Jemarionline.com, Dedi Mulyadi membawa kabar baik bagi masyarakat, khususnya warga Bekasi dan sekitarnya. Ia mengumumkan bahwa hunian di kawasan Meikarta akan tersedia dengan skema cicilan ringan mulai sekitar Rp1 jutaan per bulan.
Program ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Tujuannya adalah menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk buruh di kawasan industri.
Transformasi Meikarta Jadi Hunian Subsidi
Proyek Meikarta yang sebelumnya sempat mengalami berbagai kendala kini diarahkan menjadi apartemen bersubsidi. Pemerintah menyiapkan sekitar 10–20 hektare lahan di Cikarang untuk pengembangan hunian vertikal terjangkau.
Dedi Mulyadi juga mengusulkan penggunaan istilah “apartemen” menggantikan “rumah susun” agar meningkatkan kepercayaan diri masyarakat yang akan menempatinya.
Skema Cicilan Lebih Ringan
Dengan kebijakan baru, tenor kredit diperpanjang hingga 30 tahun. Hal ini membuat cicilan menjadi lebih ringan dan terjangkau bagi masyarakat dengan penghasilan setara UMP atau UMK.
Bahkan, untuk tipe tertentu, cicilan diperkirakan sekitar Rp1,3 juta per bulan, sehingga membuka peluang bagi pekerja dengan gaji terbatas untuk memiliki hunian sendiri.
Sasar Buruh dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Program ini secara khusus menyasar pekerja industri di wilayah Bekasi dan Karawang yang selama ini kesulitan memiliki rumah. Selama ini, apartemen identik dengan kalangan berpenghasilan tinggi, namun kebijakan ini mencoba mengubah stigma tersebut.









