Kemenkes Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Hantavirus di Indonesia, Ternyata Risikonya Begini

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: via REUTERS/IMAGE OBTAINED BY REUTERS

Foto: via REUTERS/IMAGE OBTAINED BY REUTERS

Jakarta, Jemarionline.com – Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa Indonesia saat ini menghadapi risiko hantavirus yang masih rendah. Selain itu, Kemenkes terus memantau perkembangan kasus melalui sistem surveilans di berbagai daerah.

Di sisi lain, pemerintah meningkatkan kewaspadaan setelah muncul perhatian global terhadap virus tersebut. Meskipun demikian, Kemenkes memastikan situasi di Indonesia masih terkendali.

Apa Itu Hantavirus dan Bagaimana Virus Ini Menyebar

Hantavirus berasal dari hewan pengerat, terutama tikus. Virus ini menyebar ketika manusia bersentuhan dengan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi.

Selain itu, manusia juga menghirup partikel debu yang sudah terkontaminasi virus tersebut. Oleh karena itu, lingkungan yang tidak bersih dapat meningkatkan risiko penularan.

Kemenkes menjelaskan bahwa jenis hantavirus yang muncul di Indonesia berbeda dengan tipe yang dapat menular antarmanusia di negara lain. Dengan demikian, tingkat risiko penularannya tetap lebih rendah.

Kondisi Kasus Hantavirus di Indonesia

Petugas kesehatan mencatat beberapa kasus hantavirus di sejumlah provinsi. Namun demikian, tenaga medis berhasil menangani sebagian besar pasien hingga pulih.

Selain itu, Kemenkes mengonfirmasi bahwa Indonesia belum menemukan kasus hantavirus tipe HPS yang dapat menular antar manusia.

Baca Juga :  Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar: Kronologi, Gejala, dan Respons WHO terhadap 147 Penumpang Terjebak

Sementara itu, jenis yang paling sering muncul di Indonesia adalah tipe HFRS yang berasal dari Seoul virus. Virus ini menyerang ginjal dan menyebar dengan cara yang lebih terbatas.

Mengapa Kemenkes Menilai Risiko Masih Rendah

Kemenkes menilai risiko penularan masih rendah karena beberapa faktor penting. Pertama, petugas kesehatan meningkatkan sistem deteksi dini di seluruh wilayah.

Selain itu, virus ini tidak menyebar dengan mudah antar manusia. Oleh karena itu, masyarakat umum tidak menghadapi risiko penularan langsung dalam aktivitas sehari-hari.

Di sisi lain, sebagian besar kasus muncul akibat kontak langsung dengan lingkungan yang terkontaminasi tikus.

Kelompok yang Perlu Lebih Waspada

Meskipun risiko umum masih rendah, beberapa kelompok tetap menghadapi potensi paparan lebih tinggi. Petani, pekerja gudang, dan petugas kebersihan menghadapi risiko lebih besar karena sering berinteraksi dengan lingkungan terbuka.

Selain itu, masyarakat di daerah rawan banjir juga perlu lebih berhati-hati. Lingkungan lembap dan kotor dapat menarik populasi tikus.

Dengan demikian, kelompok tersebut perlu meningkatkan kewaspadaan dalam aktivitas harian.

Gejala Hantavirus yang Perlu Dikenali

Hantavirus menimbulkan gejala yang mirip dengan flu biasa pada tahap awal. Penderita biasanya mengalami demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri otot.

Baca Juga :  Tips Gaya Hidup Sehat 2026: Jaga Tubuh dan Tingkatkan Imunitas

Selain itu, tubuh juga merasakan kelelahan yang cukup berat. Pada tahap lanjut, virus dapat mengganggu fungsi ginjal atau paru-paru.

Oleh karena itu, masyarakat perlu segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala mencurigakan.

Langkah Pencegahan yang Direkomendasikan Kemenkes

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara rutin. Selain itu, warga harus menyimpan makanan dalam wadah tertutup agar tidak menarik tikus.

Masyarakat juga perlu menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat. Sementara itu, petugas kebersihan harus menggunakan alat pelindung saat membersihkan area berisiko.

Dengan demikian, risiko penularan dapat ditekan sejak dini tanpa menimbulkan kepanikan.

Kemenkes Minta Warga Tetap Tenang Tapi Waspada

Kemenkes mengajak masyarakat untuk tetap tenang menghadapi informasi tentang hantavirus. Namun demikian, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan.

Selain itu, pemerintah memperkuat sistem pemantauan di berbagai daerah agar setiap potensi kasus dapat segera terdeteksi.

Dengan cara ini, Kemenkes berupaya menjaga situasi kesehatan masyarakat tetap stabil. (man)

Berita Terkait

1 Kasus Hantavirus Terdeteksi di Jawa Timur, Dinkes Pastikan Pasien Sudah Sembuh
Dapur MBG Disorot: Satgas Minta Evaluasi Menyeluruh Agar Layanan Tetap Berjalan
Trump Sebut Hantavirus Tidak Mudah Menyebar, Pemerintah AS Klaim Situasi Terkendali
Kasus Penyakit Ginjal di Singapura Melonjak, Lebih dari 200 Ribu Warga Diperkirakan Terkena CKD
Survei KKI Ungkap Mayoritas Konsumen Belum Paham Batas Pakai Galon Guna Ulang
Investigasi MV Hondius Berlanjut, Hasil Tes Dua Warga Singapura Mengejutkan
BPJS Kesehatan Tolak Klaim Kecelakaan Akibat Alkohol dan Narkoba, Ini Penjelasannya
Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar: Kronologi, Gejala, dan Respons WHO terhadap 147 Penumpang Terjebak
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:00 WIB

1 Kasus Hantavirus Terdeteksi di Jawa Timur, Dinkes Pastikan Pasien Sudah Sembuh

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:00 WIB

Kemenkes Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Hantavirus di Indonesia, Ternyata Risikonya Begini

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:00 WIB

Dapur MBG Disorot: Satgas Minta Evaluasi Menyeluruh Agar Layanan Tetap Berjalan

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:00 WIB

Trump Sebut Hantavirus Tidak Mudah Menyebar, Pemerintah AS Klaim Situasi Terkendali

Senin, 11 Mei 2026 - 16:00 WIB

Kasus Penyakit Ginjal di Singapura Melonjak, Lebih dari 200 Ribu Warga Diperkirakan Terkena CKD

Berita Terbaru

Changan memperkenalkan Deepal S07 dan Lumin di Indomobile Expo 2026 dengan konsep mobil listrik urban modern, teknologi cerdas.( Poto : ANTARA ).

OTOMOTIF

Changan Dorong Mobil Listrik Urban di Indomobile Expo 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:00 WIB

Tim Ekonom Pancasila dan akademisi menggelar audiensi di KSP bersama Dudung Abdurachman untuk membahas RUUPN dan penguatan ekonomi nasional.( Poto : Mediakarya ).

Ekonomi

Tim Ekonomi Pancasila Ajukan RUUPN dalam Audiensi di KSP

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:12 WIB