Kode QR Baru Ini Bisa Bahayakan Pengguna, Simbol Teks Jadi Modus

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. QR & Barcode Scanner.

Dok. QR & Barcode Scanner.

Jakarta, Jemarionline.com – Pakar keamanan digital mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat memindai kode QR. Pelaku kejahatan siber kini memakai simbol teks tertentu untuk menyamarkan tautan berbahaya di dalam QR code.

Selain itu, modus baru ini membuat banyak pengguna sulit membedakan kode QR asli dan palsu.

Pelaku Gunakan Simbol Teks untuk Menipu Korban

Pelaku kejahatan siber memanfaatkan karakter dan simbol teks agar tautan terlihat aman.

Dengan teknik tersebut, mereka mengarahkan korban ke situs palsu tanpa menimbulkan kecurigaan.

Selanjutnya, korban biasanya memasukkan data pribadi atau informasi login karena mengira situs tersebut resmi.

Penggunaan QR code yang semakin luas membuat pelaku siber melihat celah baru untuk menjalankan aksi penipuan.

Baca Juga :  Revolusi Kecerdasan Buatan di Indonesia: Mendorong Transformasi Digital di Semua Sektor

Saat ini, masyarakat memakai QR code untuk pembayaran digital, login aplikasi, hingga akses informasi tertentu.

Karena itu, pelaku mencoba memanfaatkan kebiasaan tersebut untuk mencuri data pengguna.

Risiko Pencurian Data Semakin Besar

Ketika korban memindai QR code palsu, pelaku bisa mencuri berbagai informasi penting.

Misalnya, data login, nomor telepon, email, hingga informasi perbankan digital.

Di sisi lain, beberapa situs palsu juga dapat memasang malware ke perangkat pengguna tanpa disadari.

Akibatnya, risiko pencurian data dan peretasan akun semakin meningkat.

Cara Menghindari QR Code Berbahaya

Pengguna perlu memeriksa sumber QR code sebelum memindainya.

Baca Juga :  Xiaomi 17 Max Siap Gegerkan Pasar, Bawa Baterai 8.000mAh dan Kamera Leica 200MP

Selain itu, pengguna sebaiknya tidak langsung membuka tautan mencurigakan setelah proses scan selesai.

Selanjutnya, masyarakat juga perlu memastikan situs tujuan memakai domain resmi dan sistem keamanan yang valid.

Dengan langkah tersebut, pengguna dapat mengurangi risiko menjadi korban penipuan digital.

Pakar keamanan digital meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya pada QR code yang tersebar di tempat umum atau media sosial.

Selain itu, pengguna juga perlu memperbarui sistem keamanan perangkat agar perlindungan terhadap malware tetap optimal.

Oleh karena itu, kewaspadaan pengguna menjadi faktor penting untuk mencegah kebocoran data digital.(man)

Berita Terkait

DuckDuckGo Ramai Dipakai Setelah Google Perluas AI di Search
Meta Angkat Bicara soal Dugaan Kebocoran Data Instagram 2026
Casio Rilis Jam Tangan MR-G Baru, Desainnya Terinspirasi Laut Kutub
Google Wallet 2026 Kini Lebih Cerdas dan Terorganisir
15 Fitur Google Flow Beta Terbaru 2026 yang Jarang Diketahui, Banyak Dicari Pengguna
Samsung Ungguli iPhone di AS, Ini Penyebabnya
Powerbank LOOPS 10000 mAh Resmi Meluncur, Segini Harganya
DeepSeek Guncang Industri AI, Harga API Dipangkas Permanen hingga 75%
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:00 WIB

DuckDuckGo Ramai Dipakai Setelah Google Perluas AI di Search

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:00 WIB

Kode QR Baru Ini Bisa Bahayakan Pengguna, Simbol Teks Jadi Modus

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:00 WIB

Meta Angkat Bicara soal Dugaan Kebocoran Data Instagram 2026

Jumat, 29 Mei 2026 - 05:00 WIB

Casio Rilis Jam Tangan MR-G Baru, Desainnya Terinspirasi Laut Kutub

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:00 WIB

Google Wallet 2026 Kini Lebih Cerdas dan Terorganisir

Berita Terbaru

Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah. Dok. Youtube BPJS Kesehatan

Ekonomi

BPJS Kesehatan Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Iuran Tahun Ini

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00 WIB

Foto: Gilang Faturahman/detikFoto

Bisnis

IHSG Tiba-tiba Anjlok, Saham Bank Besar Kompak Melemah

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:00 WIB