Pakar Sebut PBB Berwenang Tuntut Israel atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasukan penjaga perdamaian PBB bertugas di menara pengawas di Lebanon bagian selatan. (Reuters)

Pasukan penjaga perdamaian PBB bertugas di menara pengawas di Lebanon bagian selatan. (Reuters)

Jemarionline – Seorang prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan gugur akibat serangan Israel di Lebanon.

Menanggapi insiden tersebut, pakar hukum internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menilai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memiliki kewenangan untuk menuntut Israel.

Menurut Hikmahanto, langkah pemerintah Indonesia yang mengutuk serangan tersebut sudah tepat. Namun, proses hukum dan investigasi berada di bawah kewenangan PBB.

Ia menjelaskan bahwa prajurit TNI yang bertugas di Lebanon berada di bawah komando operasi PBB. Karena itu, PBB memiliki posisi sebagai subjek hukum internasional yang bisa menuntut pertanggungjawaban.

Baca Juga :  Survei Indikator: Kepercayaan Publik ke TNI Masih Dominan, Namun Alami Koreksi

“PBB berwenang melakukan investigasi dan bahkan meminta ganti rugi kepada Israel,” ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa insiden ini bisa berdampak pada keamanan pasukan Indonesia di misi internasional lainnya. Risiko serangan dapat meningkat jika situasi konflik semakin memanas.

Pakar hubungan internasional lainnya, Teuku Rezasyah, juga mengutuk keras serangan tersebut. Ia menilai tindakan Israel telah merusak hukum internasional dan menurunkan kredibilitas PBB.

Menurutnya, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian seharusnya tidak terjadi. Pasukan PBB memiliki mandat untuk menjaga stabilitas, bukan menjadi target konflik.

Baca Juga :  Kilang Minyak Aramco Diserang Rudal Iran, Saudi Tegaskan Siap Ambil Opsi Militer

Ia juga menilai faktor tekanan psikologis dalam konflik berkepanjangan dapat memicu kesalahan di lapangan. Hal ini berpotensi menyebabkan pelanggaran prosedur oleh militer.

Sementara itu, pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan PBB untuk memastikan investigasi berjalan transparan. Indonesia juga mengecam keras serangan tersebut dan mendesak perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian.

Diketahui, prajurit TNI yang gugur merupakan bagian dari Satgas UNIFIL yang bertugas di Lebanon selatan. Selain korban jiwa, beberapa prajurit lainnya juga mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Berita Terkait

Voting DK PBB soal Selat Hormuz Ditunda Hingga Besok
Pemimpin Junta Myanmar Terpilih Jadi Presiden, Militer Kembali Kuasai Pemerintahan
Umrah Hanya untuk Warga Saudi, Jemaah Internasional Wajib Keluar
Saudi Gelar Forum Umrah dan Ziyarah 2026 dengan Layanan Canggih
Sejarah Terbentuknya Selat Hormuz: Jalur Strategis yang Terbentuk dari Proses Alam
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak Investigasi PBB
Kejadian Drone di Rumah Menhan‑Menlu AS: Pentagon Siapkan Perlindungan Lebih Ketat
Harga Bensin di AS Lampaui US$4 per Galon, Warga Keluhkan Biaya Hidup
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 23:55 WIB

Voting DK PBB soal Selat Hormuz Ditunda Hingga Besok

Jumat, 3 April 2026 - 23:00 WIB

Pemimpin Junta Myanmar Terpilih Jadi Presiden, Militer Kembali Kuasai Pemerintahan

Jumat, 3 April 2026 - 10:00 WIB

Umrah Hanya untuk Warga Saudi, Jemaah Internasional Wajib Keluar

Jumat, 3 April 2026 - 01:00 WIB

Saudi Gelar Forum Umrah dan Ziyarah 2026 dengan Layanan Canggih

Kamis, 2 April 2026 - 13:00 WIB

Sejarah Terbentuknya Selat Hormuz: Jalur Strategis yang Terbentuk dari Proses Alam

Berita Terbaru

Pejabat Muaro Jambi Dirotasi, Dua Sekretaris OPD Dilantik ( dok.JAMBIUPDATE.CO)

Daerah

Pejabat Muaro Jambi Dirotasi, Dua Sekretaris OPD Dilantik

Sabtu, 4 Apr 2026 - 08:00 WIB

Google Tuduh Korea Utara Serang Software Axios

Teknologi

Google Tuduh Korea Utara Serang Software Axios

Sabtu, 4 Apr 2026 - 07:00 WIB

Warganet Soroti Jalan Rusak, Ahmad Luthfi Jadi Sasaran Kritikan

Pemerintahan

Warganet Soroti Jalan Rusak, Ahmad Luthfi Jadi Sasaran Kritikan

Sabtu, 4 Apr 2026 - 05:00 WIB