Daya Beli Masyarakat Jadi Penopang Ekonomi Indonesia 2026, Bukan Sekadar Belanja Pemerintah

Daya Beli Masyarakat 2026 Jadi Penopang Ekonomi Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 15 Mei 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto :KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)

(Foto :KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)

Jakarta, Jemarionline.com – Pemerintah menilai daya beli masyarakat 2026 menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Aktivitas konsumsi rumah tangga terus mendorong perputaran ekonomi di berbagai sektor.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada awal 2026. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut tidak bergantung pada belanja pemerintah, melainkan pada konsumsi masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi 5,61 persen ini menunjukkan daya beli masyarakat masih menjadi penopang utama,” kata Purbaya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa konsumsi rumah tangga tetap menjadi mesin utama ekonomi nasional.

Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penggerak Terbesar

Purbaya menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga menyumbang porsi terbesar dalam struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Baca Juga :  PDB RI Tumbuh 5,61% di Awal 2026, Lampaui Ekspektasi Pasar

Ia melihat masyarakat masih aktif berbelanja meskipun kondisi global belum sepenuhnya stabil. Aktivitas ini membantu sektor perdagangan, industri, hingga jasa tetap bergerak.

“Konsumsi rumah tangga masih mendominasi kontribusi pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Purbaya.

Belanja Pemerintah Bukan Faktor Utama

Pemerintah menegaskan bahwa belanja negara tidak lagi menjadi satu-satunya penggerak utama ekonomi.

Purbaya menyebut struktur ekonomi Indonesia kini lebih seimbang karena konsumsi masyarakat mengambil peran lebih besar.

“Belanja pemerintah tetap penting, tetapi bukan lagi motor utama pertumbuhan,” jelasnya.

Makna Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen menunjukkan aktivitas ekonomi domestik tetap kuat.

Purbaya menilai angka tersebut menjadi sinyal bahwa ekonomi Indonesia mampu bertahan di tengah tekanan global.

Baca Juga :  Malaysia Tebar THR untuk PNS, Pensiunan, dan Guru Ngaji, Nominal Bisa Capai Rp 6 Juta

Ia juga menyebut tren ini menunjukkan stabilitas ekonomi yang lebih baik dibanding periode sebelumnya.

Daya Beli Masyarakat Jadi Indikator Utama

Pemerintah menggunakan daya beli masyarakat sebagai indikator utama untuk membaca kondisi ekonomi nasional.

Ketika masyarakat terus berbelanja, sektor perdagangan dan produksi ikut bergerak. Kondisi ini menjaga siklus ekonomi tetap berjalan.

Konsumsi rumah tangga juga memberi dampak langsung pada pertumbuhan sektor riil.

Tantangan Ekonomi Masih Perlu Diwaspadai

Meski daya beli masyarakat terlihat kuat, pemerintah tetap mencermati risiko global.

Ketidakpastian ekonomi dunia bisa memengaruhi investasi, ekspor, dan stabilitas harga di dalam negeri.

Pemerintah terus menjaga keseimbangan antara konsumsi, investasi, dan belanja negara agar ekonomi tetap stabil. (man)

Berita Terkait

Rupiah Menguat 0,54% Usai BI Rate Naik, Dolar AS Turun ke Rp17.600
Prabowo Perketat Ekspor Sawit dan Batu Bara, Dunia Internasional Mulai Soroti Arah Baru Ekonomi RI
Rupiah Lesu, Purbaya Ungkap Perbedaan Kekuatan Ekonomi RI 2026 dan Krisis 1998
BI Menggunakan Cadangan Devisa untuk Menahan Tekanan Rupiah
Pemerintah Siapkan Rp 420 Triliun untuk Menopang Stabilitas Rupiah
DPR Minta BI Perkuat Instrumen Swap Line demi Jaga Stabilitas Rupiah
Pemicu Saham BBRI, BBCA Cs Turun Tajam di Awal Perdagangan: Rupiah Melemah hingga Sentimen Global Tekan Pasar
Rapat DPR dan Gubernur BI Dihujani Kritik: Rupiah, Kelas Menengah, hingga Arah Kebijakan Ekonomi Jadi Sorotan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Menguat 0,54% Usai BI Rate Naik, Dolar AS Turun ke Rp17.600

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:00 WIB

Prabowo Perketat Ekspor Sawit dan Batu Bara, Dunia Internasional Mulai Soroti Arah Baru Ekonomi RI

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:00 WIB

Rupiah Lesu, Purbaya Ungkap Perbedaan Kekuatan Ekonomi RI 2026 dan Krisis 1998

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:00 WIB

BI Menggunakan Cadangan Devisa untuk Menahan Tekanan Rupiah

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:59 WIB

Pemerintah Siapkan Rp 420 Triliun untuk Menopang Stabilitas Rupiah

Berita Terbaru

“Kalau terbukti, ya kami tindak,” kata Purbaya di Jakarta Pusat, Kamis (21/5).( Poto : istimewa )

Pemerintahan

Purbaya Siap Copot Dirjen Bea Cukai Jika Terbukti Terima Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:00 WIB

Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi dan Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi melalui penandatanganan MoU di Aula Griya Mayang, Kamis (21/05/2026).( Poto : JAMBIlink).

Daerah

Tirta Mayang dan IAIMA Jambi Teken MoU Kolaborasi Baru

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:00 WIB

UKW Jambi ke-13 Dorong Wartawan Lebih Profesional ( Poto : JambiPrima.com ).

Daerah

UKW Jambi ke-13 Dorong Wartawan Lebih Profesional

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:00 WIB

Ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) menggelar aksi di Kantor Bupati Merangin, Kamis (21/05/2026).( Poto : JambiPrima.com).

Daerah

Warga SAD Demo di Merangin, Protes Bantuan Tak Merata

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:00 WIB