Ajun Arah, Tradisi Restu Leluhur yang Tetap Hidup di Sungai Penuh

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ajun arah kenduri sko, foto; Desi Hermila/RRI Sungai Penuh

Ajun arah kenduri sko, foto; Desi Hermila/RRI Sungai Penuh

Sungai Penuh, Jemarionline.com – Masyarakat Kota Sungai Penuh terus menjaga berbagai tradisi adat di tengah perkembangan zaman. Salah satu tradisi yang masih bertahan hingga sekarang adalah Ajun Arah, sebuah prosesi adat yang mengawali berbagai kegiatan penting dalam kehidupan masyarakat.

Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari budaya lokal, tetapi juga memperkuat hubungan masyarakat dengan nilai-nilai adat yang diwariskan para leluhur. Karena itu, masyarakat Sungai Penuh masih menjalankan Ajun Arah dalam berbagai kegiatan adat hingga saat ini.

Ajun Arah Memiliki Makna Mendalam

Ajun Arah merupakan tradisi yang bertujuan meminta arahan dan persetujuan dari para pemangku adat sebelum masyarakat melaksanakan suatu kegiatan.

Melalui prosesi tersebut, masyarakat menyampaikan rencana kegiatan kepada para tokoh adat. Setelah itu, para pemangku adat memberikan pandangan, masukan, dan restu agar kegiatan dapat berlangsung dengan baik.

Masyarakat percaya bahwa restu adat dapat memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan.

Anak Batino Menjalankan Peran Penting

Ajun Arah juga menunjukkan pentingnya peran anak batino dalam kehidupan adat masyarakat Sungai Penuh.

Dalam prosesi tersebut, anak batino menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan kepada para pemangku adat. Peran ini menunjukkan bahwa masyarakat Sungai Penuh tetap menjaga keseimbangan peran laki-laki dan perempuan dalam struktur adat.

Baca Juga :  Kenduri Sko Tiga Desa di Kerinci Meriah, Kepala Daerah Turun Langsung

Karena itu, Ajun Arah tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperlihatkan nilai kebersamaan yang kuat dalam masyarakat.

Menjadi Wadah Musyawarah Masyarakat

Selain meminta restu, masyarakat juga memanfaatkan Ajun Arah sebagai wadah musyawarah.

Para tokoh adat, panitia, dan masyarakat berkumpul untuk membahas berbagai persiapan kegiatan yang akan dilaksanakan. Melalui forum tersebut, mereka menyatukan pandangan dan menentukan langkah terbaik untuk menyukseskan acara.

Tradisi ini memperkuat budaya musyawarah yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Sungai Penuh.

Mendukung Persiapan Kenduri Sko 2026

Masyarakat Sungai Penuh menggelar Ajun Arah sebagai bagian dari rangkaian persiapan Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh 2026.

Panitia bersama pemangku adat membahas berbagai kebutuhan dan kesiapan menjelang pelaksanaan Kenduri Sko yang dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 5 Juli 2026.

Melalui Ajun Arah, seluruh pihak dapat menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi sebelum acara besar tersebut berlangsung.

Tradisi yang Menjaga Identitas Daerah

Ajun Arah menjadi salah satu tradisi yang membantu masyarakat mempertahankan identitas budaya daerah.

Baca Juga :  MTsN 1 Kota Sungai Penuh Borong Dua Prestasi pada HAB Kemenag Provinsi Jambi

Tradisi ini mengajarkan penghormatan kepada tokoh adat, pentingnya musyawarah, dan nilai persatuan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut tetap relevan meskipun masyarakat menghadapi perubahan sosial yang semakin cepat.

Karena itu, Ajun Arah terus menjadi bagian penting dari kehidupan adat Sungai Penuh.

Generasi Muda Diajak Melestarikan Tradisi

Para tokoh adat terus mengajak generasi muda untuk mengenal dan memahami Ajun Arah.

Melalui pelestarian budaya, generasi muda dapat memahami sejarah, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur yang membentuk identitas masyarakat Sungai Penuh. Langkah tersebut juga membantu menjaga keberlangsungan tradisi agar tetap hidup di masa depan.

Selain itu, keterlibatan generasi muda dapat memperkuat upaya pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi.

Simbol Kebersamaan Masyarakat

Ajun Arah tidak hanya berfungsi sebagai prosesi adat. Tradisi ini juga menjadi simbol kebersamaan yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam satu tujuan.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat memperkuat hubungan sosial, menjaga komunikasi antarwarga, dan mempererat ikatan adat yang telah terjalin selama bertahun-tahun.

Karena itu, Ajun Arah terus menjadi bagian penting dalam berbagai kegiatan adat masyarakat Sungai Penuh.

Berita Terkait

Pungli Parkir Merajalela di Sungai Penuh, Warga Desak Pemkot Terapkan Bayar Nontunai
Kemenag Kerinci Gelar Persiapan Duta OMI Tingkat Provinsi
Cek Endra Serahkan SK Golkar Sungai Penuh Kepada Hutri Randa
Kanwil Kemenkum Jambi Mendorong Pelindungan Kekayaan Intelektual Kopi Kerinci Menuju Pasar Global
Festival Kopi Kerinci 2026 Dibuka Bupati Monadi Suguhkan Kopi Gratis
KONI Jambi Beri Penghargaan Atlet Berprestasi di Peringatan Hari Olahraga Nasional 2026
Tolak Blokir Sertifikat Tanah, Warga Kenali Asam Mengadu ke Kanwil KemenHAM Jambi
Perumda Tirta Batanghari Tambah Jam Aliran Air Saat Kemarau
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Pungli Parkir Merajalela di Sungai Penuh, Warga Desak Pemkot Terapkan Bayar Nontunai

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Kemenag Kerinci Gelar Persiapan Duta OMI Tingkat Provinsi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Cek Endra Serahkan SK Golkar Sungai Penuh Kepada Hutri Randa

Minggu, 20 September 2026 - 20:24 WIB

Kanwil Kemenkum Jambi Mendorong Pelindungan Kekayaan Intelektual Kopi Kerinci Menuju Pasar Global

Minggu, 20 September 2026 - 20:20 WIB

Festival Kopi Kerinci 2026 Dibuka Bupati Monadi Suguhkan Kopi Gratis

Berita Terbaru