Balai TNKS Akui Hanya Miliki 200 Personel, Pengawasan Hutan Jadi Tantangan Serius

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perbatasan kawasan TNKS di Provinsi Jambi. (Foto: Istimewa/Bangun Santoso)

Perbatasan kawasan TNKS di Provinsi Jambi. (Foto: Istimewa/Bangun Santoso)

Jemarionline.com – Balai Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) mengelola kawasan hutan konservasi yang sangat luas di Pulau Sumatera. Wilayahnya membentang di empat provinsi, yaitu Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Total luas kawasan ini mencapai lebih dari satu juta hektare.

Di sisi lain, jumlah personel yang bertugas di lapangan hanya sekitar 200 orang. Kondisi ini membuat beban kerja petugas menjadi sangat berat. Mereka harus menjaga wilayah yang luas dengan sumber daya yang terbatas.

Petugas tetap menjalankan tugas pengawasan setiap hari. Namun, mereka tidak bisa menjangkau seluruh area dalam waktu bersamaan. Hal ini membuat sistem pengawasan harus berjalan secara bergiliran.

Patroli Dilakukan Secara Bertahap

Tim TNKS membagi wilayah kerja ke beberapa titik patroli. Mereka menyusun jadwal rutin agar setiap kawasan tetap terpantau.

Baca Juga :  Tiang Listrik di Lahan Warga Sungai Penuh Diatur Undang-Undang

Beberapa titik berada di daerah terpencil dengan akses jalan yang sulit. Petugas sering harus berjalan kaki berjam-jam untuk mencapai lokasi tersebut. Kondisi ini membuat proses patroli menjadi lebih lambat dan melelahkan.

Dengan keterbatasan ini, petugas juga mengandalkan laporan dari masyarakat sekitar hutan. Informasi dari warga membantu mereka mendeteksi potensi gangguan lebih cepat.

Ancaman terhadap Hutan Masih Terjadi

Kawasan TNKS masih menghadapi berbagai ancaman serius. Perambahan hutan dan alih fungsi lahan menjadi dua masalah utama yang terus ditemukan di lapangan.

Petugas sering menemukan aktivitas ilegal saat melakukan patroli langsung. Namun, mereka tidak selalu bisa bergerak cepat karena jarak antarpos cukup jauh dan kondisi medan cukup berat.

Baca Juga :  Walikota Alfin Hadiri Serah Terima Kapolres Kerinci dan Dandim 0417/Kerinci

Situasi ini membuat upaya perlindungan hutan tidak berjalan mudah. Setiap temuan di lapangan membutuhkan penanganan lanjutan yang tidak selalu bisa dilakukan secara langsung.

Penguatan Sistem Pengawasan Terus Dilakukan

Balai TNKS terus berupaya meningkatkan efektivitas pengawasan. Mereka memperkuat patroli rutin dan memperluas kerja sama dengan masyarakat sekitar kawasan hutan.

Selain itu, pengelola mulai memanfaatkan teknologi pemantauan untuk membantu pengawasan area yang luas. Sistem ini membantu petugas memantau kondisi hutan dengan lebih cepat dan efisien.

Walaupun jumlah personel terbatas, petugas tetap menjalankan tugas menjaga kawasan konservasi. TNKS memegang peran penting dalam menjaga ekosistem hutan Sumatera yang memiliki nilai lingkungan tinggi dan tidak tergantikan.

Berita Terkait

Satgas Karhutla Jambi Siapkan Hadiah Bagi Warga yang Tangkap Pembakar Lahan
Pemprov Jambi Gelar Sholat Istisqa Berjamaah Hadapi Dampak Musim Kemarau Panjang
Ukir Prestasi Agra Bolsia Atilla SMAN 1 Sungai Penuh Raih Juara 1 Nasional
Wali Kota Alfin Resmi Melantik Pengurus Dewan Kesenian Kota Sungai Penuh Periode 2026–2030
Danrem 042 Gapu Pimpin Pemadaman Kebakaran Lahan di Desa Londerang
BEM FH Unja Gelar Aksi Pembagian Masker Jambi di Tengah Kepungan Kabut Asap Pekat
Aktivitas PETI Marak di Lubuk Beringin Merangin, Warga Desak Kapolda Jambi Turun Tangan
Pengurus SMSI Kabupaten Bungo 2026-2029 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Kemitraan Strategis
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:46 WIB

Satgas Karhutla Jambi Siapkan Hadiah Bagi Warga yang Tangkap Pembakar Lahan

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Pemprov Jambi Gelar Sholat Istisqa Berjamaah Hadapi Dampak Musim Kemarau Panjang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Wali Kota Alfin Resmi Melantik Pengurus Dewan Kesenian Kota Sungai Penuh Periode 2026–2030

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:54 WIB

Danrem 042 Gapu Pimpin Pemadaman Kebakaran Lahan di Desa Londerang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:43 WIB

BEM FH Unja Gelar Aksi Pembagian Masker Jambi di Tengah Kepungan Kabut Asap Pekat

Berita Terbaru

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Nasional

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Jumat, 4 Sep 2026 - 08:54 WIB

Ilustrasi kekeringan.(poto: ist).

Nasional

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:47 WIB