JEMARIONLINE.COM – Microsoft menyiapkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar di divisi Xbox pada Juli 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari restrukturisasi perusahaan setelah bisnis game Microsoft menghadapi tekanan pendapatan dan keuntungan dalam beberapa tahun terakhir.
Selain memangkas biaya operasional, Microsoft juga meninjau kembali strategi bisnis Xbox untuk meningkatkan kinerja keuangan. Karena itu, perusahaan mulai mengevaluasi sejumlah unit kerja dan program yang selama ini berjalan.
Microsoft Percepat Restrukturisasi Xbox
CEO Xbox, Asha Sharma, memimpin restrukturisasi besar pertama sejak Microsoft menunjuk dirinya sebagai pemimpin divisi game pada Februari 2026.
Menurut sejumlah laporan media internasional, Microsoft berencana mengurangi jumlah karyawan Xbox setelah tahun fiskal perusahaan berakhir pada 30 Juni 2026. Selain itu, perusahaan juga meninjau struktur organisasi dan prioritas investasi yang ada saat ini.
Sementara itu, manajemen terus menghitung kebutuhan tenaga kerja pada berbagai unit bisnis. Oleh sebab itu, Microsoft belum mengumumkan jumlah pasti karyawan yang akan keluar dari perusahaan.
Namun, sejumlah analis memperkirakan Microsoft dapat mengurangi ribuan posisi kerja untuk menekan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi bisnis.
Asha Sharma Ungkap Kondisi Keuangan Xbox
Asha Sharma menjelaskan bahwa Xbox menghadapi tantangan finansial yang tidak ringan. Menurutnya, Microsoft telah mengalokasikan lebih dari 20 miliar dolar AS untuk mendukung pengembangan konten, platform, dan perangkat keras selama lima tahun terakhir.
Akan tetapi, pendapatan tahunan Xbox justru mengalami penurunan dalam periode yang sama. Selain itu, margin keuntungan bisnis Xbox juga terus menyusut hingga berada di kisaran tiga persen.
Karena kondisi tersebut, manajemen memutuskan untuk mengevaluasi investasi dan mengatur ulang prioritas bisnis agar Xbox dapat tumbuh secara lebih sehat.
Penjualan Konsol Belum Pulih
Xbox masih menghadapi tekanan pada sektor perangkat keras. Penjualan konsol belum menunjukkan pertumbuhan yang signifikan meski perusahaan terus menghadirkan layanan baru dan memperluas ekosistem digital.
Selain itu, layanan berlangganan dan cloud gaming belum mampu menggantikan seluruh pendapatan yang hilang dari penjualan perangkat keras.
Di sisi lain, biaya produksi dan harga komponen teknologi juga terus meningkat. Kondisi tersebut mendorong Microsoft untuk mencari cara baru dalam mengelola bisnis game mereka.
Karena itu, perusahaan mulai mengarahkan fokus ke layanan digital, PC gaming, mobile gaming, dan platform berbasis cloud.
Microsoft Susun Strategi Baru
Microsoft kini menyusun strategi baru untuk memperkuat posisi Xbox di industri game global. Perusahaan ingin meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperluas sumber pendapatan di luar bisnis konsol tradisional.
Selain memperkuat layanan digital, Microsoft juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra teknologi untuk memperluas jangkauan produk dan layanan Xbox.
Asha Sharma menegaskan bahwa Xbox tetap menjadi bagian penting dalam bisnis Microsoft. Namun, ia menilai perusahaan perlu beradaptasi dengan perubahan pasar agar dapat bersaing dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, Microsoft mengambil langkah restrukturisasi sekarang agar Xbox memiliki fondasi bisnis yang lebih kuat pada masa mendatang.









