Jemarionline – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa utang luar negeri Indonesia (ULN) turun menjadi US$423,8 miliar pada November 2025, menurun dari US$424,9 miliar pada Oktober 2025. Penurunan ini menunjukkan adanya penyusutan tipis secara bulanan, meski secara tahunan masih mengalami kenaikan 0,2 % dibanding November 2024.
Komposisi Utang:
-
Sektor pemerintah tetap menjadi komponen utama ULN, namun peminjaman eksternal pemerintah menurun.
-
Sektor swasta juga mengalami penurunan tipis.
-
Sebagian besar utang luar negeri bersifat jangka panjang, mengurangi risiko pembiayaan kembali dan mendukung stabilitas keuangan.
Rasio Utang Terhadap PDB:
-
Rasio utang luar negeri terhadap PDB turun menjadi 29,3 %, menunjukkan beban utang yang lebih terkendali.
Konteks Ekonomi:
-
Perlambatan pertumbuhan utang luar negeri didorong oleh manajemen utang yang hati-hati, berkurangnya peminjaman sektor publik, dan kondisi pasar global.
-
Indikator ekonomi lain menunjukkan tren positif, seperti peningkatan kecil dalam investasi asing langsung (FDI) dan stabilitas nilai tukar yang terus dijaga BI.
Kesimpulan:
-
Penurunan utang luar negeri dan rasio PDB yang lebih sehat mendukung kepercayaan investor serta stabilitas makroekonomi Indonesia, memberikan ruang fiskal untuk belanja publik di tengah ketidakpastian global









