KERINCI, Jemarionline.com — BWSS VI Jambi menggelar proyek pengendalian banjir di Kabupaten Kerinci dengan anggaran sekitar Rp11,4 miliar.
Pemerintah menjalankan proyek ini untuk mengurangi risiko luapan sungai di kawasan rawan banjir.
Program tersebut juga masuk agenda penguatan infrastruktur sumber daya air di daerah.
Pemerintah Fokus Kurangi Risiko Banjir
Pemerintah mengarahkan proyek ini untuk memperkuat pengendalian aliran sungai.
Tim pelaksana membangun tanggul dan menata aliran sungai di titik prioritas.
Selain itu, proyek ini melindungi permukiman warga dan infrastruktur publik dari ancaman banjir.
BWSS VI menempatkan proyek ini sebagai strategi mitigasi bencana berbasis infrastruktur.
Langkah itu sekaligus memperkuat upaya penanganan banjir jangka panjang.
Publik Soroti Kualitas Pelaksanaan Proyek
Nilai anggaran proyek yang besar menarik perhatian publik.
Masyarakat menyoroti mutu pekerjaan, volume fisik, dan pelaksanaan kontrak.
Publik juga meminta kontraktor menjalankan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis.
Sejumlah proyek pengendalian sungai sebelumnya memunculkan evaluasi, sehingga proyek ini ikut mendapat perhatian.
Di sisi lain, proyek ini membuka harapan baru bagi penanganan banjir di Kerinci.
Infrastruktur Air Jadi Prioritas Pemerintah
Pemerintah pusat menempatkan infrastruktur sumber daya air sebagai prioritas pembangunan.
Di Kerinci, proyek ini menopang perlindungan kawasan ekonomi dan pertanian warga.
Normalisasi sungai dan penguatan tanggul membantu daerah mengurangi kerentanan banjir.
Karena itu, pemerintah menekankan kualitas pekerjaan agar manfaat proyek benar-benar terasa.
Transparansi dan Pengawasan Jadi Sorotan
Publik juga menuntut transparansi selama proyek berjalan.
Masyarakat mendorong pengawasan agar pekerjaan selesai tepat mutu dan tepat waktu.
Pengawasan yang kuat membantu investasi infrastruktur memberi hasil optimal.
Kontraktor juga perlu menjaga progres pekerjaan sesuai target.
Selanjutnya, masyarakat menunggu proyek ini memberi dampak nyata terhadap pengurangan banjir di Kerinci.









