Google Didesak Hapus Konten “AI Slop” di YouTube Kids

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Google Didesak Hapus Konten “AI Slop” di YouTube Kids

Google Didesak Hapus Konten “AI Slop” di YouTube Kids

Jemarionline.com, Platform video YouTube Kids yang seharusnya aman untuk anak kini menjadi sorotan. Ratusan kelompok advokasi anak mendesak Google dan YouTube untuk segera memberantas konten berbasis AI berkualitas rendah atau yang disebut “AI slop.”

Lebih dari 200 pihak—mulai dari dokter anak, sekolah, hingga organisasi perlindungan anak—mengirim surat kepada CEO Google Sundar Pichai dan CEO YouTube Neal Mohan.

Mereka menilai konten AI yang membanjiri YouTube Kids tidak dibuat untuk edukasi, melainkan hanya untuk menarik perhatian anak dan menghasilkan keuntungan.

Apa Itu “AI Slop” dan Kenapa Berbahaya?

Baca Juga :  Iran Tunjuk Google, Microsoft, dan Nvidia sebagai Target di Timur Tengah

“AI slop” adalah video yang dibuat secara massal menggunakan kecerdasan buatan, biasanya dengan kualitas rendah, alur tidak jelas, dan visual mencolok.

Para ahli menilai konten ini berisiko karena:

  • Mengganggu fokus dan rentang perhatian anak
  • Mengaburkan batas antara realitas dan fiksi
  • Mendorong kecanduan layar (screen time berlebihan)
  • Minim nilai edukasi yang bermanfaat

Bahkan, belum ada bukti ilmiah yang memastikan konten semacam ini aman bagi perkembangan anak.

Tuntutan yang Diajukan ke YouTube

Kelompok advokasi meminta sejumlah langkah tegas, di antaranya:

  • Memberi label jelas pada semua konten AI
  • Melarang konten AI di YouTube Kids
  • Menghentikan rekomendasi video AI untuk pengguna di bawah 18 tahun
  • Menyediakan fitur bagi orang tua untuk memblokir konten AI
  • Menghentikan investasi pada konten AI untuk anak
Baca Juga :  Google Perketat Pemutaran Latar Belakang YouTube Gratis

Respons dari YouTube

Pihak YouTube menyatakan mereka tidak mengabaikan masalah ini. Saat ini, mereka mengklaim sudah:

  • Membatasi konten AI hanya dari channel tertentu
  • Mewajibkan kreator memberi label pada video berbasis AI
  • Menggunakan sistem untuk menekan konten spam

Namun, para pengkritik menilai langkah tersebut masih belum cukup untuk melindungi anak-anak.

Berita Terkait

CEO Nvidia Pastikan Pasokan Chip AI Aman, Siap Penuhi Lonjakan Permintaan Global
5 Rekomendasi HP 5G RAM 12GB Termurah Juni 2026, Performa Kencang Mulai Rp2 Jutaan
Xiaomi Watch S5, Buds 6, dan Smart Band 10 Pro Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Fitur AI dan Baterai Hingga 21 Hari
Apple Uji Desain Baru iPhone untuk Rayakan 20 Tahun, Ini Bocorannya
Menempatkan Skill sebagai Fondasi Baru AI, Perusahaan Diminta Fokus pada Keahlian
Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Identitasnya Agar Tak Jadi Korban Penipuan
Tablet Terbaik 2026 Banyak Diburu, Cocok untuk Kerja, Kuliah, hingga Kreator Konten
Tablet Terbaik 2026 Semakin Dicari, Cocok untuk Kerja, Kuliah, dan Multitasking Harian
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:00 WIB

CEO Nvidia Pastikan Pasokan Chip AI Aman, Siap Penuhi Lonjakan Permintaan Global

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:00 WIB

5 Rekomendasi HP 5G RAM 12GB Termurah Juni 2026, Performa Kencang Mulai Rp2 Jutaan

Rabu, 3 Juni 2026 - 05:00 WIB

Xiaomi Watch S5, Buds 6, dan Smart Band 10 Pro Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Fitur AI dan Baterai Hingga 21 Hari

Selasa, 2 Juni 2026 - 08:00 WIB

Apple Uji Desain Baru iPhone untuk Rayakan 20 Tahun, Ini Bocorannya

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:00 WIB

Menempatkan Skill sebagai Fondasi Baru AI, Perusahaan Diminta Fokus pada Keahlian

Berita Terbaru

Stadion Teladan Medan diusulkan menjadi salah satu venue pertandingan ASEAN U-19 Championship 2026 yang berlangsung di Sumatera Utara.( Poto : istimewa)

Sepak Bola

PSSI Sumut Ambil Alih Akomodasi AFF U-19 2026 di Medan

Rabu, 3 Jun 2026 - 06:35 WIB