Google Perkenalkan “Googlebook”, Laptop AI Gemini yang Siap Saingi MacBook

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Google resmi memperkenalkan Googlebook, laptop AI berbasis Gemini yang dirancang untuk bersaing dengan MacBook.( Poto : CNBC Indonesia ).

Google resmi memperkenalkan Googlebook, laptop AI berbasis Gemini yang dirancang untuk bersaing dengan MacBook.( Poto : CNBC Indonesia ).

Jakarta, jemarionline.com – Google resmi memperkenalkan kategori laptop baru bernama Googlebook laptop AI Gemini dalam ajang Android Show: I/O Edition pada 13 Mei 2026.

Perangkat ini hadir sebagai laptop premium yang dirancang khusus untuk mengoptimalkan teknologi Gemini Intelligence, sistem kecerdasan buatan terbaru dari Google.

Senior Director of Laptops & Tablets Google, Alex Kuscher, menjelaskan bahwa industri komputer saat ini tidak lagi hanya berfokus pada sistem operasi, tetapi sudah bergerak menuju intelligence system.

Karena itu, Google mengembangkan Googlebook sebagai pengalaman komputasi yang lebih cerdas, personal, dan terintegrasi dengan AI.

Apa Itu Googlebook dan Apa Tujuannya?

Google merancang Googlebook sebagai laptop kelas premium yang mengutamakan pengalaman AI secara menyeluruh.

Perangkat ini tidak hanya mengejar performa hardware, tetapi juga menghadirkan interaksi berbasis kecerdasan buatan yang lebih proaktif.

Google menargetkan Googlebook untuk bersaing langsung dengan MacBook dan Windows Copilot+ PC di segmen laptop premium berbasis AI.

Baca Juga :  3 Laptop Baru ASUS ROG Mulai Rp29 Juta, Performa AI Jadi Senjata Baru Gamer

Meski begitu, Google tetap mempertahankan Chromebook sebagai lini produk terpisah untuk kebutuhan pengguna di segmen pendidikan dan cloud computing.

Fitur Unggulan: Magic Pointer hingga Create Your Widget

Google menyematkan sejumlah fitur berbasis Gemini Intelligence yang menjadi nilai utama Googlebook.

Salah satunya adalah Magic Pointer, yang memungkinkan AI membaca konteks dari pergerakan kursor.

Saat pengguna mengarahkan kursor ke elemen tertentu, sistem langsung memberikan saran atau tindakan yang relevan.

Contohnya, ketika pengguna mengarahkan kursor ke tanggal di email, Googlebook dapat langsung menawarkan opsi membuat jadwal rapat, mencari lokasi, atau menyusun balasan otomatis tanpa perlu membuka aplikasi tambahan.

Selain itu, Google menghadirkan fitur Create Your Widget. Dengan fitur ini, pengguna bisa membuat widget hanya melalui perintah teks.

Gemini kemudian mengumpulkan data dari berbagai layanan seperti Gmail, Calendar, hingga internet untuk menyusun widget sesuai kebutuhan, misalnya jadwal perjalanan atau rencana acara.

Googlebook juga mampu memproses dua gambar sekaligus untuk menghasilkan visual gabungan, sehingga pengguna dapat melihat hasil desain tanpa harus berpindah aplikasi.

Baca Juga :  Nokia G42 5G Resmi Meluncur, HP 5G yang Bisa Diperbaiki Sendiri Tanpa Ribet

Integrasi Android dan Ekosistem Google

Google memperkuat Googlebook dengan integrasi penuh ekosistem Android. Pengguna dapat menjalankan aplikasi Android langsung di laptop tanpa emulator tambahan.

Selain itu, fitur Quick Access memungkinkan file dari smartphone langsung muncul di laptop secara otomatis tanpa proses transfer manual.

Perbedaan Googlebook dan Chromebook

Berbeda dengan Chromebook yang berfokus pada cloud dan penggunaan web, Googlebook menempatkan AI sebagai inti pengalaman pengguna.

Chromebook lebih menyasar pasar pendidikan dan perangkat ringan, sedangkan Googlebook hadir sebagai perangkat premium dengan kemampuan AI multimodal, integrasi Android penuh, serta fitur interaktif berbasis konteks.

Google bekerja sama dengan beberapa produsen besar seperti Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo untuk memproduksi perangkat Googlebook.

Perusahaan ini menjadwalkan peluncuran resmi Googlebook pada musim gugur 2026 atau menjelang akhir tahun.(man)

Berita Terkait

Perusahaan Kembali Rekrut Karyawan Setelah Uji Coba AI
Microsoft PHK 4.800 Karyawan, Divisi Xbox Jadi yang Paling Terdampak
Kacamata Pintar Diprediksi Gantikan HP, Bos Instagram dan WhatsApp Ungkap Alasannya
Google Latih AI Pakai Data Pengguna, Begini Cara Mematikan Fitur
7 HP Samsung Harga Rp2 Jutaan Terbaik Juli 2026, Galaxy A17 5G hingga Galaxy A05s Masih Layak Dipilih
Pengguna Strava Minta Sosialisasi Pajak Digital, Salah Paham Sempat Ramai di Media Sosial
Apple Dikabarkan Ubah Desain Chip A20 Pro Demi Tingkatkan Kemampuan AI
WhatsApp Uji Coba Indikator Titik Hijau di iPhone, Pengguna Bisa Lihat Kontak yang Sedang Online
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:00 WIB

Perusahaan Kembali Rekrut Karyawan Setelah Uji Coba AI

Selasa, 7 Juli 2026 - 08:47 WIB

Microsoft PHK 4.800 Karyawan, Divisi Xbox Jadi yang Paling Terdampak

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:00 WIB

Kacamata Pintar Diprediksi Gantikan HP, Bos Instagram dan WhatsApp Ungkap Alasannya

Selasa, 7 Juli 2026 - 06:00 WIB

Google Latih AI Pakai Data Pengguna, Begini Cara Mematikan Fitur

Senin, 6 Juli 2026 - 21:19 WIB

7 HP Samsung Harga Rp2 Jutaan Terbaik Juli 2026, Galaxy A17 5G hingga Galaxy A05s Masih Layak Dipilih

Berita Terbaru

Ilustrasi AI.(Pexels/cottonbro studio)

Teknologi

Perusahaan Kembali Rekrut Karyawan Setelah Uji Coba AI

Selasa, 7 Jul 2026 - 11:00 WIB