Rupiah Melemah Tembus Rp17.600 per Dolar AS pada Jumat Pagi, Tekanan Global Meningkat

Rupiah melemah tembus Rp17.600 per dollar AS pada Jumat pagi 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

(ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Jakarta, Jemarionline.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Jumat pagi. Rupiah bahkan menembus level psikologis baru di Rp17.600 per dolar AS, seiring meningkatnya tekanan dari pasar global.

Selain itu, pelemahan ini juga mengikuti tren penguatan dolar AS yang terus berlanjut dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Rupiah Dibuka Melemah Sejak Awal Perdagangan

Pada awal sesi perdagangan, rupiah bergerak di kisaran Rp17.540 hingga Rp17.550 per dolar AS. Namun demikian, tekanan jual meningkat secara bertahap.

Akibatnya, rupiah terus melemah hingga akhirnya menembus level Rp17.600 pada pagi hari. Data pasar menunjukkan nilai tukar sempat berada di sekitar Rp17.603 per dolar AS.

Dengan demikian, rupiah mencatatkan pelemahan lanjutan dibandingkan penutupan sebelumnya.

Faktor Global Tekan Rupiah

Pelemahan rupiah tidak terjadi tanpa alasan. Tekanan datang terutama dari penguatan dolar AS di pasar global. Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik juga menambah kekhawatiran investor.

Di sisi lain, harga minyak dunia yang masih tinggi turut memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Baca Juga :  Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan

Oleh karena itu, pelaku pasar cenderung memilih aset aman seperti dolar AS.

Kondisi Pasar Mencerminkan Volatilitas Tinggi

Pergerakan rupiah dalam beberapa hari terakhir menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Sebelumnya, rupiah sudah beberapa kali mendekati level 17.500 sebelum akhirnya menembus 17.600.

Sementara itu, pelaku pasar masih menunggu sinyal kebijakan moneter dari bank sentral utama dunia, termasuk The Federal Reserve.

Dengan demikian, pasar valuta asing bergerak lebih hati-hati dalam mengambil posisi.

Bank Indonesia Pantau Ketat Pergerakan Rupiah

Di tengah tekanan tersebut, Bank Indonesia terus memantau stabilitas nilai tukar rupiah. BI juga secara rutin melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga volatilitas tetap terkendali.

Selain itu, kebijakan stabilisasi juga diarahkan untuk menjaga kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia.

Namun demikian, tekanan eksternal masih menjadi faktor dominan dalam pergerakan rupiah saat ini.

Dampak Pelemahan Rupiah bagi Ekonomi

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS berpotensi memberikan dampak beragam. Di satu sisi, eksportir dapat memperoleh keuntungan dari nilai tukar yang lebih tinggi.

Baca Juga :  Rupiah Cetak Rekor Terlemah, Ini Dampak yang Mulai Dirasakan Masyarakat

Namun di sisi lain, biaya impor barang dan bahan baku berpotensi meningkat. Kondisi ini dapat mendorong tekanan inflasi jika berlangsung dalam jangka panjang.

Dengan demikian, stabilitas rupiah menjadi perhatian penting bagi pelaku ekonomi.

Sentimen Investor Masih Hati-Hati

Investor global saat ini masih menunjukkan sikap hati-hati terhadap aset negara berkembang. Mereka cenderung menahan dana pada instrumen yang dianggap lebih aman.

Selain itu, ketidakpastian ekonomi global membuat arus modal lebih selektif.

Oleh karena itu, mata uang seperti rupiah masih berada dalam tekanan dalam jangka pendek.

Kesimpulan

Rupiah kembali melemah hingga menembus Rp17.600 per dolar AS pada Jumat pagi. Tekanan ini muncul akibat kombinasi penguatan dolar AS, ketegangan global, dan kondisi pasar keuangan internasional yang masih tidak stabil.

Dengan situasi tersebut, pelaku pasar masih akan mencermati arah kebijakan moneter global dan langkah stabilisasi dari Bank Indonesia. (man)

Berita Terkait

Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel
Daftar Harga BBM Terbaru di Semua SPBU Berlaku Agustus 2026
Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak
Rupiah Ditutup Menguat, Optimisme IMF Dorong Sentimen Pasar
OJK Bantah Bank Asing Tarik Dana Besar-Besaran dari Indonesia
Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo 7 Juli 2026, Cek Daftar Terbarunya
Purbaya: Ekonomi Indonesia Terus Membaik, MBG Jadi Fondasi Pertumbuhan
PPN Strava Premium Berlaku, DJP Jelaskan Pengguna yang Kena Pajak
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Daftar Harga BBM Terbaru di Semua SPBU Berlaku Agustus 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Ditutup Menguat, Optimisme IMF Dorong Sentimen Pasar

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:00 WIB

OJK Bantah Bank Asing Tarik Dana Besar-Besaran dari Indonesia

Berita Terbaru