Jakarta, jemarionline.com – Penyitaan rokok jemaah haji terjadi di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, saat petugas menemukan pelanggaran barang bawaan milik jemaah haji Indonesia pada Sabtu dini hari, 16 Mei 2026.
Sistem X-ray mendeteksi satu koper yang membawa rokok dalam jumlah besar, sekitar 100 slop.
Setelah alat pemindai menunjukkan kejanggalan, petugas langsung memeriksa koper tersebut secara manual.
Petugas bea cukai kemudian membuka koper dan memeriksa isinya satu per satu. Mereka menyita sebagian besar rokok karena jumlahnya melebihi batas yang diizinkan.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, membenarkan kejadian itu.
Ia menjelaskan bahwa petugas bandara menjalankan prosedur pemeriksaan standar terhadap seluruh jemaah yang tiba di Jeddah.
Ia juga menegaskan bahwa Arab Saudi tidak melarang jemaah membawa rokok. Namun, negara tersebut menetapkan batas jumlah yang boleh dibawa masuk.
Petugas akan menindak jika jemaah melampaui batas tersebut.
Sebagian Rokok Disita, Koper Tetap Dikembalikan
Dalam kasus ini, jemaah membawa rokok jauh di atas batas maksimal. Petugas kemudian menyita kelebihan barang tersebut.
Setelah pemeriksaan selesai, petugas mengembalikan koper kepada pemiliknya.
Jemaah tetap boleh membawa rokok, tetapi hanya sesuai ketentuan, yaitu sekitar dua slop. Petugas menyelesaikan proses pemeriksaan di tempat tanpa kendala lebih lanjut.
Abdul Basir menambahkan bahwa kasus seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Sebelumnya, petugas juga menemukan barang lain seperti makanan dalam jumlah besar dan bumbu dapur dari jemaah Indonesia.
PPIH Beri Peringatan dan Lakukan Evaluasi
PPIH Arab Saudi segera berkoordinasi dengan pihak embarkasi di Indonesia. Mereka mengevaluasi proses pemeriksaan sebelum keberangkatan jemaah.
PPIH juga meminta petugas di tanah air memperketat edukasi aturan barang bawaan.
Selain itu, PPIH mengimbau calon jemaah haji agar lebih disiplin. Mereka harus mematuhi aturan agar tidak menghambat proses kedatangan di bandara.
Hingga Minggu, sekitar 190 kloter jemaah haji gelombang kedua sudah tiba di Jeddah.
Setelah mendarat, jemaah langsung bergerak ke Makkah untuk menjalankan umrah wajib. Mereka juga bersiap menghadapi puncak ibadah haji di Arafah pada 26 Mei 2026.(ar)









