DuckDuckGo Ramai Dipakai Setelah Google Perluas AI di Search

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi aplikasi mesin pencari DuckDuck Go dan Google Search.( Poto : kompas.com )

Ilustrasi aplikasi mesin pencari DuckDuck Go dan Google Search.( Poto : kompas.com )

Jakarta, jemarionline.com – Pengguna internet di Amerika Serikat mulai ramai beralih ke DuckDuckGo setelah Google memperluas fitur AI Search di mesin pencarinya. DuckDuckGo setelah Google AI ikut ramai muncul karena banyak orang mulai mencari mesin pencari yang lebih sederhana tanpa ringkasan AI otomatis.

Lonjakan pengguna itu muncul usai konferensi tahunan Google I/O 2026. Dalam acara tersebut, Google menunjukkan strategi baru yang makin mengutamakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di layanan Search.

DuckDuckGo melaporkan jumlah instalasi aplikasinya di AS naik rata-rata 18,1 persen selama periode 20–25 Mei dibanding pekan sebelumnya. Pada 25 Mei, pertumbuhan instalasi bahkan menyentuh angka 30,5 persen.

Pengguna iPhone juga ikut mendorong kenaikan itu. Di platform iOS, instalasi DuckDuckGo tumbuh rata-rata 33 persen dan sempat melonjak hingga 69,9 persen dalam sehari.

Pengguna Mulai Cari Mesin Pencari Tanpa AI

CEO DuckDuckGo, Gabriel Weinberg, mengatakan banyak pengguna mulai merasa jenuh dengan hasil pencarian yang terlalu dipenuhi AI.

Menurut Weinberg, sebagian orang ingin kembali menikmati pengalaman mencari informasi seperti dulu, yakni membaca langsung daftar website tanpa jawaban otomatis.

“Orang-orang tidak ingin dipaksa memakai AI dalam pengalaman pencarian mereka,” kata Weinberg kepada TechCrunch.

Baca Juga :  Google Didesak Hapus Konten “AI Slop” di YouTube Kids

Google memang terus menambah fitur AI ke layanan Search mereka. Kini, pengguna tidak hanya melihat daftar link website, tetapi juga ringkasan otomatis, jawaban instan, hingga fitur percakapan seperti chatbot.

Sebagian pengguna merasa fitur itu membantu karena mempercepat pencarian informasi. Namun, sebagian lainnya justru merasa AI membuat pengalaman browsing menjadi kurang nyaman.

DuckDuckGo Buka Halaman Pencarian Tanpa AI

Melihat tren tersebut, DuckDuckGo langsung menghadirkan halaman pencarian khusus tanpa AI melalui layanan No AI Search.

Layanan itu menampilkan hasil pencarian tradisional berupa daftar tautan website tanpa rangkuman AI maupun jawaban otomatis.

DuckDuckGo juga mencatat kenaikan trafik di halaman tersebut. Jumlah kunjungan naik rata-rata 22,7 persen dalam sepekan dan mencapai puncak 27,7 persen pada 24 Mei.

Kondisi itu menunjukkan masih banyak pengguna internet yang menyukai mesin pencari sederhana. Mereka ingin memilih dan membaca sumber informasi secara langsung tanpa bantuan AI.

Google Tetap Siapkan Opsi Pencarian Biasa

Meski terus mengembangkan AI Search, Google sebenarnya tetap menyediakan fitur pencarian web biasa.

Pengguna masih bisa memakai filter web untuk melihat daftar tautan biru tradisional tanpa ringkasan AI di bagian atas hasil pencarian.

Baca Juga :  AI Jadi Pesaing Baru Lulusan Hukum dan Kedokteran, Ini Kata Eks Petinggi Google

Namun, perubahan besar di mesin pencari Google tetap memunculkan kekhawatiran dari industri media digital dan pemilik website.

Banyak pelaku media menilai fitur AI Overview bisa mengurangi jumlah klik ke website berita karena pengguna langsung membaca jawaban dari Google Search.

Jika kondisi itu terus terjadi, trafik media online berpotensi turun dan memengaruhi pendapatan iklan mereka.

Beberapa studi juga menemukan mesin pencari AI kadang mengambil referensi dari website berkualitas rendah atau menampilkan informasi yang kurang akurat.

DuckDuckGo Masih Masuk Daftar Blokir di Indonesia

Di Indonesia, pengguna belum bisa mengakses DuckDuckGo secara bebas. Pemerintah masih memasukkan domain DuckDuckGo ke daftar TrustPositif.

Karena itu, sebagian pengguna perlu memakai cara tambahan untuk membuka layanan tersebut dari Indonesia.

Meski begitu, popularitas DuckDuckGo terus meningkat di berbagai negara. Banyak pengguna menyukai mesin pencari ini karena lebih fokus menjaga privasi dan tidak banyak melacak aktivitas pengguna.

Lonjakan instalasi setelah pengumuman Google AI menunjukkan satu hal penting. Tidak semua pengguna internet menyukai hasil pencarian berbasis AI. Sebagian orang ternyata masih nyaman memakai mesin pencari tradisional yang simpel dan fokus menampilkan link website.(ar)

Berita Terkait

5 Rekomendasi Kulkas Inverter 2 Pintu Termurah, Hemat Listrik, Senyap, dan Awet
Cara Cek Usia HP Android dan iPhone dengan Mudah, Ketahui Masa Pakai Perangkat
Cara Membersihkan Cache HP Android dan iPhone dengan Mudah, Bikin Penyimpanan Lebih Lega
Harga HP Samsung Bekas Galaxy AI Mulai Rp4 Jutaan, Ini Daftarnya
RedMagic Astra 2 Resmi Global, Tablet Gaming Layar OLED 185Hz
Apple Buka Uji Coba Publik iOS 27, Siri AI Hadir Total Baru
Samsung Flex Titanium Bawa Layar Lipat Lebih Tipis dan Kuat
Cara Menonaktifkan Mode Terbatas YouTube di HP dan PC
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 14:00 WIB

5 Rekomendasi Kulkas Inverter 2 Pintu Termurah, Hemat Listrik, Senyap, dan Awet

Senin, 20 Juli 2026 - 13:00 WIB

Cara Cek Usia HP Android dan iPhone dengan Mudah, Ketahui Masa Pakai Perangkat

Senin, 20 Juli 2026 - 12:11 WIB

Cara Membersihkan Cache HP Android dan iPhone dengan Mudah, Bikin Penyimpanan Lebih Lega

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga HP Samsung Bekas Galaxy AI Mulai Rp4 Jutaan, Ini Daftarnya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:00 WIB

RedMagic Astra 2 Resmi Global, Tablet Gaming Layar OLED 185Hz

Berita Terbaru

REDMAGIC

Teknologi

RedMagic Astra 2 Resmi Global, Tablet Gaming Layar OLED 185Hz

Sabtu, 18 Jul 2026 - 07:00 WIB