Jemarionline – Dalam ajaran Islam, terdapat waktu-waktu tertentu yang memiliki keutamaan khusus untuk berdoa. Pada waktu-waktu tersebut, seorang Muslim dianjurkan untuk lebih bersungguh-sungguh memohon ampunan, rahmat, dan kebaikan kepada Allah SWT. Salah satu riwayat yang masyhur di kalangan ulama menyebutkan adanya lima malam yang doa di dalamnya mustajab.
Riwayat ini dinisbatkan kepada sahabat Nabi ﷺ, Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, sebagaimana tercantum dalam kitab Syu‘ab al-Iman karya Imam al-Baihaqi.
Riwayat Abdullah bin Umar tentang Malam Mustajab
Abdullah bin Umar berkata:
“Ada lima malam yang doa di dalamnya tidak tertolak (mustajab): malam Jumat, awal malam bulan Rajab, malam Nishfu Sya’ban, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.”
(HR. al-Baihaqi dalam Syu‘ab al-Iman)
Riwayat ini termasuk atsar sahabat, yaitu perkataan sahabat Nabi ﷺ, yang memiliki kedudukan penting dalam khazanah keilmuan Islam, khususnya dalam memahami praktik ibadah generasi awal umat Islam.
Penjelasan Lima Malam Mustajab
1. Malam Jumat
Malam Jumat dimulai sejak terbenamnya matahari pada Kamis petang. Malam ini memiliki keistimewaan karena hari Jumat adalah sayyidul ayyam (penghulu segala hari). Umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, shalawat, membaca Al-Qur’an, dan istighfar pada malam ini.
2. Awal Malam Bulan Rajab
Bulan Rajab termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Awal masuknya bulan Rajab menjadi momentum spiritual untuk memperbanyak taubat dan amal saleh sebagai persiapan menuju bulan Ramadhan.
3. Malam Nishfu Sya’ban
Malam Nishfu Sya’ban jatuh pada malam tanggal 15 bulan Sya’ban. Banyak ulama menjelaskan bahwa pada malam ini Allah SWT melimpahkan ampunan kepada hamba-hamba-Nya yang memohon ampun, kecuali bagi mereka yang masih menyimpan permusuhan dan kesyirikan. Dianjurkan untuk memperbanyak doa, istighfar, dan introspeksi diri secara pribadi.
4. Malam Idul Fitri
Malam Idul Fitri merupakan penutup dari rangkaian ibadah Ramadhan. Pada malam ini, umat Islam dianjurkan bertakbir, berdoa, dan bersyukur atas nikmat kesempatan menjalani puasa sebulan penuh.
5. Malam Idul Adha
Malam Idul Adha bertepatan dengan puncak ibadah haji dan pengorbanan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Malam ini menjadi waktu yang utama untuk memanjatkan doa, terutama doa-doa kebaikan dunia dan akhirat.
Sikap Bijak dalam Mengamalkan
Para ulama menegaskan bahwa menghidupkan malam-malam tersebut dianjurkan dengan ibadah yang bersifat umum, seperti:
-
berdoa,
-
berdzikir,
-
membaca Al-Qur’an,
-
istighfar,
-
dan shalat sunnah secara pribadi.
Tidak dianjurkan mengkhususkan bentuk ibadah tertentu tanpa dasar yang jelas dari Al-Qur’an dan Sunnah.
Penutup
Malam-malam mustajab merupakan kesempatan berharga bagi setiap Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Riwayat Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma ini menjadi pengingat bahwa Islam mengajarkan kita untuk peka terhadap waktu-waktu penuh keberkahan dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.
Semoga Allah SWT menerima doa-doa kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan memberikan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan. Aamiin.









