Jemarionline.com, Platform e-commerce Shopee kembali mengubah kebijakan layanannya mulai 2 Mei 2026, penjual akan dikenakan biaya tambahan untuk program Gratis Ongkir Ekstra yang selama ini menjadi daya tarik utama bagi pembeli. Kebijakan ini membuat beban promosi yang sebelumnya banyak ditanggung platform, kini sebagian dialihkan ke pihak penjual.
Biaya Layanan Mengalami Kenaikan
Dalam aturan terbaru, Shopee menetapkan besaran biaya berdasarkan jenis produk yang dijual.Untuk barang berukuran kecil atau reguler, biaya layanan meningkat menjadi sekitar 8 persen dari harga produk dari sebelumnya 6 persen. Sementara itu, untuk produk berukuran besar atau berat tarifnya bisa mencapai hingga 9,5 persen dengan batas maksimal biaya yang lebih tinggi.
Perubahan ini dinilai cukup signifikan, terutama bagi pelaku usaha kecil yang mengandalkan margin tipis dalam penjualan.
Diskon Biaya dengan Syarat Iklan
Shopee memang menawarkan keringanan biaya, tetapi dengan syarat tertentu. Penjual diwajibkan mengalokasikan sebagian omzetnya untuk iklan di dalam platform agar bisa mendapatkan potongan biaya layanan.
Skema ini mendorong seller untuk lebih aktif beriklan jika ingin menjaga keuntungan tetap stabil.
Aturan Retur Ikut Berubah
Tak hanya biaya ongkir, Shopee juga akan memberlakukan kebijakan baru terkait pengembalian barang mulai 1 Juni 2026.
Dalam aturan tersebut, penjual akan ikut menanggung biaya pengiriman untuk proses retur, bahkan dalam kondisi tertentu seperti pembeli berubah pikiran. Meski begitu, jika kesalahan berasal dari pihak logistik, biaya tetap ditanggung oleh platform.
Dampak ke Pelaku Usaha
Kebijakan baru ini diperkirakan akan berdampak luas, terutama bagi UMKM yang bergantung pada platform digital untuk berjualan. Kenaikan biaya berpotensi membuat harga produk ikut naik atau memaksa penjual mengubah strategi bisnis mereka.
Di sisi lain, langkah ini juga menunjukkan bahwa persaingan antar platform e-commerce semakin ketat sehingga skema subsidi promo seperti gratis ongkir mulai disesuaikan.









