Menempatkan Skill sebagai Fondasi Baru AI, Perusahaan Diminta Fokus pada Keahlian

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Red Hat

Ilustrasi Red Hat

JAKARTA, Jemarionline.com – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terus melaju cepat di berbagai sektor. Namun, banyak perusahaan mulai menyadari bahwa teknologi AI tidak cukup hanya mengandalkan model besar dan kemampuan komputasi tinggi. Perusahaan juga perlu membangun fondasi yang kuat melalui keahlian atau skill yang relevan.

Pendekatan tersebut semakin penting karena banyak organisasi kini ingin memanfaatkan AI untuk kebutuhan bisnis yang lebih spesifik dan terukur. Karena itu, sejumlah pelaku industri mulai menempatkan skill sebagai elemen utama dalam pengembangan AI generasi berikutnya.

Fondasi Baru AI Tidak Hanya Bergantung pada Model

Perusahaan teknologi kini mulai mengubah cara mereka membangun sistem AI.

Sebelumnya, banyak pihak berfokus pada ukuran model dan kemampuan menghasilkan respons yang lebih kompleks. Namun, perusahaan kini juga menekankan pentingnya agentic skill atau kemampuan khusus yang membuat AI mampu menjalankan tugas sesuai kebutuhan pengguna.

Dengan pendekatan tersebut, AI tidak hanya memberikan jawaban, tetapi juga membantu menyelesaikan pekerjaan secara lebih terarah.

Skill Jadi Kunci AI yang Lebih Relevan

Pelaku industri menilai skill memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas AI.

Baca Juga :  Samsung Pertimbangkan BOE di Galaxy S27

Saat perusahaan melatih AI dengan kemampuan yang sesuai kebutuhan bisnis, sistem dapat bekerja lebih efektif dan menghasilkan output yang lebih relevan.

Selain itu, perusahaan juga dapat mengurangi risiko penggunaan AI yang terlalu umum dan kurang sesuai dengan kebutuhan operasional sehari-hari.

Karena itu, banyak organisasi mulai mengembangkan kemampuan AI berdasarkan fungsi dan peran tertentu.

Red Hat Dorong Pendekatan Agentic Skill

Dalam laporan Investor.id, Presiden dan CEO Red Hat Matt Hicks menegaskan pentingnya membangun AI di atas fondasi yang dapat dipercaya.

Ia mengajak perusahaan untuk melampaui hype AI dan mulai fokus pada pengembangan agentic skill yang benar-benar relevan dan dibutuhkan pengguna.

Menurutnya, pendekatan tersebut membantu perusahaan membangun sistem AI yang lebih stabil, terukur, dan memiliki manfaat nyata dalam aktivitas bisnis.

Open Source Ikut Perkuat Pengembangan AI

Selain mengembangkan skill, banyak perusahaan juga memanfaatkan model open source untuk mendukung operasional AI.

Baca Juga :  Wali Kota New York Cabut Larangan TikTok, Terapkan Aturan Baru

Red Hat bahkan menjalankan sebagian besar agen riset internal menggunakan model open source yang berjalan di infrastruktur perusahaan sendiri. Langkah tersebut membantu organisasi mengontrol sistem dengan lebih baik sekaligus mempercepat proses inovasi.

Karena itu, kombinasi antara open source dan pengembangan skill mulai menjadi strategi penting dalam transformasi digital berbasis AI.

Perusahaan Mulai Fokus pada Kebutuhan Nyata

Seiring berkembangnya teknologi, perusahaan tidak lagi hanya mengejar tren AI.

Sebaliknya, banyak organisasi kini lebih fokus mencari solusi yang benar-benar membantu pekerjaan sehari-hari, meningkatkan produktivitas, dan mempercepat proses bisnis.

Selain itu, perusahaan juga mulai mempertimbangkan faktor keamanan, transparansi, dan keandalan saat menerapkan AI dalam skala besar.

Era AI Butuh Kombinasi Teknologi dan Keahlian

Perkembangan AI menunjukkan bahwa teknologi tidak bisa berdiri sendiri.

Perusahaan tetap membutuhkan manusia yang mampu membangun, mengarahkan, dan mengembangkan kemampuan AI sesuai kebutuhan organisasi.

Karena itu, banyak pengamat menilai skill manusia akan tetap menjadi faktor penting meskipun teknologi AI terus berkembang semakin canggih. (man)

Berita Terkait

Apple Uji Desain Baru iPhone untuk Rayakan 20 Tahun, Ini Bocorannya
Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Identitasnya Agar Tak Jadi Korban Penipuan
Tablet Terbaik 2026 Banyak Diburu, Cocok untuk Kerja, Kuliah, hingga Kreator Konten
Tablet Terbaik 2026 Semakin Dicari, Cocok untuk Kerja, Kuliah, dan Multitasking Harian
Microsoft Ancam Peneliti Keamanan, Bocoran Celah Zero-Day Picu Perdebatan
Website Bisa Intip Aktivitas Pengguna Lewat SSD, Peneliti Temukan Celah Baru
Google Umumkan 4 Fitur Baru Android 17, Gemini Intelligence hingga Pause Point
Samsung Siapkan Teknologi Pendingin Cair untuk Galaxy Unggulan, Performa HP Premium Makin Stabil
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 08:00 WIB

Apple Uji Desain Baru iPhone untuk Rayakan 20 Tahun, Ini Bocorannya

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:00 WIB

Menempatkan Skill sebagai Fondasi Baru AI, Perusahaan Diminta Fokus pada Keahlian

Selasa, 2 Juni 2026 - 05:00 WIB

Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Identitasnya Agar Tak Jadi Korban Penipuan

Senin, 1 Juni 2026 - 23:00 WIB

Tablet Terbaik 2026 Banyak Diburu, Cocok untuk Kerja, Kuliah, hingga Kreator Konten

Senin, 1 Juni 2026 - 22:00 WIB

Tablet Terbaik 2026 Semakin Dicari, Cocok untuk Kerja, Kuliah, dan Multitasking Harian

Berita Terbaru

(ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Ekonomi

Rupiah Melemah, Kurs Jual Dollar AS di Bank Tembus Rp 18.010

Selasa, 2 Jun 2026 - 21:00 WIB