Kasus Bollard Fahrudin Berakhir, DPRD Sungai Penuh Didenda Rp30 Juta

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Jambiupdate.co

Foto: Jambiupdate.co

Sungai Penuh, Jemarionline.com – Pengadilan Negeri Sungai Penuh menjatuhkan putusan terhadap anggota DPRD Kota Sungai Penuh, Fahrudin, dalam perkara pembongkaran bollard di kawasan jalan protokol depan Gedung Nasional.

Majelis hakim menyatakan Fahrudin bersalah dan menjatuhkan denda sebesar Rp30 juta dalam perkara tersebut. Selain itu, hakim juga mewajibkan Fahrudin memasang kembali bollard yang sebelumnya ia bongkar.

Kasus ini menarik perhatian masyarakat karena menyangkut fasilitas publik yang berada di salah satu kawasan strategis Kota Sungai Penuh. Setelah melalui proses persidangan selama beberapa bulan, pengadilan akhirnya memberikan kepastian hukum terhadap perkara tersebut.

Hakim Nyatakan Fahrudin Bersalah

Majelis hakim Pengadilan Negeri Sungai Penuh membacakan putusan dalam sidang yang berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026.

Dalam amar putusannya, hakim menyatakan Fahrudin secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana menggerakkan orang lain untuk merusak barang yang seluruhnya atau sebagian merupakan milik pihak lain.

Karena itu, pengadilan menjatuhkan denda sebesar Rp30 juta kepada anggota DPRD dari Partai Golkar tersebut.

Putusan tersebut sekaligus mengakhiri proses hukum yang berlangsung cukup lama dan menjadi perhatian publik.

Baca Juga :  Eks Guru MTs Depok Sebar Brosur Jasa Tak Senonoh, Diduga HIV Sejak 2014

Majelis hakim mewajibkan Fahrudin membayar denda paling lambat 30 hari setelah putusan berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Apabila Fahrudin tidak memenuhi kewajiban tersebut, kejaksaan dapat menyita harta bendanya dengan nilai yang setara dengan jumlah denda yang pengadilan tetapkan.

Melalui ketentuan tersebut, pengadilan ingin memastikan seluruh pihak mematuhi putusan yang telah berkekuatan hukum.

Karena itu, Fahrudin harus segera menyelesaikan kewajibannya setelah proses hukum selesai.

Hakim Perintahkan Pemasangan Kembali 10 Bollard

Selain menjatuhkan denda, majelis hakim juga memerintahkan Fahrudin memasang kembali 10 unit bollard yang ia bongkar sebelumnya.

Hakim menentukan dua lokasi pemasangan bollard. Sebanyak lima unit harus kembali berada di sekitar Rumah Dinas Wakil Wali Kota Sungai Penuh, sedangkan lima unit lainnya harus kembali terpasang di kawasan Tugu Adipura.

Pengadilan mewajibkan Fahrudin menyelesaikan pemasangan kembali tersebut dalam waktu tujuh hari setelah putusan inkrah.

Melalui langkah itu, pengadilan ingin memulihkan kondisi fasilitas publik yang terdampak akibat pembongkaran sebelumnya.

Hakim tidak hanya mempertimbangkan aspek pidana dalam perkara ini.

Pengadilan juga memperhatikan kepentingan masyarakat yang menggunakan fasilitas umum di kawasan tersebut.

Baca Juga :  BPKP Jambi Pantau Seleksi Kompetensi SDM KDKMP dan KNMP di Dua Lokasi

Bollard memiliki fungsi penting untuk mengatur lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Karena itu, hakim memerintahkan pemasangan kembali agar masyarakat dapat kembali memanfaatkan fasilitas tersebut sebagaimana mestinya.

Fahrudin Kecewa dengan Putusan Hakim

Usai sidang, Fahrudin mengaku kecewa terhadap putusan yang dibacakan majelis hakim.

Ia menilai majelis hakim belum sepenuhnya mempertimbangkan nota pembelaan atau pledoi yang ia ajukan selama persidangan berlangsung.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi mengenai langkah hukum berikutnya yang akan ia tempuh.

Karena itu, publik masih menunggu keputusan Fahrudin terkait kemungkinan upaya hukum lanjutan.

Kasus pembongkaran bollard ini menjadi perhatian masyarakat Kota Sungai Penuh sejak awal proses hukum berlangsung.

Banyak warga mengikuti perkembangan perkara tersebut karena berkaitan langsung dengan fasilitas publik di pusat kota.

Selain memberikan kepastian hukum, putusan pengadilan juga menjadi pengingat bahwa setiap pihak harus menjaga dan menghormati fasilitas umum yang digunakan masyarakat.

Karena itu, banyak pihak berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi pada masa mendatang. (man)

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Sungai Penuh Ikuti Bimtek Nasional ASWAKADA 2026 di Batam
Pengukuhan DWP Kota Sungai Penuh Dorong Peran Perempuan Berdaya
Pemkot Sungai Penuh Percepat Penyusunan KLHS RDTR untuk Penataan Ruang Wilayah
Gubernur Jambi Al Haris Tegur Keras ASN yang Nekat Masuk Kantor Saat WFH
Wali Kota Alfin Serahkan Seragam Gratis Saat Pantau MPLS
APBD 2027 Kerinci Fokus pada Pertanian, Pariwisata dan SDM
Kasus DBD di Sungai Penuh Naik Jadi 88, Dinkes Gencarkan PSN
BMKG Prediksi Kabut Tebal Selimuti Sebagian Besar Jambi Hari Ini
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:00 WIB

Wakil Wali Kota Sungai Penuh Ikuti Bimtek Nasional ASWAKADA 2026 di Batam

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:00 WIB

Pengukuhan DWP Kota Sungai Penuh Dorong Peran Perempuan Berdaya

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:00 WIB

Pemkot Sungai Penuh Percepat Penyusunan KLHS RDTR untuk Penataan Ruang Wilayah

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:02 WIB

Gubernur Jambi Al Haris Tegur Keras ASN yang Nekat Masuk Kantor Saat WFH

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:00 WIB

Wali Kota Alfin Serahkan Seragam Gratis Saat Pantau MPLS

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB

Teknologi

Apple TV 2026: Jadwal Rilis, Rumor, dan Spesifikasi Terbaru

Senin, 27 Jul 2026 - 07:00 WIB