Industri Asuransi Kendaraan Diproyeksikan Tumbuh Positif Sepanjang 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Industri asuransi kendaraan diproyeksikan tumbuh positif pada 2026 didorong peningkatan penjualan mobil, perkembangan kendaraan listrik, digitalisasi insurtech.( Poto : ChatGPT ).

Industri asuransi kendaraan diproyeksikan tumbuh positif pada 2026 didorong peningkatan penjualan mobil, perkembangan kendaraan listrik, digitalisasi insurtech.( Poto : ChatGPT ).

Jakarta, jemarionline.comIndustri asuransi kendaraan bermotor di Indonesia diperkirakan tumbuh positif sepanjang 2026.

Pertumbuhan ini muncul seiring pemulihan sektor otomotif nasional yang terus menguat dan peningkatan penjualan kendaraan baru di pasar domestik.

Pengamat asuransi, Irvan Rahardjo, menjelaskan bahwa kenaikan penjualan kendaraan langsung meningkatkan permintaan asuransi.

Ia menegaskan bahwa konsumen yang membeli kendaraan melalui kredit hampir selalu membutuhkan perlindungan asuransi, sehingga pertumbuhan unit kendaraan baru otomatis mengangkat bisnis asuransi.

Penjualan Mobil Naik Tajam Berdasarkan Data Gaikindo

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan wholesales mobil pada April 2026 mencapai 80.776 unit.

Angka tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 55% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Irvan menilai pasar otomotif terus bergerak positif. Ia juga menegaskan bahwa tren tersebut tidak hanya terjadi sesaat, meskipun faktor basis rendah tahun lalu ikut memengaruhi persentase kenaikan.

Baca Juga :  BPS: Ekonomi Indonesia Triwulan I-2026 Tumbuh Kuat 5,61 Persen

Irvan menjelaskan bahwa pertumbuhan industri otomotif selalu menggerakkan sektor pendukung, termasuk asuransi umum.

Ketika masyarakat membeli lebih banyak kendaraan, perusahaan asuransi juga menerima lebih banyak permintaan polis, terutama dari pembiayaan kredit.

Kendaraan Listrik dan Digitalisasi Buka Peluang Baru

Irvan melihat kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) membuka peluang baru bagi industri asuransi kendaraan.

Ia menyebut perusahaan asuransi perlu menyesuaikan produk karena EV memiliki karakter risiko berbeda, terutama pada komponen baterai.

Selain itu, perkembangan insurtech mempercepat transformasi industri. Platform digital membantu masyarakat membeli polis dan mengajukan klaim dengan lebih cepat.

Kondisi ini membuat layanan asuransi lebih mudah diakses oleh berbagai kalangan, termasuk generasi muda.

Baca Juga :  Toyota Innova Reborn Terbaru Meluncur, Simak Perubahan dan Fitur Barunya

Irvan juga menyoroti rencana penerapan asuransi wajib tanggung jawab hukum pihak ketiga atau third party liability (TPL).

Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi memperluas pasar asuransi kendaraan jika pemerintah menerapkannya secara konsisten.

Tantangan Industri Masih Menghambat Pertumbuhan

Meski peluangnya besar, industri asuransi kendaraan tetap menghadapi sejumlah tantangan.

Biaya perbaikan kendaraan listrik yang tinggi menekan margin perusahaan asuransi. Keterbatasan bengkel khusus EV juga memperlambat proses klaim.

Selain itu, kondisi ekonomi yang belum stabil membuat sebagian konsumen menunda pembelian polis tambahan.

Perusahaan asuransi juga masih menghadapi rendahnya literasi masyarakat tentang pentingnya perlindungan kendaraan serta ketergantungan pada perusahaan pembiayaan dalam distribusi produk.(ar)

Berita Terkait

Pabrik Mobnas di Subang Ditargetkan Produksi 300 Ribu Mobil per Tahun
Pajak Toyota Fortuner vs Pajero Sport Tahun 2026, Mana yang Lebih Murah?
Harga Mitsubishi Xpander Cross Juni 2026 Naik, Semua Varian Kena Penyesuaian
Toyota Innova Reborn Terbaru Meluncur, Simak Perubahan dan Fitur Barunya
Mengenal Cara Kerja Sistem Hybrid Wuling Eksion, Bisa Pilih 4 Mode Energi
Jetour T1 i-DM Resmi Meluncur di Indonesia, SUV Hybrid dengan Jarak Tempuh hingga 1.200 Km
Pengguna Mobil Listrik Perlu Paham, Isi Daya di SPKLU Tak Harus 100 Persen
Toyota Masih Raja Otomotif Dunia, Tapi Mulai Tertekan di China
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:00 WIB

Pabrik Mobnas di Subang Ditargetkan Produksi 300 Ribu Mobil per Tahun

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:00 WIB

Pajak Toyota Fortuner vs Pajero Sport Tahun 2026, Mana yang Lebih Murah?

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:00 WIB

Harga Mitsubishi Xpander Cross Juni 2026 Naik, Semua Varian Kena Penyesuaian

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:00 WIB

Toyota Innova Reborn Terbaru Meluncur, Simak Perubahan dan Fitur Barunya

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:00 WIB

Mengenal Cara Kerja Sistem Hybrid Wuling Eksion, Bisa Pilih 4 Mode Energi

Berita Terbaru