Alih Fungsi Hutan Produksi di Jambi Kian Mengkhawatirkan

Alih Fungsi Hutan Produksi di Jambi Jadi Sorotan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. ANTARAFOTO

Dok. ANTARAFOTO

Jambi, Jemarionline.com – Alih fungsi hutan di Provinsi Jambi kembali menjadi perhatian setelah sebagian besar kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Tambi berubah menjadi lahan perkebunan kelapa sawit. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap kerusakan lingkungan dan berkurangnya kawasan konservasi di daerah itu.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi mencatat lebih dari 90 persen kawasan TWA Bukit Tambi saat ini telah ditanami kelapa sawit milik perusahaan maupun perorangan. Kawasan itu sebelumnya berstatus hutan produksi konversi sebelum pemerintah menetapkannya sebagai taman wisata alam pada 2025.

Foto udara yang dirilis ANTARA memperlihatkan kontras antara area yang sedang direstorasi dengan lahan sawit yang mendominasi kawasan tersebut. Petugas BKSDA Jambi juga terus melakukan pemantauan untuk mencegah kerusakan lingkungan semakin meluas.

TWA Bukit Tambi Jadi Sorotan

Kawasan TWA Bukit Tambi berada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Wilayah itu memiliki luas sekitar 660,11 hektare dan sebelumnya masuk kategori hutan produksi konversi.

Kementerian Kehutanan kemudian menetapkan kawasan tersebut menjadi taman wisata alam sebagai bagian dari upaya perlindungan ekosistem dan pemulihan kawasan hutan.

Namun, kondisi lapangan menunjukkan sebagian besar lahan telah berubah menjadi perkebunan sawit. Situasi itu membuat proses restorasi menjadi lebih sulit karena vegetasi asli hutan sudah banyak hilang.

Baca Juga :  Dugaan Intimidasi hingga Potongan THR di Puskesmas Sungai Penuh, Pegawai Angkat Bicara

Perluasan Sawit Tekan Kawasan Hutan

Perluasan perkebunan sawit masih menjadi salah satu penyebab utama alih fungsi hutan di Jambi. Sejumlah laporan menyebut ekspansi lahan perkebunan terus menekan kawasan hutan produksi maupun kawasan konservasi.

Data rekonsiliasi sawit nasional bahkan menunjukkan sebagian kebun sawit berada di dalam kawasan hutan produksi konversi. Kondisi tersebut memicu persoalan tata kelola lahan dan konflik lingkungan di sejumlah wilayah.

Pengamat lingkungan menilai lemahnya pengawasan dan tingginya kebutuhan ekonomi menjadi faktor yang mendorong perubahan fungsi lahan di kawasan hutan.

Deforestasi di Jambi Terus Terjadi

Provinsi Jambi termasuk salah satu daerah yang menghadapi tekanan deforestasi cukup besar dalam beberapa dekade terakhir.

Sejumlah organisasi lingkungan mencatat tutupan hutan di Jambi terus berkurang akibat alih fungsi lahan untuk perkebunan, pertambangan, hingga pembangunan kawasan industri.

Laporan Mongabay menyebut Jambi kehilangan hampir satu juta hektare tutupan hutan dalam kurun waktu sekitar sepuluh tahun. Perubahan terbesar terjadi akibat konversi hutan menjadi perkebunan sawit dan hutan tanaman industri.

Selain kawasan hutan, alih fungsi lahan juga berdampak pada sektor pertanian. Dinas Pertanian Jambi mencatat luas sawah produktif ikut menurun karena banyak lahan berubah menjadi perkebunan sawit.

Baca Juga :  Bupati Monadi Ungkap Penyebab Banjir Bandang dan Longsor di Kerinci

Restorasi Hutan Hadapi Tantangan Berat

Pemerintah dan BKSDA Jambi kini berupaya melakukan restorasi pada sejumlah kawasan hutan yang mengalami kerusakan. Namun proses pemulihan membutuhkan waktu panjang karena sebagian besar lahan sudah berubah fungsi.

Petugas lapangan terus melakukan pemantauan dan pendataan kawasan yang masih bisa dipulihkan. Pemerintah juga berusaha menjaga sisa kawasan hutan agar tidak mengalami kerusakan lebih luas.

Pengamat lingkungan menilai restorasi hutan tidak cukup hanya mengandalkan penanaman kembali. Pemerintah juga perlu memperkuat pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan ilegal.

Perlindungan Hutan Jadi Tantangan Besar

Alih fungsi hutan di Jambi menunjukkan tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan.

Perkebunan sawit memang memberi kontribusi ekonomi penting bagi masyarakat dan daerah. Namun ekspansi lahan tanpa pengawasan berpotensi merusak ekosistem dan mengurangi kawasan hutan secara permanen.

Karena itu, banyak pihak meminta pemerintah memperkuat pengawasan tata ruang dan mempercepat rehabilitasi kawasan hutan yang rusak.

Pengelolaan kawasan hutan yang berkelanjutan dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga lingkungan sekaligus mencegah kerusakan ekosistem yang lebih besar di masa depan. (man)

Berita Terkait

Daftar Lengkap Puluhan Kepala Sekolah yang Resmi Dilantik Pemkot Sungai Penuh
Bimtek BPD Sungai Penuh di Jambi Tuai Kritik Keras DPRD Soal Fasilitas Hotel
Pungli Parkir Merajalela di Sungai Penuh, Warga Desak Pemkot Terapkan Bayar Nontunai
Kemenag Kerinci Gelar Persiapan Duta OMI Tingkat Provinsi
Cek Endra Serahkan SK Golkar Sungai Penuh Kepada Hutri Randa
Kanwil Kemenkum Jambi Mendorong Pelindungan Kekayaan Intelektual Kopi Kerinci Menuju Pasar Global
Festival Kopi Kerinci 2026 Dibuka Bupati Monadi Suguhkan Kopi Gratis
KONI Jambi Beri Penghargaan Atlet Berprestasi di Peringatan Hari Olahraga Nasional 2026
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Daftar Lengkap Puluhan Kepala Sekolah yang Resmi Dilantik Pemkot Sungai Penuh

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Bimtek BPD Sungai Penuh di Jambi Tuai Kritik Keras DPRD Soal Fasilitas Hotel

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Pungli Parkir Merajalela di Sungai Penuh, Warga Desak Pemkot Terapkan Bayar Nontunai

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Kemenag Kerinci Gelar Persiapan Duta OMI Tingkat Provinsi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Cek Endra Serahkan SK Golkar Sungai Penuh Kepada Hutri Randa

Berita Terbaru

Ilustrasi busi motor di meja bengkel, komponen vital penentu tenaga mesin dan efisiensi bahan bakar kendaraan bermotor.(poto: oegopost.id).

OTOMOTIF

Kapan Harus Ganti Busi Motor? Simak 3 Tanda Penting Ini

Sabtu, 24 Okt 2026 - 14:15 WIB

Internasional

Panas Jelang Pemilu Israel: Perang AI Sasar Keluarga Korban

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:58 WIB

Suasana toko elektronik di Charsou Mall Teheran yang memajang jajaran ponsel pintar Apple terbaru di dalam etalase kaca.(poto: istimewa).

Teknologi

Jalur Gelap Ponsel Pintar Apple Tembus Pasar Teheran Iran

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:53 WIB