Jemarionline – Banjir yang melanda Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, belum juga surut. Akibatnya, puluhan keluarga terpaksa bertahan di pengungsian selama hampir satu bulan terakhir.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat, hingga Kamis (4/2/2026), sebanyak 29 keluarga atau 149 jiwa masih mengungsi. Genangan air masih menutup permukiman warga dengan ketinggian bervariasi.
BPBD menyebutkan, tinggi muka air banjir di Kampung Kuranji kembali mengalami kenaikan. Ketinggian air tercatat berkisar antara 5 hingga 50 sentimeter, sehingga warga belum dapat kembali ke rumah masing-masing.
Menurut BPBD Kabupaten Serang, banjir disebabkan oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Curah hujan tinggi tersebut memicu luapan sungai di sekitar wilayah terdampak, diperparah dengan kondisi angin kencang.
“Kondisi hujan yang cukup tinggi menyebabkan debit sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga,” tulis BPBD dalam laporannya.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin, membenarkan bahwa warga Kampung Kuranji telah mengungsi dalam waktu cukup lama. Ia menyebut banjir tahun ini lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya.
“Warga sudah hampir satu bulan berada di pengungsian. Curah hujan saat ini menyebabkan debit air meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu,” ujar Ahmad Muhibbin.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang itu juga memastikan bahwa penanganan terhadap pengungsi berjalan dengan baik. Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus menyalurkan bantuan logistik agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
“Alhamdulillah, penanganan relatif baik dan kebutuhan logistik warga pengungsian insyaallah tercukupi,” tambahnya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. Warga di daerah rawan banjir diminta memantau perkembangan cuaca dan segera melapor jika terjadi peningkatan debit air secara signifikan.









