
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:00 WIB

Samsung Siapkan Revolusi Kamera Galaxy S27 Ultra: Benarkah Satu Lensa Bakal Lenyap?

Senin, 4 Mei 2026 - 13:00 WIB

Spyware Morpheus Serang Android, Bisa Bajak WhatsApp Diam-diam

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:00 WIB

Perbandingan Spesifikasi Vivo S50T dan Vivo S50 Terbaru 2026, Mana Lebih Unggul?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:00 WIB

Samsung Galaxy S26 Series Hadirkan Integrasi Multi-AI, Fokus Tingkatkan Produktivitas Pengguna

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:00 WIB

ChatGPT Images 2.0 Resmi Dirilis, India Jadi Pasar Terbesar Pengguna AI Gambar OpenAI

Berita Terbaru