Terombang-ambing 345 Km, Jasad ABK Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026 - 07:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi pers terkait identifikasi jenazah rombongan jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.(poto: detik.com).

Konferensi pers terkait identifikasi jenazah rombongan jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.(poto: detik.com).

Jakarta, jemarionline.com – Polda Banten memastikan jasad di Pulau Enggano merupakan anak buah kapal (ABK) Arupadhatu I bernama Surakman. Tim forensik mencocokkan data DNA korban secara ilmiah setelah pencarian maraton di perairan Selat Sunda.

Kapolda Banten Irjen Hengki mengonfirmasi kepastian identitas jenazah tersebut dalam konferensi pers. Petugas menerima laporan resmi mengenai kecocokan sampel genetik dari keluarga korban.

Kronologi Hilangnya Kapal Pembawa Rombongan Jurnalis Meliput Krakatau

Kapal Arupadhatu I bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang pada 7 September pukul 14.00 WIB. Rombongan kapal berlayar menuju perairan Gunung Anak Krakatau untuk keperluan peliputan erupsi.

Baca Juga :  Survei LSI: Mayoritas Warga Siap Bela Negara Jika Terjadi Perang

Pihak keluarga melaporkan insiden hilang kontak pada 8 September. Kapal membawa lima jurnalis media nasional, satu kapten, satu pemandu, dan satu ABK.

Tim SAR memperluas area penyisiran ke berbagai titik wilayah laut. Warga menemukan jenazah tanpa identitas di kawasan perairan Pulau Enggano pada 12 September.

Hasil Pemeriksaan Forensik Tes DNA Mengonfirmasi Identitas Korban

Polda Banten berkoordinasi intensif dengan Polda Bengkulu untuk proses evakuasi. Tim medis langsung mengumpulkan data antemortem dari delapan keluarga korban guna keperluan pencocokan.

Proses pengujian DNA membutuhkan waktu pemeriksaan laboratorium selama 10 hari. Tim kedokteran kepolisian memastikan ketelitian tinggi sebelum mengumumkan hasil akhir kepada publik.

Baca Juga :  OJK Tegaskan WNI Scammer di Kamboja Bukan Korban TPPO

Hasil tes mengonfirmasi bahwa jasad tersebut identik dengan data genetik putra kandung Surakman. Hasil laboratorium ini menjawab ketidakpastian mengenai keberadaan salah satu awak kapal.

Posisi penemuan jenazah berjarak sekitar 345,05 kilometer dari lokasi hilang kontak. Data Google Earth menunjukkan bahwa kapal terakhir terdeteksi di sekitar Pulau Sebesi, Lampung Selatan.

Arus laut membawa jasad korban hingga menyeberangi Samudra Hindia menuju wilayah Bengkulu Utara. Pihak kepolisian terus melanjutkan pencarian terhadap tujuh korban lain yang masih hilang.(ar)

Berita Terkait

Presiden Prabowo Subianto Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Desa Merah Putih
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp3,8 Triliun Untuk Program Rekening Gratis Warga Usia 17 Tahun
Indonesia Pimpin Daftar Negara Penerima Kuota Haji Terbesar Dunia
Hakim MK Cecar KPU dan Bawaslu Soal Syarat Pendidikan Gibran
Bantah Miliki Emas 74 Kg, Febrie Adriansyah Angkat Bicara
Pencarian Jurnalis Hilang Selat Sunda Masuki Hari Kesembilan
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Melemah Ke Level Rp 17.731 Per Dollar AS
Warga Sukoharjo Jadi Korban Kapal Terbalik di Laut Jawa, Keluarga Nanti Kabar Evakuasi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 07:52 WIB

Terombang-ambing 345 Km, Jasad ABK Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano

Kamis, 24 September 2026 - 07:38 WIB

Presiden Prabowo Subianto Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Desa Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 - 07:21 WIB

Pemerintah Siapkan Anggaran Rp3,8 Triliun Untuk Program Rekening Gratis Warga Usia 17 Tahun

Kamis, 24 September 2026 - 07:16 WIB

Indonesia Pimpin Daftar Negara Penerima Kuota Haji Terbesar Dunia

Kamis, 24 September 2026 - 06:58 WIB

Hakim MK Cecar KPU dan Bawaslu Soal Syarat Pendidikan Gibran

Berita Terbaru

Ubu jalar Versus pisang, mana yang lebih baik untuk gula darah.(poto: AI).

Kesehatan

Ubi Jalar vs Pisang: Mana Terbaik untuk Gula Darah?

Kamis, 24 Sep 2026 - 07:45 WIB