Sungai Penuh, Jemarionline.com – UMKM pandai besi Sungai Penuh terus mendapat dukungan dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional IV. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan mendorong pelaku usaha naik kelas lewat bantuan mesin modern, penguatan legalitas, dan perlindungan hak kekayaan intelektual.
Program tersebut menyasar sentra pandai besi di Desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh. PTPN IV menilai sektor ini memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Tingkatkan Produktivitas dengan Mesin Modern
PTPN IV Regional IV melengkapi para perajin dengan peralatan produksi yang lebih modern agar proses pembuatan alat pertanian menjadi lebih cepat dan efisien. Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga kualitas hasil kerja para pengrajin.
Pemanfaatan teknologi modern juga membuka peluang bagi UMKM pandai besi untuk memenuhi permintaan pasar yang lebih luas. Dengan produktivitas yang meningkat, pelaku usaha memiliki kesempatan memperbesar skala bisnis mereka.
Dampingi Pengurusan Legalitas Usaha
Selain membantu peralatan produksi, PTPN IV Regional IV juga mendampingi pengurusan legalitas koperasi yang menaungi para pengrajin.
Sekretaris Perusahaan PTPN IV Regional IV, Hariman Siregar, mengatakan pihaknya membantu melengkapi berbagai dokumen administrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Pendampingan tersebut mencakup penyusunan akta pendirian, pengurusan NPWP, TDP, NIB, hingga dokumen pendukung lainnya.
“Kami sekarang melengkapi dan bantu mengurus segala sesuatu administrasi sesuai aturan untuk koperasi. Saat ini pandai besi di Koto Padang bernaung di bawah Koperasi DLN. Nah, kelengkapan administrasi ini masih kami berikan edukasi, materi dan lainnya,” kata Hariman Siregar.
Menurut Hariman, legalitas usaha akan memberikan kepastian hukum bagi para pelaku UMKM. Dokumen tersebut juga memudahkan mereka mengakses pembiayaan dan memperluas peluang kerja sama dengan berbagai pihak.
Daftarkan Hak Cipta Produk Pandai Besi
PTPN IV Regional IV juga memfasilitasi para pengrajin mendaftarkan hasil karya mereka ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum.
Langkah ini bertujuan melindungi produk pandai besi dari praktik peniruan maupun pemalsuan sehingga karya para perajin memiliki perlindungan hukum yang lebih kuat.
“Kami juga sudah membawa pelaku UMKM pandai besi ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham untuk mendaftar dan mendapatkan sertifikat hak cipta hasil karya para pandai besi. Jadi hasil kerja mereka tidak bisa ditiru atau dipalsukan orang,” ujar Hariman.
Belajar dari Sentra Pandai Besi di Riau
PTPN IV Regional IV tidak hanya memberikan bantuan sarana produksi. Perusahaan juga mengajak para pengrajin melakukan studi banding ke sentra pandai besi di Provinsi Riau yang telah berkembang menjadi usaha berskala besar.
Melalui kegiatan tersebut, para pelaku UMKM memperoleh pengalaman mengenai pengelolaan usaha, peningkatan kualitas produk, hingga strategi memperluas pasar. PTPN IV berharap pengetahuan itu dapat mempercepat pertumbuhan industri pandai besi di Sungai Penuh.
Komitmen Mendorong UMKM Naik Kelas
Program pendampingan yang dijalankan PTPN IV Regional IV menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memberdayakan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Perusahaan tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga membangun fondasi usaha yang kuat melalui legalitas, peningkatan kapasitas produksi, dan perlindungan hak cipta.
Dengan dukungan tersebut, UMKM pandai besi di Desa Koto Padang diharapkan mampu berkembang menjadi sentra industri yang lebih modern, berdaya saing, dan berkelanjutan.

![Kulkas inverter 2 pintu LG GN-B202SQIB. [LG]](https://jemarionline.com/wp-content/uploads/2026/07/32464-kulkas-inverter-2-pintu-lg-gn-b202sqib-225x129.jpg)







