PBB Gagal Sahkan Resolusi Pembukaan Selat Hormuz

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PBB Gagal Sahkan Resolusi Pembukaan Selat Hormuz ( AI )

PBB Gagal Sahkan Resolusi Pembukaan Selat Hormuz ( AI )

Jemarionline.com, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) gagal mengesahkan resolusi tentang pembukaan jalur pelayaran Selat Hormuz. Kegagalan ini terjadi setelah Rusia dan China menggunakan hak veto.

Resolusi tersebut atas usulan Bahrain yang di ikuti 11 negara akan tetapi veto dari Rusia dan China membuat resolusi tidak bisa disahkan. Dua negara lainnya memilih abstain.

Tujuan Resolusi

Resolusi ini bertujuan untuk menjaga keamanan di Selat Hormuz. Selain itu, aturan ini juga ingin memastikan kapal dagang bisa melintas dengan aman.

Baca Juga :  Timnas Jerman Pastikan Tetap Tampil di Piala Dunia 2026 Meski Muncul Wacana Boikot

Isi utama resolusi meliputi:

  • Menjamin kebebasan navigasi
  • Meningkatkan kerja sama internasional
  • Melindungi jalur perdagangan global

Awalnya, resolusi memuat opsi penggunaan kekuatan militer. Namun, bagian itu diubah menjadi langkah defensif agar mendapat lebih banyak dukungan.

Latar Belakang Ketegangan

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Iran membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Kebijakan ini berkaitan dengan konflik Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya.Selat Hormuz adalah jalur penting dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati wilayah ini. Karena itu, gangguan di selat ini langsung berdampak besar.

Baca Juga :  Cadangan Minyak Rusia Bertahan 60 Tahun, Stok BBM Indonesia Hanya 26 Hari

Beberapa dampaknya antara lain:

  • Harga minyak dunia naik
  • Distribusi energi terganggu
  • Aktivitas pelayaran menurun

Perbedaan Sikap Negara

Bahrain menyayangkan kegagalan resolusi ini. Mereka menilai PBB tidak menjalankan perannya dengan baik.Negara-negara Barat juga mengkritik veto Rusia dan China. Mereka menilai keputusan itu memperburuk situasi.

Sebaliknya, Rusia dan China menilai resolusi tersebut tidak adil. Menurut mereka, isi resolusi terlalu menyudutkan Iran dan bisa memperbesar konflik.

Berita Terkait

DPR Yakin Gencatan Senjata AS–Iran Bisa Jadi Awal Perdamaian
Dunia Sambut Gencatan Senjata AS–Iran, Harapan Damai Mulai Muncul
5 Berita Internasional Terpopuler Hari Ini, Dari Iran hingga Klaim Trump
Harapan Damai Pupus, Pyongyang Tegaskan Tak Mau Kompromi dengan Seoul
India Lebih Dekat ke Akuisisi Jet Tempur Su‑57 Rusia
Rusia Uji Mortir Robotik Bagulnik‑82, Memuat Peluru Otomatis Hanya 5 Detik
China Jadi Pusat Rantai Produksi ASEAN+3
Ekonomi Makin Sulit, Thailand Ajak “Crazy Rich” Bantu Rakyat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 10:00 WIB

DPR Yakin Gencatan Senjata AS–Iran Bisa Jadi Awal Perdamaian

Kamis, 9 April 2026 - 09:00 WIB

PBB Gagal Sahkan Resolusi Pembukaan Selat Hormuz

Kamis, 9 April 2026 - 04:00 WIB

Dunia Sambut Gencatan Senjata AS–Iran, Harapan Damai Mulai Muncul

Kamis, 9 April 2026 - 03:00 WIB

5 Berita Internasional Terpopuler Hari Ini, Dari Iran hingga Klaim Trump

Kamis, 9 April 2026 - 02:00 WIB

Harapan Damai Pupus, Pyongyang Tegaskan Tak Mau Kompromi dengan Seoul

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono. (Anggi/detikcom)

Internasional

DPR Yakin Gencatan Senjata AS–Iran Bisa Jadi Awal Perdamaian

Kamis, 9 Apr 2026 - 10:00 WIB

PBB Gagal Sahkan Resolusi Pembukaan Selat Hormuz ( AI )

Internasional

PBB Gagal Sahkan Resolusi Pembukaan Selat Hormuz

Kamis, 9 Apr 2026 - 09:00 WIB

Yusril Serahkan Nasib Kasasi Vonis Bebas Delpedro ke MA ( dok.CNN Indonesia )

Nasional

Yusril Serahkan Nasib Kasasi Vonis Bebas Delpedro ke MA

Kamis, 9 Apr 2026 - 07:00 WIB