Jemarionline — Kepolisian Daerah (Polda) Maluku meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan konflik sosial setelah beberapa insiden kecil menimbulkan ketegangan antarwarga dalam beberapa minggu terakhir. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi preventif untuk menjaga keamanan dan stabilitas wilayah menjelang bulan-bulan penting tahun ini, termasuk perayaan hari besar nasional.
Kepala Polda Maluku, Irjen Pol. Budi Santoso, menyatakan bahwa patroli rutin diperluas, terutama di daerah yang kerap menjadi pusat sengketa sosial, serta di kawasan yang rawan bentrok antarwarga. Menurutnya, melibatkan tokoh masyarakat dan aparat desa adalah kunci keberhasilan strategi ini.
“Kami tidak ingin menunggu konflik terjadi. Semua tindakan yang kami lakukan adalah langkah preventif agar warga merasa aman dan situasi tetap kondusif,” ujar Irjen Budi Santoso dalam keterangan pers, Selasa (13/1/2026).
Koordinasi dengan Tokoh Masyarakat
Sebagai bagian dari strategi ini, Polda Maluku menggelar beberapa pertemuan koordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, serta perwakilan warga setempat. Dalam pertemuan tersebut, warga diajak untuk aktif berperan dalam menjaga keamanan lingkungan, melaporkan potensi konflik, dan mengedepankan dialog untuk menyelesaikan perbedaan.
Tokoh masyarakat setempat, H. Ahmad Farid, menyambut baik upaya Polda. Menurutnya, keamanan dan perdamaian tidak bisa hanya diandalkan pada aparat saja, tetapi juga membutuhkan partisipasi warga.
“Kami berharap masyarakat bisa menjadi mitra polisi. Dengan komunikasi yang baik, konflik dapat dicegah sebelum menjadi besar,” ujar H. Ahmad Farid.
Posko Darurat dan Sistem Pemantauan
Polda Maluku juga menyiapkan posko darurat di beberapa titik strategis untuk memantau situasi terkini dan merespons cepat jika terjadi bentrokan. Posko ini dilengkapi dengan sistem pemantauan 24 jam yang memanfaatkan patroli lapangan dan laporan masyarakat.
Selain itu, aparat keamanan memperkuat jaringan komunikasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk memastikan koordinasi berjalan lancar. “Respons cepat sangat penting agar konflik bisa diatasi sebelum meluas,” tambah Kepala Polda.
Dampak dan Harapan
Langkah pengawasan yang diperketat ini diharapkan mampu menurunkan potensi konflik, menjaga stabilitas sosial, serta meningkatkan rasa aman warga. Menurut beberapa pengamat sosial di Maluku, keterlibatan masyarakat dalam strategi keamanan akan memperkuat solidaritas lokal dan menekan risiko eskalasi.
“Pendekatan preventif dengan melibatkan tokoh masyarakat sangat efektif. Polisi tidak hanya menjadi penegak hukum, tapi juga fasilitator perdamaian,” kata Dr. Laila Suryani, pengamat sosial dari Universitas Pattimura.
Warga setempat juga mengaku lebih tenang setelah melihat peningkatan patroli dan keterlibatan aktif aparat. Beberapa warga menilai, langkah ini merupakan upaya nyata dalam menjaga keamanan komunitas, terutama di daerah yang pernah mengalami bentrok ringan sebelumnya.









