Harga Gas LPG 3 Kg di Kerinci dan Sungai Penuh Melambung, Warga Minta Pemerintah Bertindak

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi GAS Subsidi 3KG (Foto: Kompas.com)

Ilustrasi GAS Subsidi 3KG (Foto: Kompas.com)

Sungai Penuh, Jemarionline.comHarga LPG 3 kg di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh kembali memicu keluhan masyarakat. Dalam beberapa bulan terakhir, warga harus membeli gas subsidi dengan harga yang jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Di sejumlah daerah, pengecer menjual LPG 3 kilogram dengan harga Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per tabung. Kenaikan tersebut membuat beban pengeluaran masyarakat semakin besar, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah dan pelaku usaha kecil.

Warga Sulit Mendapatkan Harga Sesuai HET

Banyak warga mengaku harus mendatangi beberapa pengecer untuk mencari gas bersubsidi. Namun, hampir semua pengecer mematok harga yang lebih tinggi dari ketentuan pemerintah.

Sebagian masyarakat akhirnya tetap membeli karena gas menjadi kebutuhan utama untuk memasak setiap hari. Kondisi itu membuat mereka tidak memiliki banyak pilihan.

Pedagang Kecil Ikut Merasakan Dampaknya

Kenaikan harga LPG juga memukul pelaku usaha mikro. Pemilik warung makan, pedagang gorengan, hingga usaha rumahan harus mengeluarkan biaya operasional lebih besar.

Baca Juga :  Harga Material di Kerinci Tiba-Tiba Meledak, Warga yang Mau Bangun Rumah Dibikin Menjerit

Sebagian pelaku usaha memilih menaikkan harga jual, sementara yang lain mengurangi keuntungan agar pelanggan tidak beralih ke tempat lain.

Warga Mendesak Pemerintah Bertindak

Masyarakat meminta pemerintah daerah segera turun tangan. Mereka berharap dinas terkait bersama aparat memperketat pengawasan terhadap distribusi LPG bersubsidi.

Warga juga meminta pemerintah menindak pangkalan maupun pengecer yang menjual gas di atas HET. Langkah tersebut dinilai mampu menekan praktik penjualan dengan harga yang tidak wajar.

Distribusi Perlu Pengawasan Ketat

Banyak warga menilai lemahnya pengawasan menjadi salah satu penyebab harga LPG terus naik. Mereka berharap pemerintah memantau jalur distribusi mulai dari agen hingga pengecer.

Pengawasan yang konsisten dapat membantu menjaga ketersediaan stok sekaligus mencegah praktik penyimpangan yang merugikan masyarakat.

Baca Juga :  Sembako Dijual di Bawah Harga Pasaran, Warga Siulak Serbu Operasi Pasar Murah

Operasi Pasar Belum Menjadi Solusi

Pemerintah sebelumnya sempat menggelar operasi pasar untuk membantu masyarakat memperoleh LPG dengan harga sesuai HET. Program tersebut memang memberi manfaat, tetapi hanya berlangsung dalam waktu terbatas.

Setelah operasi pasar berakhir, harga LPG kembali naik di sejumlah wilayah. Karena itu, masyarakat berharap pemerintah menghadirkan solusi yang bersifat permanen.

Masyarakat Ingin Harga Kembali Normal

Warga Kerinci dan Kota Sungai Penuh berharap pemerintah, Pertamina, serta seluruh pihak yang terlibat segera memperbaiki tata kelola distribusi LPG subsidi.

Mereka ingin harga LPG 3 kilogram kembali sesuai ketentuan sehingga masyarakat kecil tidak lagi menanggung beban akibat tingginya harga gas subsidi. Mereka juga berharap stok tetap tersedia di seluruh pangkalan agar kebutuhan rumah tangga dan usaha kecil dapat terpenuhi.

Berita Terkait

Satgas Karhutla Jambi Siapkan Hadiah Bagi Warga yang Tangkap Pembakar Lahan
Pemprov Jambi Gelar Sholat Istisqa Berjamaah Hadapi Dampak Musim Kemarau Panjang
Ukir Prestasi Agra Bolsia Atilla SMAN 1 Sungai Penuh Raih Juara 1 Nasional
Wali Kota Alfin Resmi Melantik Pengurus Dewan Kesenian Kota Sungai Penuh Periode 2026–2030
Danrem 042 Gapu Pimpin Pemadaman Kebakaran Lahan di Desa Londerang
BEM FH Unja Gelar Aksi Pembagian Masker Jambi di Tengah Kepungan Kabut Asap Pekat
Aktivitas PETI Marak di Lubuk Beringin Merangin, Warga Desak Kapolda Jambi Turun Tangan
Pengurus SMSI Kabupaten Bungo 2026-2029 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Kemitraan Strategis
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:46 WIB

Satgas Karhutla Jambi Siapkan Hadiah Bagi Warga yang Tangkap Pembakar Lahan

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Pemprov Jambi Gelar Sholat Istisqa Berjamaah Hadapi Dampak Musim Kemarau Panjang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Wali Kota Alfin Resmi Melantik Pengurus Dewan Kesenian Kota Sungai Penuh Periode 2026–2030

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:54 WIB

Danrem 042 Gapu Pimpin Pemadaman Kebakaran Lahan di Desa Londerang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:43 WIB

BEM FH Unja Gelar Aksi Pembagian Masker Jambi di Tengah Kepungan Kabut Asap Pekat

Berita Terbaru

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Nasional

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Jumat, 4 Sep 2026 - 08:54 WIB

Ilustrasi kekeringan.(poto: ist).

Nasional

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:47 WIB