Survei KKI Ungkap Mayoritas Konsumen Belum Paham Batas Pakai Galon Guna Ulang

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

survei KKI galon guna ulang mayoritas konsumen belum memahami batas masa pakai galon guna ulang. Banyak galon tua masih beredar.( Poto : istimewa ).

survei KKI galon guna ulang mayoritas konsumen belum memahami batas masa pakai galon guna ulang. Banyak galon tua masih beredar.( Poto : istimewa ).

Jakarta, jemarionline.com – Survei KKI galon guna ulang mengungkap masih banyak masyarakat yang belum memahami batas masa pakai.

Temuan itu muncul dari 250 laporan konsumen di tujuh kota selama Maret hingga April 2026.

Ketua KKI, David Tobing, menyebut sebanyak 92 persen konsumen tidak mengetahui usia aman penggunaan galon guna ulang.

Ia menilai produsen belum memberikan edukasi yang memadai kepada masyarakat terkait keamanan galon yang dipakai berulang kali.

David mengatakan masyarakat sebenarnya mulai peduli terhadap kualitas air minum yang mereka konsumsi setiap hari.

Namun, sebagian besar konsumen belum memahami risiko penggunaan galon yang terlalu lama.

“Kesadaran masyarakat cukup tinggi, tetapi pengetahuan soal batas masa pakai galon masih rendah. Produsen perlu meningkatkan edukasi kepada konsumen,” ujar David.

Galon Berusia Lama Masih Banyak Beredar

KKI memeriksa usia galon melalui foto kode produksi yang dikirim pelapor.

Dari hasil pemeriksaan itu, organisasi tersebut menemukan banyak galon berusia lebih dari satu tahun masih beredar di masyarakat.

Baca Juga :  Tips Agar Anak Tidak Cepat Lapar Saat Puasa

KKI bahkan menemukan galon yang telah digunakan hingga 11 tahun. Di sejumlah wilayah sekitar Jakarta, konsumen masih sering menerima galon dengan usia lebih dari lima tahun.

David menilai kondisi tersebut muncul karena pemerintah belum menetapkan aturan tegas mengenai batas penggunaan galon guna ulang.

Produsen juga hanya mencantumkan kode produksi tanpa memberi informasi jelas tentang usia aman pemakaian.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sekitar 34 persen rumah tangga di Indonesia memakai air galon sebagai sumber utama air minum.

Jumlah pengguna yang mencapai sekitar 100 juta orang per hari membuat persoalan ini semakin penting untuk segera ditangani.

Kondisi Fisik Galon Ikut Menjadi Sorotan

Selain usia pakai, KKI juga menemukan berbagai masalah pada kondisi fisik galon. Sebanyak 30 persen laporan menunjukkan galon tampak kotor atau berlumut.

Sementara itu, 18 persen laporan menyebut galon mengalami retak dan goresan.

David menjelaskan keluhan konsumen semakin meningkat seiring bertambahnya usia galon. Galon yang terlalu lama terpakai lebih sering terlihat kusam, retak, dan kotor.

Baca Juga :  1 Kasus Hantavirus Terdeteksi di Jawa Timur, Dinkes Pastikan Pasien Sudah Sembuh

Ia juga mengingatkan risiko kesehatan dari bahan polikarbonat yang mengandung Bisfenol A (BPA).

Zat tersebut dapat bercampur dengan air minum ketika galon terkena panas, mengalami usia pakai berlebihan, atau melalui proses pencucian yang kasar.

Sejumlah pakar merekomendasikan penggunaan galon maksimal satu tahun atau sekitar 40 kali pemakaian untuk mengurangi risiko kesehatan seperti obesitas.

KKI Minta Pemerintah dan Produsen Bertindak

KKI mendesak pemerintah segera membuat regulasi tentang batas masa pakai galon guna ulang.

Organisasi itu juga meminta produsen lebih serius mengawasi galon yang masih beredar di masyarakat.

David menegaskan konsumen berhak menerima galon dengan kualitas yang aman dan layak pakai.

Menurutnya, konsumen tidak seharusnya membayar harga yang sama untuk galon dengan kondisi yang berbeda-beda.

Ia berharap pemerintah segera menutup kekosongan regulasi agar masyarakat mendapat perlindungan kesehatan yang lebih baik sekaligus mendorong produsen menjaga kualitas galon guna ulang secara konsisten.(ar)

Berita Terkait

7 Kebiasaan Mudah yang Bikin Rambut Tampak Lebih Tebal
AirPods Bisa Ganggu Alat Pacu Jantung? Dokter Jelaskan Fakta dan Risikonya
5 Herbal untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami, Mudah Ditemukan
Gejala Sinusitis: Mengira Flu Biasa? Hidung Tersumbat Bisa Jadi Tanda Sinus
Bahaya Kekurangan Gizi Mikro pada Anak yang Sering Tak Disadari
Mulai Juni 2026, Pasien BPJS Wajib Kontrol Sesuai Jadwal atau Tak Dilayani
RSUD Soedjono Selong Mulai Vaksinasi MR, Pegawai Jadi Sasaran Awal
70 Juta Warga RI Diperkirakan Idap Penyakit Hati, Banyak yang Tak Menyadarinya
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:00 WIB

7 Kebiasaan Mudah yang Bikin Rambut Tampak Lebih Tebal

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:00 WIB

AirPods Bisa Ganggu Alat Pacu Jantung? Dokter Jelaskan Fakta dan Risikonya

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:00 WIB

5 Herbal untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami, Mudah Ditemukan

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:00 WIB

Gejala Sinusitis: Mengira Flu Biasa? Hidung Tersumbat Bisa Jadi Tanda Sinus

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:00 WIB

Bahaya Kekurangan Gizi Mikro pada Anak yang Sering Tak Disadari

Berita Terbaru

REDMAGIC

Teknologi

RedMagic Astra 2 Resmi Global, Tablet Gaming Layar OLED 185Hz

Sabtu, 18 Jul 2026 - 07:00 WIB