Jakarta, Jemarionline.com — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam (ANTM) masih menarik perhatian investor pada perdagangan Sabtu, 9 Mei 2026.
Analis pasar komoditas melihat peluang kenaikan harga emas Antam masih terbuka di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi harga emas Antam dapat bergerak naik menuju level resistance baru.
“Harga emas Antam masih memiliki peluang naik dari resistance pertama di Rp 2.866.000 sampai resistance kedua di kisaran Rp 2.900.000,” ujarnya.
Ia melihat sentimen global masih memberi dukungan terhadap harga logam mulia. Ketegangan geopolitik, arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat, dan kondisi ekonomi dunia masih memengaruhi pergerakan emas.
Investor global saat ini terus memantau langkah bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed).
Mereka juga mencermati perkembangan konflik Timur Tengah yang beberapa kali memicu lonjakan harga emas dunia.
Harga Emas Bergerak Dinamis
Dalam beberapa pekan terakhir, harga emas Antam bergerak cukup fluktuatif. Harga emas sempat naik tajam sebelum akhirnya mengalami koreksi tipis.
Pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026, harga emas Antam di Pegadaian turun Rp 1.000 untuk pecahan 1 gram. Harga emas tercatat berada di level Rp 2.953.000.
Sementara itu, harga emas Antam ukuran 5 gram berada di level Rp 14.529.000. Untuk ukuran 10 gram, harga tercatat sebesar Rp 29.001.000.
Meski mengalami penurunan tipis, banyak analis masih melihat tren harga emas tetap positif dalam jangka menengah.
Ibrahim Assuaibi menilai pasar emas saat ini bergerak sangat cepat karena investor terus mencari aset aman di tengah ketidakpastian global.
Menurut dia, inflasi global dan potensi perlambatan ekonomi masih mendorong investor masuk ke instrumen logam mulia.
Sentimen Global Masih Mendominasi
Pergerakan harga emas dunia sepanjang 2026 sangat bergantung pada kondisi ekonomi internasional. Investor terus memperhatikan arah suku bunga, nilai tukar dolar AS, dan perkembangan geopolitik.
Harga emas biasanya menguat ketika kondisi ekonomi tidak stabil. Banyak investor memilih emas karena aset tersebut mampu menjaga nilai kekayaan saat pasar keuangan bergejolak.
Dalam beberapa hari terakhir, pasar sempat merespons positif kabar mengenai peluang kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi itu membuat harga emas dunia melemah tipis.
Namun, pasar masih menyimpan kekhawatiran terhadap inflasi tinggi dan kebijakan suku bunga global yang belum stabil.
Selain faktor geopolitik, permintaan emas dari bank sentral dunia juga ikut mendukung kenaikan harga logam mulia.
Sejumlah analis global bahkan memprediksi harga emas masih berpotensi mencetak rekor baru apabila tekanan ekonomi terus meningkat.
Minat Investasi Emas Terus Meningkat
Di Indonesia, minat masyarakat terhadap investasi emas juga terus tumbuh. Banyak investor ritel mulai membeli emas batangan untuk menjaga nilai aset mereka.
Kenaikan harga emas dalam beberapa tahun terakhir membuat logam mulia semakin populer sebagai instrumen investasi jangka panjang.
Selain membeli emas fisik, masyarakat kini aktif menggunakan layanan tabungan emas digital melalui berbagai platform investasi.
Pegadaian masih menjadi salah satu tempat favorit masyarakat untuk membeli emas Antam, UBS, dan Galeri 24.
Pada perdagangan Jumat, harga tabungan emas Pegadaian berada di level Rp 27.430 per 0,01 gram untuk harga beli. Sementara harga jual mencapai Rp 26.330 per 0,01 gram.
Banyak investor memilih emas karena instrumen tersebut memiliki risiko relatif lebih rendah dibanding aset investasi lain.
Peluang Kenaikan Masih Terbuka
Ibrahim Assuaibi melihat peluang kenaikan harga emas Antam masih cukup besar apabila tekanan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global terus berlangsung.
Namun, ia tetap mengingatkan investor agar berhati-hati terhadap potensi koreksi jangka pendek.
Menurut dia, harga emas bisa bergerak sangat cepat ketika pasar menerima sentimen baru dari ekonomi global atau kebijakan bank sentral Amerika Serikat.
Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Ibrahim memproyeksikan harga emas Antam dapat bergerak di kisaran Rp 2.840.000 hingga Rp 3.100.000 per gram sepanjang tahun 2026.
Prediksi tersebut menunjukkan volatilitas harga emas masih cukup tinggi.
Karena itu, investor perlu memperhatikan momentum pembelian dan strategi investasi agar tidak terjebak saat harga bergerak ekstrem.
Emas Masih Jadi Pilihan Aman
Di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil, emas masih menjadi salah satu instrumen investasi favorit masyarakat.
Logam mulia menawarkan keamanan nilai aset saat inflasi meningkat dan pasar keuangan mengalami tekanan.
Selain itu, emas juga memiliki likuiditas tinggi sehingga investor bisa lebih mudah menjual kembali aset mereka ketika membutuhkan dana.
Dengan berbagai sentimen global yang masih berkembang, harga emas Antam kemungkinan tetap bergerak dinamis dalam beberapa waktu mendatang.
Investor kini terus menunggu arah baru pasar global sambil memantau perkembangan ekonomi internasional yang berubah sangat cepat.(man)









