Jemarionline.com, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) gagal mengesahkan resolusi tentang pembukaan jalur pelayaran Selat Hormuz. Kegagalan ini terjadi setelah Rusia dan China menggunakan hak veto.
Resolusi tersebut atas usulan Bahrain yang di ikuti 11 negara akan tetapi veto dari Rusia dan China membuat resolusi tidak bisa disahkan. Dua negara lainnya memilih abstain.
Tujuan Resolusi
Resolusi ini bertujuan untuk menjaga keamanan di Selat Hormuz. Selain itu, aturan ini juga ingin memastikan kapal dagang bisa melintas dengan aman.
Isi utama resolusi meliputi:
- Menjamin kebebasan navigasi
- Meningkatkan kerja sama internasional
- Melindungi jalur perdagangan global
Awalnya, resolusi memuat opsi penggunaan kekuatan militer. Namun, bagian itu diubah menjadi langkah defensif agar mendapat lebih banyak dukungan.
Latar Belakang Ketegangan
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Iran membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Kebijakan ini berkaitan dengan konflik Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya.Selat Hormuz adalah jalur penting dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati wilayah ini. Karena itu, gangguan di selat ini langsung berdampak besar.
Beberapa dampaknya antara lain:
- Harga minyak dunia naik
- Distribusi energi terganggu
- Aktivitas pelayaran menurun
Perbedaan Sikap Negara
Bahrain menyayangkan kegagalan resolusi ini. Mereka menilai PBB tidak menjalankan perannya dengan baik.Negara-negara Barat juga mengkritik veto Rusia dan China. Mereka menilai keputusan itu memperburuk situasi.
Sebaliknya, Rusia dan China menilai resolusi tersebut tidak adil. Menurut mereka, isi resolusi terlalu menyudutkan Iran dan bisa memperbesar konflik.









