Sungai Penuh, Jemarionline.com – Harga LPG 3 kg di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh kembali memicu keluhan masyarakat. Dalam beberapa bulan terakhir, warga harus membeli gas subsidi dengan harga yang jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Di sejumlah daerah, pengecer menjual LPG 3 kilogram dengan harga Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per tabung. Kenaikan tersebut membuat beban pengeluaran masyarakat semakin besar, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah dan pelaku usaha kecil.
Warga Sulit Mendapatkan Harga Sesuai HET
Banyak warga mengaku harus mendatangi beberapa pengecer untuk mencari gas bersubsidi. Namun, hampir semua pengecer mematok harga yang lebih tinggi dari ketentuan pemerintah.
Sebagian masyarakat akhirnya tetap membeli karena gas menjadi kebutuhan utama untuk memasak setiap hari. Kondisi itu membuat mereka tidak memiliki banyak pilihan.
Pedagang Kecil Ikut Merasakan Dampaknya
Kenaikan harga LPG juga memukul pelaku usaha mikro. Pemilik warung makan, pedagang gorengan, hingga usaha rumahan harus mengeluarkan biaya operasional lebih besar.
Sebagian pelaku usaha memilih menaikkan harga jual, sementara yang lain mengurangi keuntungan agar pelanggan tidak beralih ke tempat lain.
Warga Mendesak Pemerintah Bertindak
Masyarakat meminta pemerintah daerah segera turun tangan. Mereka berharap dinas terkait bersama aparat memperketat pengawasan terhadap distribusi LPG bersubsidi.
Warga juga meminta pemerintah menindak pangkalan maupun pengecer yang menjual gas di atas HET. Langkah tersebut dinilai mampu menekan praktik penjualan dengan harga yang tidak wajar.
Distribusi Perlu Pengawasan Ketat
Banyak warga menilai lemahnya pengawasan menjadi salah satu penyebab harga LPG terus naik. Mereka berharap pemerintah memantau jalur distribusi mulai dari agen hingga pengecer.
Pengawasan yang konsisten dapat membantu menjaga ketersediaan stok sekaligus mencegah praktik penyimpangan yang merugikan masyarakat.
Operasi Pasar Belum Menjadi Solusi
Pemerintah sebelumnya sempat menggelar operasi pasar untuk membantu masyarakat memperoleh LPG dengan harga sesuai HET. Program tersebut memang memberi manfaat, tetapi hanya berlangsung dalam waktu terbatas.
Setelah operasi pasar berakhir, harga LPG kembali naik di sejumlah wilayah. Karena itu, masyarakat berharap pemerintah menghadirkan solusi yang bersifat permanen.
Masyarakat Ingin Harga Kembali Normal
Warga Kerinci dan Kota Sungai Penuh berharap pemerintah, Pertamina, serta seluruh pihak yang terlibat segera memperbaiki tata kelola distribusi LPG subsidi.
Mereka ingin harga LPG 3 kilogram kembali sesuai ketentuan sehingga masyarakat kecil tidak lagi menanggung beban akibat tingginya harga gas subsidi. Mereka juga berharap stok tetap tersedia di seluruh pangkalan agar kebutuhan rumah tangga dan usaha kecil dapat terpenuhi.

![Kulkas inverter 2 pintu LG GN-B202SQIB. [LG]](https://jemarionline.com/wp-content/uploads/2026/07/32464-kulkas-inverter-2-pintu-lg-gn-b202sqib-225x129.jpg)







