Trump Sebut Hantavirus Tidak Mudah Menyebar, Pemerintah AS Klaim Situasi Terkendali

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: id.investing.com

Foto: id.investing.com

Jakarta, jemarionline.com– Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius masih terkendali.

Trump menilai virus tersebut tidak menyebar semudah COVID-19 sehingga masyarakat tidak perlu panik berlebihan.

Pernyataan itu muncul setelah kasus hantavirus di kapal MV Hondius menarik perhatian dunia internasional. Wabah tersebut memicu evakuasi besar terhadap penumpang dari berbagai negara.

“Kami berada dalam kondisi yang sangat baik. Virus ini tidak mudah menyebar,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Trump juga memuji langkah pemerintah AS dalam menangani kasus tersebut. Menurutnya, otoritas kesehatan bergerak cepat sejak laporan pertama muncul.

Wabah Bermula dari Kapal MV Hondius

Kapal ekspedisi MV Hondius memulai perjalanan dari Argentina sebelum sejumlah penumpang mengalami gejala serius.

Otoritas kesehatan kemudian menemukan infeksi Andes virus, salah satu jenis hantavirus langka.

Virus tersebut dapat memicu hantavirus pulmonary syndrome (HPS), penyakit serius yang menyerang paru-paru.

Laporan internasional menyebut sedikitnya tiga orang meninggal dunia akibat wabah itu. Sejumlah penumpang lain masih menjalani pemantauan medis intensif.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menilai risiko penyebaran ke masyarakat umum masih rendah.

Baca Juga :  Perdebatan GERD dan Serangan Jantung Ramai di Media Sosial, Dokter Tegaskan Ini Perbedaannya

Meski begitu, WHO tetap meminta setiap negara meningkatkan pengawasan dan pelacakan kontak erat.

Pemerintah AS Langsung Lakukan Karantina

Pemerintah AS langsung memulangkan 17 warga negaranya dari kapal MV Hondius menggunakan penerbangan khusus.

Petugas kesehatan kemudian membawa mereka ke fasilitas karantina untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Sebagian penumpang menjalani isolasi di Nebraska. Tim medis juga memindahkan beberapa penumpang lain ke Atlanta karena mengalami gejala ringan.

Menteri Kesehatan AS Robert F. Kennedy Jr. mengatakan pemerintah sudah mengirim tim CDC sejak awal wabah muncul.

“Kami memiliki situasi ini di bawah kendali,” ujarnya.

Pejabat kesehatan AS menegaskan hantavirus berbeda dari COVID-19. Virus tersebut membutuhkan kontak sangat dekat untuk menular antarmanusia.

CDC dan WHO Jadi Sorotan

Meski pemerintah mengklaim situasi aman, sejumlah pakar kesehatan tetap mengkritik respons awal CDC.

Mereka menilai komunikasi publik berjalan terlalu lambat pada awal kemunculan kasus.

Beberapa ahli juga meminta pemerintah lebih transparan dalam menyampaikan perkembangan wabah kepada masyarakat.

Di sisi lain, Trump tetap membela keputusan AS keluar dari WHO. Ia menilai langkah itu tidak memengaruhi penanganan wabah hantavirus saat ini.

Baca Juga :  Program MBG Lombok Barat Terhenti Sementara, Puluhan Ribu Penerima Terdampak

Namun WHO masih memainkan peran penting dalam koordinasi internasional. Lembaga tersebut membantu pelacakan penumpang kapal dan memantau potensi penyebaran lintas negara.

Hantavirus Dinilai Sulit Jadi Pandemi

Para ahli kesehatan global menilai hantavirus memiliki karakter berbeda dibanding virus pernapasan lain.

Andes virus memang dapat menular antarmanusia, tetapi kasus seperti itu sangat jarang terjadi.

Penyebaran biasanya terjadi melalui kontak dekat dalam waktu lama atau paparan cairan tubuh tertentu.

Karena itu, banyak ahli menilai risiko pandemi global masih sangat rendah.

Meski demikian, dokter tetap meminta masyarakat waspada. Hantavirus memiliki tingkat kematian cukup tinggi jika pasien terlambat mendapat penanganan medis.

Hingga kini ilmuwan belum menemukan vaksin maupun obat khusus untuk hantavirus. Dokter biasanya fokus memberikan perawatan intensif untuk membantu pasien bertahan.

Saat ini otoritas kesehatan di berbagai negara terus memantau perkembangan kasus tersebut.

Mereka juga melacak seluruh penumpang dan kru kapal MV Hondius untuk mencegah penyebaran lebih luas.(man)

Berita Terkait

1 Kasus Hantavirus Terdeteksi di Jawa Timur, Dinkes Pastikan Pasien Sudah Sembuh
Kemenkes Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Hantavirus di Indonesia, Ternyata Risikonya Begini
Dapur MBG Disorot: Satgas Minta Evaluasi Menyeluruh Agar Layanan Tetap Berjalan
Kasus Penyakit Ginjal di Singapura Melonjak, Lebih dari 200 Ribu Warga Diperkirakan Terkena CKD
Survei KKI Ungkap Mayoritas Konsumen Belum Paham Batas Pakai Galon Guna Ulang
Investigasi MV Hondius Berlanjut, Hasil Tes Dua Warga Singapura Mengejutkan
BPJS Kesehatan Tolak Klaim Kecelakaan Akibat Alkohol dan Narkoba, Ini Penjelasannya
Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar: Kronologi, Gejala, dan Respons WHO terhadap 147 Penumpang Terjebak
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:00 WIB

1 Kasus Hantavirus Terdeteksi di Jawa Timur, Dinkes Pastikan Pasien Sudah Sembuh

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:00 WIB

Kemenkes Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Hantavirus di Indonesia, Ternyata Risikonya Begini

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:00 WIB

Dapur MBG Disorot: Satgas Minta Evaluasi Menyeluruh Agar Layanan Tetap Berjalan

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:00 WIB

Trump Sebut Hantavirus Tidak Mudah Menyebar, Pemerintah AS Klaim Situasi Terkendali

Senin, 11 Mei 2026 - 16:00 WIB

Kasus Penyakit Ginjal di Singapura Melonjak, Lebih dari 200 Ribu Warga Diperkirakan Terkena CKD

Berita Terbaru

Changan memperkenalkan Deepal S07 dan Lumin di Indomobile Expo 2026 dengan konsep mobil listrik urban modern, teknologi cerdas.( Poto : ANTARA ).

OTOMOTIF

Changan Dorong Mobil Listrik Urban di Indomobile Expo 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:00 WIB

Tim Ekonom Pancasila dan akademisi menggelar audiensi di KSP bersama Dudung Abdurachman untuk membahas RUUPN dan penguatan ekonomi nasional.( Poto : Mediakarya ).

Ekonomi

Tim Ekonomi Pancasila Ajukan RUUPN dalam Audiensi di KSP

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:12 WIB