Mantan Pangeran Andrew Ditangkap Polisi Inggris Terkait Kasus Epstein

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Pangeran Andrew Ditangkap Polisi Inggris Terkait Kasus Epstein

Mantan Pangeran Andrew Ditangkap Polisi Inggris Terkait Kasus Epstein

London, 19 Februari 2026 – Mantan Pangeran Andrew, adik dari Raja Charles III, ditangkap oleh kepolisian Inggris pada Rabu (19/2) terkait dugaan pelanggaran jabatan publik (misconduct in public office) selama menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris. Penangkapan ini memicu gejolak besar di publik karena menandai salah satu anggota senior keluarga kerajaan yang menghadapi proses hukum secara resmi.

Penangkapan dilakukan oleh Thames Valley Police di kediamannya, Sandringham, dan berlangsung selama hampir satu hari. Polisi kemudian membebaskannya sambil masih menjalani penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga :  Skandal Epstein Kembali Memanas, Sejumlah Pejabat Dunia Pilih Mundur

Kasus ini terkait dengan skandal Jeffrey Epstein, terpidana kejahatan seksual asal Amerika Serikat. Dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS mengindikasikan bahwa Andrew diduga menyalahgunakan informasi resmi dan memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan Epstein, termasuk selama ia bertugas sebagai utusan dagang Inggris antara 2001–2011.

Raja Charles III menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan dan Istana akan bekerja sama penuh dengan pihak kepolisian. “Tidak ada yang berada di atas hukum,” ujar Raja Charles dalam pernyataannya.

Baca Juga :  Kilang Minyak Aramco Diserang Rudal Iran, Saudi Tegaskan Siap Ambil Opsi Militer

Penangkapan ini mendapat respons beragam. Keluarga korban Epstein menyambut langkah ini sebagai bentuk keadilan yang tertunda. Sementara publik Inggris memandang peristiwa ini sebagai salah satu momen paling mengejutkan dalam sejarah modern keluarga kerajaan.

Hingga saat ini, Andrew belum didakwa secara resmi, namun penyelidikan sedang berlangsung. Kasus ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan global karena keterlibatan seor

Berita Terkait

Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Ekonomi
Dokter AS Positif Ebola saat Operasi Pasien di Kongo, Kini Dievakuasi ke Jerman
Petugas Bandara Jeddah Lakukan Penyitaan Rokok Milik Jemaah Haji Indonesia
Rusia dan Ukraina Tukar 205 Tawanan Perang, Dimediasi AS di Tengah Memanasnya Konflik
Indonesia–Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama 2026–2030 di Minsk
China dan Jepang Kembali Bersitegang, Insiden Jet Tempur di Laut Pasifik Picu Kekhawatiran Kawasan
Kamboja Deportasi Ribuan WNA Ilegal, Didominasi Kasus Penipuan Daring
Penembakan Saat Jamuan Malam Trump Gegerkan AS, Pelaku Dipastikan Tidak Terkait Iran
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:00 WIB

Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Ekonomi

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:00 WIB

Dokter AS Positif Ebola saat Operasi Pasien di Kongo, Kini Dievakuasi ke Jerman

Senin, 18 Mei 2026 - 15:00 WIB

Petugas Bandara Jeddah Lakukan Penyitaan Rokok Milik Jemaah Haji Indonesia

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:00 WIB

Rusia dan Ukraina Tukar 205 Tawanan Perang, Dimediasi AS di Tengah Memanasnya Konflik

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:00 WIB

Indonesia–Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama 2026–2030 di Minsk

Berita Terbaru

Stadion Teladan Medan diusulkan menjadi salah satu venue pertandingan ASEAN U-19 Championship 2026 yang berlangsung di Sumatera Utara.( Poto : istimewa)

Sepak Bola

PSSI Sumut Ambil Alih Akomodasi AFF U-19 2026 di Medan

Rabu, 3 Jun 2026 - 06:35 WIB