Jakarta, jemarionline.com – Penguji menguji performa sistem plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) lewat uji efisiensi Chery Tiggo 9 CSH pada rute Jakarta menuju Semarang sejauh 450 kilometer. Tim penguji melintasi jalur tol Trans Jawa pada hari kerja dengan kondisi lalu lintas yang relatif lengang.
Pengemudi membatasi kecepatan maksimal hingga 100 kilometer per jam dengan menerapkan metode berkendara santai atau eco driving. Kabin kendaraan mengangkut tiga orang penumpang beserta barang bawaan dengan bobot total sekitar 220 hingga 240 kilogram.
Pengemudi menyetel mode berkendara ke posisi Eco serta mengunci mode baterai pada setelan EV+. Sebelum memulai perjalanan, teknisi mengisi penuh baterai dan tangki bensin bervolume 70 liter memakai BBM jenis RON 92.
Chery memasang target awal agar SUV tangguh ini sanggup menembus kota Semarang dengan menghabiskan bensin kurang dari 5 liter. Pabrikan menanamkan baterai berkapasitas 34,4 kWh yang secara resmi menjanjikan daya jangkau listrik murni hingga sejauh 180 kilometer.
Pengujian jalan raya ini justru menghasilkan daya jangkau listrik yang melampaui klaim resmi pabrikan. Layar MID masih memperlihatkan sisa daya baterai sebesar 52 persen saat kendaraan sudah menempuh jarak 100 kilometer pertama.
Perhitungan matematis menunjukkan potensi daya jelajah mobil ini sanggup melampaui jarak 200 kilometer hanya mengandalkan tenaga setrum baterai. Performa impresif tersebut memberi bukti nyata atas ketangguhan manajemen energi yang tertanam pada sistem hybrid Chery.
Pengisian Daya Baterai Pada Tiga Rest Area
Pengemudi mengisi ulang daya listrik kendaraan di tiga titik rest area tol agar pasokan baterai selalu aman. Lokasi pertama berada di SPKLU rest area KM 102A dengan biaya pengisian daya listrik sebesar Rp 54.270.
Pengemudi melanjutkan perjalanan tol kemudian kembali mengisi daya baterai di rest area KM 207A dengan tagihan Rp 68.104. Mobil kemudian merampungkan proses pengisian daya baterai yang ketiga di rest area KM 338A dengan biaya Rp 67.220.
Pengemudi mengeluarkan total biaya pengisian daya listrik baterai selama perjalanan Trans Jawa ini sebesar Rp 189.594. Sistem mobil mempertahankan mode EV+ secara konsisten sepanjang rute tanpa berpindah ke mode bensin atau hybrid (HEV).
Panel instrumen MID menampilkan catatan konsumsi bensin rata-rata mencapai 999,9 kilometer per liter dengan konsumsi total 0,0 liter. Sementara itu, MID memperlihatkan angka konsumsi energi gabungan rata-rata yang stabil pada angka 24,4 kilometer per liter.
Mobil tiba di Semarang dengan kondisi kapasitas baterai yang masih tersisa sebanyak 54 persen pada indikator instrumen. Layar informasi bahkan masih memperlihatkan potensi sisa jarak tempuh perjalanan yang sanggup menembus angka 989 kilometer.
Hasil Pengujian Nyata Konsumsi Bahan Bakar Minyak
Penguji langsung menerapkan metode pengukuran bensin secara full to full guna memastikan volume konsumsi riil bahan bakar. Hasil pengisian kembali di SPBU membuktikan tangki mobil hanya menyerap bensin sebanyak 2 liter hingga bibir pengisian.
Faktor teknis seperti penyusutan bahan bakar di leher pipa tangki kemungkinan besar memengaruhi berkurangnya cairan bensin tersebut. Selain itu, faktor penguapan bensin turut menyumbang pengurangan mengingat pengujian berlangsung dari pagi sampai sore di bawah terik matahari.
Harga bensin Pertamax senilai Rp 15.950 per liter saat pengetesan membuat pemakaian 2 liter bensin tersebut setara Rp 31.900. Pengemudi pada akhirnya hanya menghabiskan total biaya perjalanan Jakarta ke Semarang sebesar Rp 221.494.
Total biaya tersebut mencakup pengeluaran daya listrik baterai senilai Rp 189.594 ditambah biaya konsumsi bensin senilai Rp 31.900. Hasil pengujian lapangan ini secara meyakinkan melampaui target awal Chery yang mematok konsumsi bahan bakar di bawah 5 liter.(ar)









