Merangin, jemarionline.com – Ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) menggelar aksi di Kantor Bupati Merangin, Kamis (21/05/2026).
Mereka memprotes bantuan keramba ikan SAD yang di nilai tidak di bagikan secara adil oleh pemerintah daerah.
Warga Datangi Kantor Bupati
Warga datang dalam jumlah besar ke Kantor Bupati Merangin, Kelurahan Pematang Kandis, Bangko. Aksi ini dipimpin oleh Tumenggung Jang yang langsung menyuarakan tuntutan di depan kantor bupati.
Mereka meminta pemerintah menjelaskan penyaluran bantuan yang sebelumnya dijanjikan untuk delapan kelompok Tumenggung SAD.
“Waktu itu dijanjikan untuk delapan kelompok, tapi yang menerima hanya satu. Kami ingin keadilan,” kata Tumenggung Jang di tengah aksi.
Polemik Janji Bantuan
Warga mengaitkan bantuan tersebut dengan pernyataan Bupati Merangin, M. Syukur, yang sebelumnya menyebutkan adanya program keramba ikan untuk masyarakat SAD.
Namun, dalam pelaksanaannya, hanya satu kelompok yang menerima bantuan, sementara kelompok lain tidak mendapat bagian.
Kondisi ini memicu kekecewaan di kalangan masyarakat adat Suku Anak Dalam. Sejumlah Tumenggung menilai pemerintah tidak melibatkan semua kelompok secara merata.
Situasi Sempat Memanas
Ketegangan muncul ketika warga menunggu kehadiran pejabat pemerintah, tetapi tidak ada yang datang menemui mereka di lokasi aksi.
Beberapa massa mulai emosi dan suasana sempat ricuh di halaman kantor bupati. Dalam kericuhan itu, satu unit mobil mengalami kerusakan akibat dorongan massa.
Aparat kepolisian dan Satpol PP segera turun tangan untuk menenangkan situasi dan mencegah aksi meluas di wilayah Kabupaten Merangin.
“Kami hanya minta kejelasan, bukan janji baru,” teriak salah satu warga di lokasi aksi.
Warga Masih Bertahan
Hingga siang hari, warga SAD masih bertahan di sekitar kantor bupati. Mereka menunggu penjelasan langsung dari pemerintah daerah terkait bantuan yang mereka persoalkan.
Massa menegaskan tidak akan meninggalkan lokasi sebelum pemerintah memberikan jawaban yang jelas soal pemerataan bantuan.
Aparat tetap berjaga untuk menjaga situasi tetap kondusif meski warga masih berkumpul.(ar)









