Jemarionline.com, Pasar saham Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound cukup signifikan dan kembali ke zona hijau.
Berdasarkan data terbaru, IHSG melonjak hingga sekitar 6,53% ke level 7.458 setelah sebelumnya sempat turun ke bawah level 7.000. Penguatan ini menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar yang sebelumnya diliputi kekhawatiran akibat kondisi global yang tidak menentu.
Kebangkitan pasar saham ini tidak lepas dari meredanya ketegangan geopolitik global. Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran pada 8 April 2026 menjadi salah satu faktor utama yang mendorong optimisme investor. Kondisi tersebut memberikan harapan terhadap stabilitas ekonomi global yang lebih baik.
Sebelumnya, IHSG sempat tertekan hingga menyentuh level 6.971, yang menjadi titik terendah sepanjang tahun 2026. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Namun, dengan meredanya ketegangan tersebut, sentimen pasar berangsur membaik. Investor kembali melakukan aksi beli, sehingga mendorong kenaikan indeks secara signifikan dalam waktu relatif singkat.
Pada perdagangan terbaru, IHSG bahkan masih menunjukkan penguatan meski terbatas. Indeks naik sekitar 0,27% ke kisaran 7.478 pada awal pekan, menunjukkan tren pemulihan yang masih berlanjut.
Meski demikian, pergerakan pasar masih dibayangi ketidakpastian global. Oleh karena itu, investor disarankan tetap berhati-hati dan mencermati perkembangan geopolitik serta kondisi ekonomi global yang dapat memengaruhi arah pasar ke depan.









