Kebutuhan Beras di Batang Hari Naik Jadi 2.000 Ton per Bulan Jelang Idul Adha 1447 H

Kebutuhan Beras Batang Hari Naik Jadi 2000 Ton Jelang Idul Adha

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: JAMBITV.CO

Foto: JAMBITV.CO

Batang Hari, Jemarionline.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, kebutuhan konsumsi beras di Kabupaten Batang Hari mengalami peningkatan. Pemerintah daerah mencatat kebutuhan beras bulanan kini mencapai sekitar 2.000 ton.

Kenaikan ini terjadi karena konsumsi masyarakat ikut meningkat seiring mendekati hari besar keagamaan. Selain itu, aktivitas ekonomi rumah tangga juga ikut mendorong permintaan bahan pokok, terutama beras sebagai kebutuhan utama.

Di sisi lain, pemerintah daerah memastikan distribusi pangan tetap berjalan lancar agar tidak terjadi kelangkaan di pasar tradisional maupun toko ritel.

Permintaan Naik, Pasokan Tetap Dijaga

Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus memantau ketersediaan beras di gudang dan pasar. Mereka juga menjaga agar distribusi tetap stabil meskipun permintaan meningkat.

Selain itu, sejumlah langkah pengawasan dilakukan untuk mencegah lonjakan harga yang terlalu tinggi. Dengan begitu, masyarakat tetap bisa membeli beras dengan harga yang terjangkau.

Baca Juga :  Perusahaan China Menang Tender Proyek Sampah Jadi Energi di Bekasi dan Denpasar

Sementara itu, pelaku usaha pangan ikut menyesuaikan stok untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Idul Adha.

Momentum Hari Besar Dorong Kenaikan Konsumsi

Kenaikan kebutuhan beras menjelang Idul Adha bukan hal baru. Biasanya, konsumsi masyarakat memang meningkat karena aktivitas memasak dan acara keluarga lebih sering terjadi.

Selain itu, tradisi berbagi makanan juga ikut meningkatkan penggunaan bahan pangan, termasuk beras. Oleh karena itu, permintaan di pasar lokal cenderung naik beberapa minggu sebelum hari raya.

Dengan kondisi ini, pedagang pasar mulai menambah stok agar tidak kehabisan barang saat permintaan mencapai puncaknya.

Pemerintah Fokus Stabilkan Harga Pangan

Di sisi lain, pemerintah tetap fokus menjaga stabilitas harga pangan. Mereka mengawasi pergerakan harga beras agar tidak melonjak terlalu tinggi saat permintaan naik.

Baca Juga :  PMII Sorot Dugaan Mark-Up Anggaran di Sekretariat DPRD Kerinci

Selain itu, distribusi dari daerah penghasil juga terus dipantau. Tujuannya agar pasokan tetap seimbang dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan demikian, pasar diharapkan tetap stabil meskipun terjadi peningkatan konsumsi menjelang hari besar.

Dampak ke Ekonomi Lokal

Kenaikan kebutuhan beras juga berdampak pada aktivitas ekonomi daerah. Pedagang pasar mengalami peningkatan transaksi karena volume pembelian ikut naik.

Selain itu, sektor distribusi pangan juga bergerak lebih aktif untuk memenuhi permintaan tambahan dari masyarakat.

Namun demikian, pemerintah tetap mengingatkan pelaku usaha agar tidak menaikkan harga secara berlebihan. Hal ini dilakukan agar daya beli masyarakat tetap terjaga. (man)

Berita Terkait

Rupiah Menguat 0,54% Usai BI Rate Naik, Dolar AS Turun ke Rp17.600
Prabowo Perketat Ekspor Sawit dan Batu Bara, Dunia Internasional Mulai Soroti Arah Baru Ekonomi RI
Rupiah Lesu, Purbaya Ungkap Perbedaan Kekuatan Ekonomi RI 2026 dan Krisis 1998
BI Menggunakan Cadangan Devisa untuk Menahan Tekanan Rupiah
Pemerintah Siapkan Rp 420 Triliun untuk Menopang Stabilitas Rupiah
DPR Minta BI Perkuat Instrumen Swap Line demi Jaga Stabilitas Rupiah
Pemicu Saham BBRI, BBCA Cs Turun Tajam di Awal Perdagangan: Rupiah Melemah hingga Sentimen Global Tekan Pasar
Rapat DPR dan Gubernur BI Dihujani Kritik: Rupiah, Kelas Menengah, hingga Arah Kebijakan Ekonomi Jadi Sorotan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Menguat 0,54% Usai BI Rate Naik, Dolar AS Turun ke Rp17.600

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:00 WIB

Prabowo Perketat Ekspor Sawit dan Batu Bara, Dunia Internasional Mulai Soroti Arah Baru Ekonomi RI

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:00 WIB

Rupiah Lesu, Purbaya Ungkap Perbedaan Kekuatan Ekonomi RI 2026 dan Krisis 1998

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:00 WIB

BI Menggunakan Cadangan Devisa untuk Menahan Tekanan Rupiah

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:59 WIB

Pemerintah Siapkan Rp 420 Triliun untuk Menopang Stabilitas Rupiah

Berita Terbaru

“Kalau terbukti, ya kami tindak,” kata Purbaya di Jakarta Pusat, Kamis (21/5).( Poto : istimewa )

Pemerintahan

Purbaya Siap Copot Dirjen Bea Cukai Jika Terbukti Terima Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:00 WIB

Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi dan Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi melalui penandatanganan MoU di Aula Griya Mayang, Kamis (21/05/2026).( Poto : JAMBIlink).

Daerah

Tirta Mayang dan IAIMA Jambi Teken MoU Kolaborasi Baru

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:00 WIB

UKW Jambi ke-13 Dorong Wartawan Lebih Profesional ( Poto : JambiPrima.com ).

Daerah

UKW Jambi ke-13 Dorong Wartawan Lebih Profesional

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:00 WIB

Ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) menggelar aksi di Kantor Bupati Merangin, Kamis (21/05/2026).( Poto : JambiPrima.com).

Daerah

Warga SAD Demo di Merangin, Protes Bantuan Tak Merata

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:00 WIB