Motor Matic Gredek dan Lemot? Bisa Jadi Kampas Ganda Sudah Tipis, Ini Tanda-Tandanya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gridoto

Foto: Gridoto

Jakarta, Jemarionline.com – Motor matic memang dikenal praktis dan nyaman dipakai sehari-hari. Namun di balik kenyamanan itu, ada beberapa komponen yang sering luput dari perhatian pemilik kendaraan. Salah satunya adalah kampas ganda pada sistem CVT.

Banyak pengguna baru sadar ada masalah ketika motor mulai terasa bergetar saat jalan, tenaga seperti tertahan, atau muncul suara tidak biasa dari area transmisi. Padahal gejala tersebut sering menjadi tanda bahwa kampas ganda sudah mulai aus atau menipis.

Jika dibiarkan terlalu lama, kerusakan tidak hanya berhenti di kampas saja. Komponen lain di area CVT juga berpotensi ikut terkena dampaknya.

Apa Itu Kampas Ganda di Motor Matic?

Kampas ganda merupakan salah satu komponen penting pada sistem Continuously Variable Transmission (CVT) motor matic.

Fungsinya adalah meneruskan tenaga dari mesin menuju roda belakang melalui mekanisme gesekan dengan mangkok kampas. Saat putaran mesin meningkat, kampas akan membuka dan menempel ke mangkok sehingga tenaga bisa tersalurkan.

Karena bekerja dengan sistem gesekan, permukaan kampas lama-kelamaan akan mengalami keausan. Kecepatan ausnya dipengaruhi banyak faktor, mulai dari gaya berkendara, kondisi jalan, hingga rutinitas servis.

1. Motor Terasa Gredek Saat Mulai Jalan

Gejala paling umum ketika kampas ganda mulai tipis adalah muncul sensasi gredek atau getaran berlebih saat motor mulai bergerak dari posisi diam.

Sebagian pengendara menggambarkannya seperti motor melompat kecil atau terasa kasar ketika gas pertama kali dibuka.

Menurut penjelasan teknisi yang dikutip media otomotif, kondisi tersebut muncul karena permukaan kampas sudah tidak mencengkeram mangkok secara optimal sehingga terjadi gesekan yang tidak stabil.

Masalah ini sering disalahartikan sebagai kerusakan roller atau sekadar CVT kotor, padahal sumber utamanya bisa berasal dari kampas ganda.

Baca Juga :  Hyundai Hadirkan Tema Piala Dunia 2026 di Mobil

2. RPM Tinggi Tapi Motor Tidak Langsung Melaju

Pernah merasakan suara mesin sudah meraung tetapi laju motor terasa lambat?

Kondisi ini juga menjadi tanda yang cukup kuat.

Saat kampas mulai aus, terjadi slip pada sistem CVT. Akibatnya putaran mesin meningkat lebih dulu sebelum tenaga benar-benar tersalur ke roda belakang.

Pengendara biasanya merasakan:

  • Tarikan awal lebih berat
  • Respons gas terasa terlambat
  • Akselerasi tidak secepat biasanya
  • Mesin terdengar bekerja lebih keras

Jika gejala ini muncul terus menerus, konsumsi bahan bakar juga bisa ikut meningkat.

3. Timbul Bunyi Decit atau Gesekan dari Area CVT

Selain getaran dan performa menurun, tanda lain yang sering muncul adalah suara berdecit ketika motor mulai bergerak.

Suara tersebut muncul akibat permukaan kampas yang mulai licin atau tidak lagi memiliki ketebalan ideal saat bergesekan dengan mangkok kampas.

Pada kondisi yang lebih parah, suara bisa berubah menjadi seperti bunyi logam beradu.

Kondisi ini tidak boleh diabaikan.

Sebab ketika lapisan kampas habis, yang bersentuhan bukan lagi material kampas melainkan bagian dudukan berbahan logam.

4. Tarikan Motor Terasa Lemot Padahal Mesin Normal

Banyak pemilik motor langsung curiga ke mesin ketika motor kehilangan tenaga.

Padahal belum tentu sumber masalah berasal dari ruang bakar.

Kampas ganda yang aus membuat proses penyaluran tenaga tidak efisien. Mesin tetap bekerja normal, tetapi tenaga tidak tersampaikan secara maksimal ke roda belakang.

Akibatnya:

  • Motor terasa berat saat membawa penumpang
  • Sulit menyalip
  • Respons akselerasi melambat
  • Putaran mesin terasa menggantung

Kenapa Kampas Ganda Bisa Cepat Habis?

Tidak semua kampas ganda aus dalam waktu yang sama.

Baca Juga :  BYD Siapkan Mobil Baru Rp 100 Jutaan di Indonesia

Ada beberapa kebiasaan yang mempercepat keausan:

Sering buka-tutup gas di kemacetan

Pola berkendara stop and go membuat kampas lebih sering bekerja.

Menahan rem sambil tetap membuka gas

Kebiasaan ini menciptakan gesekan berlebih di CVT.

Jarang servis CVT

Debu dan kotoran yang menumpuk bisa mempercepat permukaan kampas menjadi licin.

Membawa beban berlebihan

Beban ekstra membuat kerja transmisi semakin berat.

Berapa Umur Pakai Kampas Ganda Motor Matic?

Umur pakai kampas ganda sebenarnya tidak memiliki angka mutlak.

Namun berdasarkan pengalaman bengkel yang dikutip media otomotif, rata-rata kampas ganda dapat bertahan sekitar 20.000–30.000 kilometer, tergantung pola penggunaan dan perawatan.

Motor yang dipakai harian di area padat umumnya membutuhkan pengecekan lebih sering dibanding motor yang dipakai jarak jauh dengan ritme stabil.

Apa yang Terjadi Jika Tetap Dipakai?

Sebagian orang tetap memakai motor meski sudah muncul gejala karena merasa kendaraan masih bisa jalan.

Padahal risikonya cukup besar.

Kampas yang terlalu tipis dapat menyebabkan:

  • Mangkok kampas ikut aus
  • Permukaan menjadi licin
  • Tarikan semakin berat
  • Biaya servis bertambah karena komponen lain ikut rusak

Pada tahap tertentu, penggantian tidak lagi hanya kampas ganda tetapi juga mangkok kampas dan komponen CVT lain.

Cara Mencegah Kampas Ganda Cepat Aus

Agar usia komponen lebih panjang, lakukan beberapa langkah berikut:

  1. Servis CVT secara berkala.
  2. Hindari menahan rem sambil membuka gas.
  3. Gunakan motor sesuai kapasitas beban.
  4. Bersihkan area CVT ketika servis rutin.
  5. Segera cek jika muncul getaran atau suara tidak normal.

Perawatan sederhana sering kali lebih murah dibanding mengganti satu set komponen transmisi. (man)

Berita Terkait

Pabrik Mobnas di Subang Ditargetkan Produksi 300 Ribu Mobil per Tahun
Pajak Toyota Fortuner vs Pajero Sport Tahun 2026, Mana yang Lebih Murah?
Harga Mitsubishi Xpander Cross Juni 2026 Naik, Semua Varian Kena Penyesuaian
Toyota Innova Reborn Terbaru Meluncur, Simak Perubahan dan Fitur Barunya
Mengenal Cara Kerja Sistem Hybrid Wuling Eksion, Bisa Pilih 4 Mode Energi
Jetour T1 i-DM Resmi Meluncur di Indonesia, SUV Hybrid dengan Jarak Tempuh hingga 1.200 Km
Pengguna Mobil Listrik Perlu Paham, Isi Daya di SPKLU Tak Harus 100 Persen
Toyota Masih Raja Otomotif Dunia, Tapi Mulai Tertekan di China
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:00 WIB

Pabrik Mobnas di Subang Ditargetkan Produksi 300 Ribu Mobil per Tahun

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:00 WIB

Pajak Toyota Fortuner vs Pajero Sport Tahun 2026, Mana yang Lebih Murah?

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:00 WIB

Harga Mitsubishi Xpander Cross Juni 2026 Naik, Semua Varian Kena Penyesuaian

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:00 WIB

Toyota Innova Reborn Terbaru Meluncur, Simak Perubahan dan Fitur Barunya

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:00 WIB

Mengenal Cara Kerja Sistem Hybrid Wuling Eksion, Bisa Pilih 4 Mode Energi

Berita Terbaru