Jakarta, jemarionine.com – Gen Z menggunakan Google Search dengan AI sebagai cara utama mencari informasi di era digital saat ini. Generasi ini tidak hanya mengetik kata kunci sederhana, tetapi juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk mendapatkan hasil yang lebih relevan dan personal.
Dalam sesi daring bertajuk “Gen Z and the Rise of AI-powered Search”, Vice President Google untuk Asia Tenggara dan Asia Selatan Frontier, Sapna Chadha, menegaskan bahwa Gen Z merupakan pengguna Google Search paling aktif secara global.
Penggunaan Harian Sangat Tinggi
Data menunjukkan bahwa 89% Gen Z di Indonesia mengakses Google Search setiap hari. Persentase serupa juga muncul di Filipina, sementara Thailand mencatat angka 82%. Gen Z tidak sekadar mencari informasi. Mereka menggali lebih dalam dengan cara yang lebih rinci, visual, dan interaktif. Mereka juga lebih sering menggunakan pencarian berbasis suara.
Berbeda dengan generasi sebelumnya yang memakai kata kunci singkat, Gen Z cenderung mengetik kueri yang jauh lebih panjang dan spesifik. Misalnya, alih-alih hanya menulis “kafe dekat sini”, mereka akan menulis: “kafe dekat sini untuk empat orang, ada tempat tenang, Wi-Fi stabil, ramah hewan peliharaan, dan tersedia colokan listrik.”
AI Jadi Penggerak Utama Perubahan
Google menempatkan AI sebagai pendorong terbesar transformasi ini. Model seperti Gemini 3 kini menjadi fondasi berbagai layanan Google. Teknologi ini tidak lagi sekadar menampilkan daftar tautan. Sebaliknya, sistem mampu memahami konteks, melakukan penalaran, dan memberikan jawaban dalam bentuk percakapan yang lebih alami.
Sapna Chadha menyebut perubahan ini sebagai pergeseran besar dari era pencarian informasi menuju era kecerdasan digital yang sesungguhnya. Google juga menghadirkan fitur seperti Search Live yang memungkinkan pengguna mencari informasi melalui kamera dan suara secara bersamaan tanpa perlu mengetik.
Sebagai contoh, pengguna dapat mengarahkan kamera ke sepatu di toko, lalu langsung mendapatkan rekomendasi yang disesuaikan dengan kondisi kaki, perbandingan harga, hingga pilihan warna. Sistem AI bahkan membantu membandingkan produk dengan kompetitor secara otomatis.
Digunakan untuk Belajar dan Verifikasi Informasi
Selain untuk belanja, Gen Z memanfaatkan Google Search sebagai alat belajar. Mereka bebas bertanya berkali-kali tanpa rasa canggung dan memperoleh penjelasan yang kontekstual serta visual.
Pendekatan ini meningkatkan kepercayaan diri pelajar karena mereka dapat belajar sesuai ritme masing-masing.
Di sisi lain, Gen Z juga menggunakan Search untuk memverifikasi informasi. Mereka menyaring tren dari media sosial, membandingkan harga, menelusuri asal-usul suatu fenomena, hingga memastikan nilai sebuah merek sesuai dengan prinsip mereka.
Google turut memperkenalkan fitur Personal Intelligence yang menghubungkan Search dengan layanan lain seperti Gmail, Drive, dan Photos. Fitur ini membuat hasil pencarian menjadi lebih personal dan relevan. Namun, Google tidak mengaktifkan fitur ini secara otomatis. Pengguna tetap memegang kendali penuh untuk mengaktifkannya sesuai kebutuhan.***









