Jemarionline.com, Sungai Penuh – Kehadiran ojek online di Kota Sungai Penuh dalam beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan dalam pola transportasi masyarakat. Layanan berbasis aplikasi ini dinilai memberikan kemudahan bagi penggunanya, namun pada saat yang sama menimbulkan tantangan tersendiri bagi pengemudi ojek pangkalan.
Salah seorang warga Sungai Penuh, Yuni (43), mengaku sangat terbantu dengan keberadaan ojek online. Ibu rumah tangga tersebut mengatakan bahwa layanan ini memudahkan aktivitasnya sehari-hari, terutama saat harus mengantar anak ke sekolah di tengah kesibukan pekerjaan rumah.
“Apalagi kalau musim hujan, pekerjaan di rumah masih banyak dan sering tidak sempat mengantar anak sekolah. Dengan ojek online, sangat membantu,” ujarnya.
Namun, di sisi lain, kehadiran ojek online berdampak langsung terhadap penghasilan ojek konvensional. Sejumlah pengemudi ojek pangkalan mengaku mengalami penurunan jumlah penumpang sejak layanan berbasis aplikasi mulai beroperasi.
Selain persoalan ekonomi, keberadaan ojek online juga sempat memicu gesekan sosial. Beberapa tahun lalu, pernah terjadi kesalahpahaman antara oknum pengurus ojek pangkalan dan oknum pengemudi ojek online di Kota Sungai Penuh yang berujung pada adu mulut.
Meski demikian, berdasarkan pantauan jemarionline.com, dalam beberapa bulan terakhir sebagian besar pengemudi ojek konvensional mulai beradaptasi dengan situasi tersebut. Mereka perlahan menerima kehadiran ojek online sebagai bagian dari perubahan zaman.
Ke depan, Pemerintah Kota Sungai Penuh diharapkan dapat mengambil peran aktif dengan menghadirkan regulasi yang adil bagi kedua pihak. Pembinaan dan pengaturan yang tepat dinilai penting agar ojek online dan ojek konvensional dapat berjalan berdampingan.









