JAKARTA, Jemarionline.com – Popularitas aplikasi kencan terus meningkat karena banyak orang memanfaatkannya untuk mencari teman, pasangan, hingga relasi baru. Namun, pengguna tetap perlu berhati-hati sebelum mempercayai orang yang baru dikenal melalui platform digital.
Banyak kasus penipuan bermula dari identitas palsu yang tampak meyakinkan. Karena itu, pengguna sebaiknya memeriksa identitas aplikasi kencan sebelum membangun hubungan yang lebih jauh.
Jangan Langsung Percaya Profil yang Terlihat Sempurna
Pelaku penipuan sering membuat profil yang terlihat menarik untuk memperoleh kepercayaan korban.
Mereka biasanya menggunakan foto mewah, pekerjaan yang terdengar bergengsi, atau cerita hidup yang tampak mengesankan. Setelah korban mulai percaya, pelaku akan mencoba membangun hubungan emosional sebelum meminta bantuan tertentu.
Karena itu, pengguna perlu bersikap kritis dan tidak langsung mempercayai semua informasi yang muncul di profil.
Cek Keaslian Foto dan Informasi
Sebelum melanjutkan komunikasi lebih jauh, pengguna dapat memeriksa foto profil menggunakan pencarian gambar terbalik.
Langkah tersebut membantu menemukan apakah seseorang mengambil foto dari akun lain atau menggunakan identitas palsu.
Selain itu, pengguna juga dapat mencocokkan informasi pekerjaan, media sosial, atau aktivitas digital yang mereka tampilkan. Jika banyak informasi terlihat tidak konsisten, pengguna perlu meningkatkan kewaspadaan.
Jangan Mudah Memberikan Data Pribadi
Pengguna sebaiknya tidak langsung membagikan informasi sensitif kepada orang yang baru dikenal.
Data seperti alamat rumah, nomor identitas, informasi rekening, kode OTP, hingga dokumen pribadi dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan.
Selain itu, pengguna juga perlu berhati-hati ketika seseorang mulai menanyakan informasi keuangan atau meminta bantuan uang dalam waktu singkat.
Waspadai Permintaan Uang dan Cerita Darurat
Banyak pelaku romance scam menggunakan cerita darurat untuk memperoleh simpati korban.
Mereka bisa mengaku mengalami kecelakaan, kesulitan keuangan, atau masalah keluarga agar korban bersedia mengirim uang.
Karena itu, pengguna perlu curiga jika seseorang yang baru dikenal mulai meminta bantuan finansial meskipun hubungan belum berlangsung lama.
Lakukan Verifikasi Sebelum Bertemu Langsung
Sebelum bertemu secara langsung, pengguna dapat melakukan panggilan video untuk memastikan identitas lawan bicara.
Cara tersebut membantu mengurangi risiko berinteraksi dengan akun palsu atau identitas yang tidak sesuai dengan profil.
Selain itu, pengguna juga sebaiknya memilih lokasi umum dan memberi tahu teman atau keluarga saat pertama kali bertemu dengan seseorang dari aplikasi kencan.
Penipuan di Aplikasi Kencan Masih Jadi Ancaman
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penipuan berbasis aplikasi kencan masih menjadi ancaman serius.
Pelaku sering memanfaatkan akun palsu, chatbot, hingga identitas fiktif untuk menarik perhatian korban dan memperoleh keuntungan tertentu.
Karena itu, pengguna perlu mengutamakan keamanan dan tidak terburu-buru membangun kepercayaan hanya berdasarkan komunikasi online. (man)









