Jambi, jemarionline.com – Aksi pemindahan saldo simpanan secara massal memicu ancaman penurunan aset Bank Jambi secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena ini muncul sebagai imbas langsung dari kelumpuhan layanan mobile banking yang merugikan transaksi harian masyarakat.
Gangguan akses pembayaran digital ini mengikis kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan milik pemerintah daerah tersebut. Warga yang biasa membayar tagihan rutin kini mengeluhkan prosedur transaksi manual yang membuang banyak waktu.
Kondisi tersebut memaksa masyarakat umum dan ribuan Pegawai Negeri Sipil memindahkan dana simpanan mereka ke bank lain. Nasabah mengambil langkah ini demi menjamin kelancaran transaksi harian sekaligus mengamankan porsi dana tabungan mereka.
Komisaris Utama Bank Jambi, Sudirman, membenarkan tren pengurangan nominal saldo simpanan nasabah di instansinya. Meskipun nasabah tetap mempertahankan rekening aktif, mereka mengosongkan sebagian besar tabungan demi alasan keamanan.
Pihak manajemen mencatat bahwa para pegawai pemerintah masih menyimpan rekening resmi di bank daerah ini. Namun, nominal saldo mereka menyusut drastis karena nasabah terus memindahkan simpanan ke lembaga keuangan lain.
Persyaratan Resmi Bank Indonesia Menjadi Kunci Utama Pemulihan
Dewan Komisaris terus mendesak Otoritas Jasa Keuangan bersama pemegang saham untuk mempercepat pemulihan sistem perbankan. Langkah cepat ini bertujuan memulihkan kepercayaan publik sekaligus menghentikan laju penurunan nilai aset bank.
Manajemen bank saat ini memfokuskan seluruh sumber daya untuk memenuhi standar keamanan ketat dari regulator. Upaya ini menjadi prioritas utama karena fitur mobile banking dan pengiriman uang antarbank belum berjalan normal.
Kelumpuhan akses digital ini merupakan imbas lanjutan dari insiden peretasan siber pada Februari lalu. Kasus kejahatan siber tersebut sempat menguras dana milik ratusan nasabah Bank Jambi.
Sudirman menegaskan bahwa Bank Indonesia memegang wewenang penuh terkait pembukaan kembali jaringan transaksi digital. Manajemen bank wajib menuntaskan seluruh daftar persyaratan teknis sebelum mengantongi izin resmi dari bank sentral.
Pihak manajemen telah mengantongi daftar kewajiban teknis yang menjadi syarat mutlak dari Bank Indonesia. Manajemen harus menyelesaikan seluruh poin pembenahan tersebut agar sistem memperoleh persetujuan pengaktifan kembali.
Target Operasional Normal Seluruh Layanan Sebelum Akhir Tahun
Saat ini, jaringan transaksi perbankan baru melayani kebutuhan internal antar-rekening sesama pengguna Bank Jambi. Nasabah belum bisa mengirimkan maupun menerima transfer dana yang melibatkan bank lain.
Layanan di kantor cabang hanya menjalankan fungsi setoran tunai dan penerimaan dana secara manual. Keterbatasan akses ini terus memicu gangguan bagi kelancaran aktivitas pembayaran harian nasabah.
Pihak komisaris membantah isu bahwa masalah teknis internal menjadi penyebab lambatnya penanganan kasus ini. Manajemen sengaja memperpanjang durasi pemulihan sebagai wujud kehati-hatian dalam menjamin keamanan aset nasabah.
Bank Indonesia telah memberikan panduan tahap pemulihan yang berlangsung mulai September hingga Desember. Manajemen berkomitmen menuntaskan seluruh jadwal perbaikan sesuai target yang ditetapkan oleh regulator.
Pihak bank optimistis fitur transfer antarbank serta aplikasi mobile banking beroperasi penuh sebelum akhir tahun. Pemulihan infrastruktur digital ini menjadi kunci utama untuk mengembalikan kenyamanan transaksi para nasabah.(ar)









