Toyota Masih Raja Otomotif Dunia, Tapi Mulai Tertekan di China

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penjualan Toyota secara global ditopang oleh penjualan domestiknya di Jepang Foto: REUTERS/Mike Blake

Penjualan Toyota secara global ditopang oleh penjualan domestiknya di Jepang Foto: REUTERS/Mike Blake

Jakrta, Jemari0nline.com– Toyota masih mempertahankan posisinya sebagai salah satu produsen mobil terbesar di dunia. Namun, perusahaan kini menghadapi tekanan besar di pasar China yang selama ini menjadi salah satu motor pertumbuhan industri otomotif global.

Toyota dan Lexus menjual 849.306 unit kendaraan secara global pada April 2026. Meski angka tersebut masih tinggi, perusahaan mengalami penurunan penjualan sebesar 3,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Tren penurunan itu terus berlanjut selama tiga bulan berturut-turut.

Toyota Tertekan di China Akibat Persaingan Kendaraan Listrik

China menjadi pasar yang paling menekan kinerja Toyota sepanjang tahun ini.

Penjualan Toyota di negara tersebut turun 25,4 persen pada April 2026. Sementara itu, produsen lokal China terus memperkuat posisi melalui kendaraan listrik dan plug-in hybrid dengan harga yang lebih kompetitif.

Selain menawarkan harga yang agresif, merek-merek lokal juga menghadirkan teknologi yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen domestik.

Akibatnya, Toyota menghadapi persaingan yang jauh lebih ketat dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Road Falcon vs Morbidelli C252V: Duel Cruiser 250 cc BMI, Ini Perbedaannya

Penjualan di Timur Tengah dan Amerika Serikat Ikut Menurun

Tekanan terhadap Toyota tidak hanya datang dari China.

Di kawasan Timur Tengah, penjualan Toyota turun 33,7 persen dan menjadi salah satu penurunan terbesar sepanjang tahun ini. Gangguan logistik dan kondisi geopolitik di kawasan turut menghambat distribusi kendaraan.

Selain itu, pasar Amerika Serikat juga menunjukkan pelemahan.

Toyota mencatat penurunan penjualan sebesar 4,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa perusahaan menghadapi tantangan di beberapa pasar utama secara bersamaan.

Pasar Jepang Menjadi Penopang Utama

Di tengah tekanan global, pasar domestik Jepang justru memberikan dorongan positif bagi Toyota.

Perusahaan membukukan kenaikan penjualan sebesar 24,2 persen di Jepang pada April 2026. Konsumen kembali membeli kendaraan setelah pemerintah mengubah kebijakan pajak lingkungan. Kondisi tersebut mendorong peningkatan penjualan di pasar domestik.

Karena itu, Jepang menjadi salah satu faktor yang membantu Toyota menjaga kinerja global.

Baca Juga :  Media China Soroti Rupiah Merosot, Sebut Faktor Ini Jadi Penyebab Utama

Produksi Global Toyota Masih Bertumbuh

Meski penjualan melemah, Toyota tetap meningkatkan kapasitas produksinya.

Perusahaan mencatat pertumbuhan produksi global sebesar 2 persen dibanding tahun sebelumnya.

Selain itu, pabrik Toyota di kawasan Asia meningkatkan produksi hingga 12,9 persen dan membantu perusahaan menutupi penurunan penjualan di beberapa wilayah lain.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Toyota masih optimistis terhadap prospek pasar dalam jangka panjang.

Transisi Kendaraan Listrik Jadi Tantangan Besar

Perubahan tren industri otomotif global ikut memberikan tekanan tambahan terhadap Toyota.

Selama ini Toyota dikenal kuat di segmen kendaraan hybrid. Namun, produsen asal China dan sejumlah merek lain terus mempercepat pengembangan kendaraan listrik murni.

Karena itu, Toyota perlu memperkuat strategi elektrifikasi agar tetap mampu bersaing di pasar yang berubah sangat cepat.

Selain itu, perusahaan juga perlu menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen di pasar China yang kini semakin kompetitif. (man)

Berita Terkait

Kapan Harus Ganti Busi Motor? Simak 3 Tanda Penting Ini
Skema Kredit DFSK E5 Plus: Cicilan Mulai Rp 7 Jutaan Saja
Rincian Biaya Kepemilikan Motor Listrik dan Panduan Perawatannya
Kalah Sengketa Merek Dagang di Pengadilan, BYD Resmi Ubah Denza Jadi Danza
Update Lengkap Harga Mobil Listrik Indonesia Oktober 2026: Pilihan Model Murah Hingga Mewah
Uji Efisiensi Chery Tiggo 9 CSH: Jakarta ke Semarang Cuma Telan 2 Liter BBM
Penyegaran Honda City Hatchback 2026 Hadirkan Fitur Keselamatan Lengkap
Nora EV Metro Hadir Menyerupai Desain Toyota Alphard
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Kapan Harus Ganti Busi Motor? Simak 3 Tanda Penting Ini

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:47 WIB

Skema Kredit DFSK E5 Plus: Cicilan Mulai Rp 7 Jutaan Saja

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Rincian Biaya Kepemilikan Motor Listrik dan Panduan Perawatannya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Kalah Sengketa Merek Dagang di Pengadilan, BYD Resmi Ubah Denza Jadi Danza

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Update Lengkap Harga Mobil Listrik Indonesia Oktober 2026: Pilihan Model Murah Hingga Mewah

Berita Terbaru

Polres OKU Selatan menetapkan tersangka kasus kematian seorang narapidana di Lapas Muaradua, Sumsel, Sabtu (24/10/2026).(poto: kompas.com).

Hukum

Napi Tewas di Lapas Muaradua, Polisi Jerat Empat Tersangka

Minggu, 25 Okt 2026 - 08:09 WIB

ilustrasi visual yang menggambarkan situasi di mana akses agen AI yang tidak sah terdeteksi dan diblokir pada aplikasi perbankan.(poto: AI).

Internasional

Bank AS Blokir Agen AI Usai Bobol Rekening Nasabah

Minggu, 25 Okt 2026 - 07:55 WIB

Ilustrasi busi motor di meja bengkel, komponen vital penentu tenaga mesin dan efisiensi bahan bakar kendaraan bermotor.(poto: oegopost.id).

OTOMOTIF

Kapan Harus Ganti Busi Motor? Simak 3 Tanda Penting Ini

Sabtu, 24 Okt 2026 - 14:15 WIB