Jemarionline.com, Jakarta – China kini menjadi pusat pasokan utama dalam jaringan produksi ASEAN+3, yang meliputi negara-negara ASEAN, China, Jepang, dan Korea Selatan. Laporan terbaru dari ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) mengungkap pergeseran ini dari Jepang ke China selama dua dekade terakhir.
Perubahan ini didorong oleh kapasitas manufaktur China yang besar, infrastruktur logistik yang baik, serta peran pentingnya dalam perdagangan barang setengah jadi. Meskipun China menjadi poros produksi, hubungan antarnegara tetap bersifat saling ketergantungan.
Permintaan produk akhir di kawasan kini tumbuh signifikan, bahkan lebih besar secara kolektif dibandingkan dari Amerika Serikat. Peningkatan investasi asing langsung (FDI) turut memperkuat integrasi rantai produksi.
AMRO menekankan bahwa negara-negara ASEAN perlu meningkatkan nilai tambah domestik agar rantai pasok lebih tangguh terhadap guncangan global. Dengan China sebagai pusat produksi, jaringan ekonomi kawasan menjadi lebih terhubung dan memberikan peluang bagi industri lokal untuk berkembang.









